AGRA JAYA
AGRA JAYA

BUKAN SIAPA-SIAPA, BISA APA-APA ?

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Keberhasilan Reforma Sumber Daya Manusia Agraria di BPN

30 September 2018   08:49 Diperbarui: 1 Oktober 2018   05:28 173 0 0

Kerja keras reformasi Badan Pertanahan Nasional berbuah prestasi, yakni ketika sukses bagi-bagi sertifikat tanah di seluruh Indonesia. Bahkan penyerahannya diserahkan langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia,  prestasi yang membanggakan. Itu yang pertama.

Keberhasilan kedua,  bahwa kesuksesan kinerja BPN tidak lepas dari buah pikir dan hasil kerja pejabat-pejabat yang kompeten, jujur, dan beraklak. Pemilihan dan pengangkatan pejabat yang bermutu efek dari penerapan manajemen  SDM yang semakin transparan, tidak traksaksional, dan sama sekali tidak ada peredaran uang.  Semua  rotasi-mutasi-promosi pejabat dan jabatan Badan Pertanahan Nasional  dilakukan sesuai rekomendasi hasil fit and proper test yang terbuka, inklusif, dan  bisa diikuti siapa saja tanpa diskriminasi kelompok dan klik-klik  tertentu. Dengan demikian kasus pengangkatan pejabat yang tertangkap KPK  di satu kabupaten di jawa tengah dan di jawa timur tidak akan terjadi.

Keberhasilan ketiga, yakni ketika Badan Pertanahan Nasional berhasil meyakinkan Bapak Presiden perlunya Reforma Agraria segera dijalankan. Aksi reforma agraria dipastikan disambut banyak pihak dari kalangan LSM, NGO, Gapoktan, petani, atau siapa saja yang memimpikan tanah untuk keadilan  dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dan Perpres reforma agraria sudah ditandatangani Bapak Presiden.

Keberhasilan keempat yakni dukungan pejabat dan staf Badan Pertanahan Nasional ketika menyediakan tanah untuk pembangunan jalan tol dengan pengadaan tanah yang masif, sistimatik, professional, dan bersih-tidak koruptif tidak tertandingi oleh kementerian manapun. Bayangkan saja, peresmian jalan tol Bapak Presiden akan gagal jika tanahnya tidak tersedia, akan gagal jika tanahnya bermasalah, akan gagal jika tanahnya belum selesai dilepaskan masyarakat. Tentunya ini semua hasil pembebasan tanah yang berhasil dijalankan BPN, dan pekerjaan pembebasan tanah adalah pekerjaan yang tidak ringan, bukan pekerjaan yang mudah, karena dalam setiap pembebasan tanah melibatkan banyak kepentingan, banyak masyarakat, banyak aturan, dan banyak uang negara yang rawan salah.

Beberapa contoh keberhasilan BPN yang sedemikian monumental itu hanya kalah dari Kementerian Pekerjaan Umum yang sama-sama peresmiannya oleh Bapak Presiden. Prestasi Badan Pertanahan Nasional yang demikian itu hanya bisa disamai dengan prestasi Kementerian Perhubungan yang sukses membangun dan merenovasi bandar-bandar udara di seluruh Indonesia. Sejajar juga dengan kementerian keuangan yang berhasil menjaga penerimaan pajak negara. 

Hanya saja di soal keberhasilan reformasi aparatur pejabat dan staf, BPN lebih unggul. Hal ini terbukti ketika tidak ada satupun pejabat BPN yang berurusan dengan KPK, dan pejabat BPN tidak pernah menjadi target-target Operasi OTT KPK. Hampir bisa dikatakan bahwa tidak pernah ada yang namanya Oknum-Oknum di BPN, hampir semua berintegritas, bersih dan jujur, dan itulah kesuksesan reforma SDM agraria.

Apa kira-kira kiat-kiat keberhasilan reforma SDM di BPN? Mungkin saja karena hampir semua pejabat dan staf sadar dan faham betul bahwa bekerja itu untuk negeri dan melayani sepenuh hati. Kata, Sikap, Mental dan Perilaku di depan dan di belakang selalu sama dengan Banner, Spanduk, Himbauan dan Tulisan-Tulisan yang menolak suap, calo, dan pungli yang terpampang di kantor-kantor daerah dan di kantor-kantor pusat.

Akhirnya semua faham bahwa berperilaku baik, sopan, santun, menjaga etika, aklak, moral, taat aturan adalah perwujudan praktek reforma agraria yang sejati, sekaligus menjadikan aparatur BPN jauh dari target-target operasi OTT KPK atau aparatur-aparatur hukum lain.  Kalaupun tetap digelar operasi tangkap tangan di BPN, dipastikan mereka akan pulang dengan tangan kosong dan hampa. 

Karena BPN kini semakin baik, bersih dan jujur !