Mohon tunggu...
Mohamad Agus Yaman
Mohamad Agus Yaman Mohon Tunggu... Seniman

Penata Tari / kreator tari Prov. Kep. Bangka Belitung

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Tari Tradisional adalah Karya Seni Budaya Rakyat Indonesia

17 Desember 2019   13:55 Diperbarui: 9 Januari 2020   15:18 592 0 0 Mohon Tunggu...

Tarian merupakan karya seni budaya yang dibuat berdasarkan kaidah-kaidah yang ada pada daerah tersebut, berbentuk gerak, suara atau tidak bersuara, sehingga disebut juga sebagai karya seni yang bersifat hidup. Tarian dipandang sebagai fenomena seni budaya dan merupakan bagian dari sandiwara tradisional atau teater dan dikenal dengan nama seni pertunjukan.

Tari tradisional maupun tari kreasi yang berpijak pada tari tradisional, upacara adat atau cerita-cerita rakyat adalah karya seni budaya Indonesia dan merupakan fenomena kebudayaan yang dapat mengembangkan peradaban masyarakatnya, yang menjamin terwujudnya kebudayaan yang beradab. 

Karya tari yang dibuat rakyat berdasarkan kaidah-kaidah didaerahnnya, norma-norma agama dan etika-etika yang ada didaerah tersebut, tari merupakan hasil proses kreatif dari manusia-manusia cerdas yang memiliki kemerdekaan berekpresi dan berinovasi namun tetap pada nilai agama, etika, moral, kesusilaan, dan budayanya.

Tari tradisional, upacara-upacara adat, cerita rakyat dan kegiatan-kegiatan seni budaya lainnya sudah pasti memiliki nilai-nilai yang tinggi karena didalamnya terkandung nilai-nilai dasar berupa pandangan hidup atau ideologi yang dilahirkan dan dikembangkan dalam bentuk gerak dan suara.

Tarian sebagai sosial budaya di Bangka Belitung

Tarian di Bangka Belitung dapat dimanfaatkan dan dicerminkan dari sistem politik dan sistem ekonomi daerahnya, yang berkaitan dengan menjual jasa untuk memenuhi kebutuhan dalam pemerintahan dan masyarakat, sebagai contoh tari sambut dibutuhkan untuk menyambut tamu-tamu pemerintah daerah, kemudian tari kreasi sebagai tari hiburan saat tamu daerah makan malam di hotel-hotel, restoran atau ditempat lainnya, dan menjual jasa pada acara pesta pernikahan dalam masyarakat.

Tari-tarian yang sedang berkembang sekarang ini memiliki sejumlah fungsi sosial yang berkaitan dengan kemasyarakatan dan kenegaraan, yaitu: fungsi informasi,  fungsi mendidik, fungsi hiburan, fungsi kontrol sosial dan dapat sebagai fungsi membentuk opini publik

Nasionalisme dan peranan seniman

Masa sekarang ini tari-tarian tradisional maupun kreasi di Bangka Belitung yang di produksi oleh putra putri daerahnya belum banyak dicatat yang merupakan bagian dari arsip daerah. Tari-tarian yang ada pada masa ini kebanyakan adalah berbasis tari modern yang merupakan impor dari gerak dance manca negara dan ini hanya untuk kepentingan pertelevisian. 

Padahal tidaklah mudah dalam menciptakan tari tradisional maupun musiknya karena kebanyakan tari tradisional diterbitkan oleh para pejuang kemerdekaan indonesia dalam menyebarkan nasionalisme. Teater, tari dan upacara-upacara adat tidak mudah menjadi alat perjuangan yang efektif dan efisien bagi kaum pergerakan, karena memerlukan mental, keahlian dan keterampilan khusus. 

Seperti contoh tari Kedidi Kabupaten Bangka yang pada zaman penjajahan merupakan bagian dari gerak silat Kedidi, dan untuk menyembunyikan latihan silat masyarakat setempat saat latihan silat Kedidi dan pada saat patroli tentara Belanda melewati mereka, maka mereka merobah silat Kedidi menjadi Tari Keddi untuk mengelabui tentara Belanda. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN