Mohon tunggu...
Mohamad Agus Yaman
Mohamad Agus Yaman Mohon Tunggu... Seniman

Penata Tari / kreator tari Prov. Kep. Bangka Belitung

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Membentuk Tim Seni agar Solid

14 Oktober 2019   12:20 Diperbarui: 16 Oktober 2019   14:49 0 0 0 Mohon Tunggu...
Membentuk Tim Seni agar Solid
img-20180806-wa0011-5da6cb9c097f361eb66531f2.jpg

Tim kesenian akan solid bila memiliki personil yang mumpuni, sudah pastinya demikian bukan?. Bagaimana mendapatkan personil mumpuni?, yaitu; beritikad baik, toleransi, rendah diri, penuh kesadaran terhadap dirinya sendiri, menghargai, jujur dan bersikap ramah?. Apabila kita melihat secara detail  tiap sifat personil itu bisa menjadi hal yang mungkin/tidak mungkin, tapi dapat saya paparkan sebagai berikut:

1. Suatu tim dapat terbentuk secara tidak langsung (bertahap), artinya; pengurus dan anggot tim mengikuti sistem alam yang ada (atau biasa dikatakan orang sebagai takdir sudah membawa kita bertemu), dan pengaruh dan perkembangan dari tim tersebut tetap mengikuti orang yang memimpin, demikian juga sebaliknya, tim itu akan solid jika personil dan ketuanya saling mempengaruhi (dalam hal yang positif). 

Anggota-anggota yang ikut dalam tim ada yang ikut-ikutan karena tidak memiliki kegiatan atau tertarik (satu hati) karena mendengar visi misi ketua, lalu terpengaruh untuk sama-sama membangun tim dengan kekompakan cita-cita mereka.

2. Sebuah tim terbentuk dari cita-cita, ketidaksengajaan (waktu singkat) dan dari eks organisasi lain.

a. Cita-cita (Sengaja); dalam suatu daerah yang keseniannya berkembang pesat akan mempengaruhi orang lain untuk membentuk tim kesenian yang sama dan ini tercetus dari ide-ide satu orang atau sekelompok orang. Mereka bercita-cita ingin seperti orang yang sudah sukses duluan atau bercita-cita ingin membangun komunitas sendiri. 

Biasanya sekelompok orang ini berisikan seniman-seniman yang tidak bergabung dengan tim kesenian lain, lalu mereka berinisiatif membentuk tim. Hal ini dikarenakan hati mereka tergerak ingin menyalurkan keahiannya, ikut-ikutan sesama seniman, atau pernah mengalami kekecewaan pada tim kesenian yang pernah mereka ikuti lalu bercita-cita ingin maju.

b. Ketidaksengajaan (waktu singkat); biasanya tim ini terbentuk disaat seniman-seniman lagi ngopi diwarung kopi atau teman lama yang bertemu kembali kemudian bercerita tentang perkembangan komunias kesenian dilingkungannya kemudian tercetus ide membentuk tim kesenian dan dalam waktu beberapa minggu mereka sudah dapat membentuk tim nya bahkan tak jarang ada yang langsung siap pentas dan ini merupakan bentukan dari pakar-pakar dalam bidangnya.

c. Terbentuk karena pernah satu wadah organisasi (eks organisasi); mereka yang keluar dari salah satu organisasi kemudian membentuk tim baru karena kekecewaannya kemudian tak jarang dari mereka mengajak junior-juniornya untuk bergabung dalam komunitas barunya.

3. Ketua atau pencetus awal suatu tim biasanya adalah orang yang ahli dibidang seni budaya, atau ia sering ikut dalam tim-tim kesenian lain kemudian secara tidak langsung telah belajar management tim dan mengetahui cara mengumpulkan seniman-seniman dari generasi muda dan seniman yang pernah patah semangat untuk bergabung. 

Kemudian ia diikuti oleh teman-temannya untuk membentuk tim kesenian sendiri dengan semangat yang bau, membina rumah komunitas yang baru dengan harapan mereka lebih dapat mengekplorasi kreativitas mereka daripada mengikuti tim kesenian yang pernah mereka.

Membentuk tim yang bagus tidak seperti membalikkan telapak tangan, tim ini dibentuk dengan teliti, dengan meneliti jati diri personil-personil yang kuat, berkarakter, mampu melakukan gerakan-gerakan sulit, cepat mengerti maksud tujuan koreografer dan juga berpengalaman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN