Mohon tunggu...
Agus Suwanto
Agus Suwanto Mohon Tunggu... Engineer

Pekerja proyek yang hanya ingin menulis di waktu luang.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Secuil Ajaran Konfisius untuk Kehidupan yang Harmonis

10 Juni 2019   11:46 Diperbarui: 10 Juni 2019   12:44 1148 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Secuil Ajaran Konfisius untuk Kehidupan yang Harmonis
http://www.china.org.cn

Saat menonton film 'Confucius' tahun 2010 lalu, jujur saja, saat itu sama sekali saya tidak menangkap makna dari alur cerita film tersebut. Saya ingat persis, menonton semata-mata hanya karena bintang pujaan Chow Yun Fat bermain sebagai tokoh utamanya.

Bahkan saya sedikit kecewa karena adegan sang bintang tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Bukannya kelincahan dan keindahan permainan pedang dari seorang Chow Yun Fat, tetapi malah terlalu banyak dialog-dialog filsafat yang saya tidak tertarik.

Selain itu, kegagahan seorang Chow Yun Fat hilang di film tersebut. Meskipun digambarkan sebagai seorang yang sangat pintar, cerdik sekaligus bijak, tapi dia juga hanya seorang yang terpaksa kabur menghindari konflik fisik. Pindah dari satu tempat ke tempat lain.  Tidak ada seorang 'hero' yang saya bayangkan dalam film tersebut.

Namun, setelah mengenal sedikit tentang ajaran konfusius atau agama Konghucu, saya mencoba kembali menonton video film tersebut beberapa saat lalu. Kali ini dengan pemahaman yang baru. Chow Yun Fat adalah seorang filsuf, guru dan tokoh politik Tiongkok kuno bernama Konfusius (551BC - 479BC). Sejajar dengan nabi bagi agama Samawi. Saya betul-betul mencoba untuk mengerti dan menikmati film tersebut.

Meskipun belum paham benar, namun dengan bantuan sumber-sumber artikel lain tentang konfusius ini, saya menemukan ada beberapa prinsip ajaran konfusius yang sangat menarik. Ajaran yang sederhana dan mirip dengan ajaran-ajaran dari agama Samawi. Bedanya, kalua ajaran konfusius ini murni hasil pemikiran manusia, sedangkan ajaran agama Samawi diyakini oleh pemeluknya datang dari Tuhan sang penguasa alam semesta.

Saya akan mencoba berbagi tentang sebagian kecil ajaran dari seorang 'Chow Yun Fat -- Confucius' ini, yang sebenarnya juga sudah kita kenali melalui tradisi leluhur dan ajaran agama yang kita anut.

Konfusianisme

Konfusius hidup pada masa Kekaisaran Chou memerintah Cina pada abad keenam SM. Saat itu negara-negara keciul di daratan Cina mulai saling berselisih di antara mereka; saling menantang dan saling bertarung. Hal ini merusak aturan kekaisaran. Konfusius meyakini bahwa saat itu nilai-nilai tradisional berada di bawah ancaman dan bahwa masyarakat akan mengalami gangguan moral. Dia melihat dan merasa berkewajioban untuk membalikkan keadaan atau mencegah hal buruk terjadi.

Konfusius berusaha menanamkan kembali nilai-nilai dasar dari kebajikan dan budaya ke dalam masyarakat yang semakin menyusut. Ajaran etis ini harus diterapkan untuk dijalankan pada banyak tingkatan, mulai dari individu, kemudian berkembang ke keluarga dan masyarakat. Konfusius berupaya untuk mencapai tujuan kolosal, yaitu menciptakan harmoni etis dan moral untuk menghasilkan masyarakat yang adil, beradab dan berfungsi.

Filsafatnya - Konfusianisme - telah mempengaruhi masyarakat Cina dan bagian Asia lainnya hingga hari ini. Konfusius juga mempengaruhi aliran pemikiran di Jepang, Korea dan Vietnam.

Ajaran Konfusius mempromosikan kehidupan dengan integritas dan tatanan moral pada tingkat individu dan juga pada tataran sosial masyarakat. Aturan atau doktrin yang diberikan oleh ajaran ini dikenal sebagai prinsip-prinsip Konfusianisme.

Prinsip-prinsip Konfusian ditetapkan dalam teks yang disebut Analects. Ini adalah teks suci yang menyusun ajaran dan filosofi Konfusius, seperti halnya dialog platonis yang mencakup ajaran filosofis Plato.

Teks ini disusun dari perkataan dan anekdot menarik yang merumuskan pemikiran dan ajaran untuk cita-cita moral bagi individu, keluarga, masyarakat, pemerintah dan lain-lain. Dengan menafsirkan teks ini, kita dapat mengenali standar, nilai-nilai tertentu atau prinsip-prinsip Konfusianisme yang melambangkan ide-ide filsuf kuno tersebut.

Terdapat sebuah doktrin mendasar pada filsafat Konfusianisme, bahwa peningkatan moral masyarakat pada umumnya harus dimulai dari individu. Hanya dengan berhasilnya pencapaian kehidupan pribadi yang bermoral, kita dapat berupaya mereformasi masyarakat.

Dengan mereformasi masyarakat, kita dapat mereformasi lembaga-lembaga social, politik dan kemasyarakatan. Dan akhirnya, kehidupan bernegara secara keseluruhan akan menjadi lebih baik dan bermoral.

Sebagai contoh, disiplin diri diperlukan untuk masyarakat yang disiplin. Kebaikan dan kasih sayang pada tingkat pribadi, diperlukan untuk masyarakat yang manusiawi. Hubungan interpersonal etis diperlukan untuk masyarakat yang etis.

Jadi, prinsip-prinsip Konfusianisme yang dituangkan dalam Analects menegaskan gagasan bahwa hidup dalam kebajikan pada tingkat pribadi, diperlukan untuk kerangka moral pada tingkat masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN