Agus Kusdinar
Agus Kusdinar Wiraswasta

Seni merangkai kata-kata

Selanjutnya

Tutup

Bola

Kekalahan Persib Bandung di Pekan Terakhir, Menuai Hasil Kekecewaan Bobotoh

12 November 2017   23:39 Diperbarui: 12 November 2017   23:46 770 0 0
Kekalahan Persib Bandung di Pekan Terakhir, Menuai Hasil Kekecewaan Bobotoh
Foto : Dokumentasi Pribadi

Nasib Persib Bandung di Liga 1 sangat Dramatis di akhir kompetisi Persib Bandung berada di posisi 13, di tambah rekor terbaiknya di kandang dihancurkan oleh Perseru Serui yang merupakan tim papan bawah yang terancam degradasi jika kalah dari Persib, tetapi dengan kegigihannya Perseru mampu menaklukan tuan rumah dengan skor 0-2, yang diselenggarakan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kab. Bandung (Minggu 12/11/2017), dan atas kekalahan tersebut banyak Bobotoh yang kecewa, dan terjadi sedikit kerusuhan, tetapi akhirnya bisa diredam oleh pihak keamanan.

Pernah di juluki si jago kandang oleh sebagian suporter Persib sendiri, dan akhirnya sebutan itu harus rontok, karena ditekuk oleh tim tamu Perseru Serui, yang merupakan tim papan bawah yang terancam degradasi, sehingga hal ini sangat menyakitkan, selain pertandingan di pekan penutupan Liga 1 GO-JEK Traveloka, Persib Bandung tercoreng trend kandangnya dengan skor 0-2, ini adalah raihan terburuk sepanjang kompetisi Liga 1 yang dijalani Persib Bandung, sehingga banyak Bobotoh yang kecewa atas raihan Persib di akhir kompetisi, yang endingnya sangat menyakitkan.

Banyak faktor yang membuat Persib Bandung penampilannya sangat tidak sesuai dengan harapan diawal kompetisi, dengan persiapan pemain yang begitu menjajikan, diantaranya :

1. Terlalu Fokus Bisnis

Meskipun bisnis adalah bagian terpenting supaya klub itu mafan, tetapi perlu diingat setiap permainan tujuan akhir adalah prestasi, karena dengan prestasi semuanya akan berjalan lancar, termasuk urusan bisnis, sehingga antara bisnis dan prestasi harus sama-sama menunjang dalam sebuah permainan sepak bola.

2. Manajemen Kurang Peka Terhadap Suporter

Nama Persib Bandung yang di besarkan dengan andilnya suporter Persib Bandung yaitu Bobotoh, di Liga 1, sebagian Bobotoh merasa aspirasinya kurang begitu diperhatikan dengan berbagai kritikan dan masukan demi semua klub kebanggaannya yaitu Persib Bandung, sehingga hubungan Suporter Persib dengan Manajemen Persib selama Liga 1 bergulir kurang begitu harmonis, sampai terjadinya demo di depan Graha Persib Bandung, juga beberapa kekecewaan Bobotoh/suporter yang dilontarkan lewat media sosial yang begitu besar.

3. Belum Menemukan Seorang Pelatih

Persib Bandung krisis pelatih kepala, yang sebelumnya Djdjang Nurdjaman yang merupakan pelatih Persib Bandung tak kunjung membaik, sehingga harus mengundurkan diri dari kursi pelatih karena banyak tekanan dari Bobotoh dan penggantinya belum maksimal yaitu Emral Abus, karena hanya mengisi kekosongan kursi pelatih, dan beliau memiliki lisensi A AFC, karena Herry Setyawan yang merupakan asisten pelatih belum memiliki lisensi A AFC, dan terpaksa Persib harus mencari pelatih yang berlisensi A AFC.

4. Kurang Berani Mendatangkan Pelatih Berkualitas

Michael Essien merupakan pembelian paling menggemparkan Liga 1 G0-JEK Traveloka, karena beliau merupakan bintang top eropa, tapi sangat disayangkan, untuk mendatangkan seorang pelatih yang di bandrol mahal, Persib sepertinya kurang begitu berani dan terlihat seperti irit dalam pembelian seorang pelatih, karena yang menangani Persib, hanyalah Pelatih yang telah tidak asing lagi di klub Persib Bandung, yang mungkin kualitasnya di Liga 1 GO-JEK Traveloka sudah tidak lagi mampu bersaing dengan tim lain, berbeda dengan Liga Indonesia tahun 2014, Persib yang merupakan juara, tetapi di Liga 1 persaingan semakin ketat terutama di posisi pelatih, dan Persib tidak memberanikan diri untuk mendatangkan pelatih yang berbandrol mahal dengan kualitas yang tidak diragukan.

Foto : Liputan6.com
Foto : Liputan6.com

Kekalahan Persib Bandung pertandingan pekan terakhir kompetisi menyimpan kenangan yang kurang mengenakan, kalah dari di kandang Perseru Serui yang terancam degradasi dengan skor 0-2, sehingga terjadinya kerusuhan diakhir pertandingan, karena kekecewaan Bobotoh atas tim kebanggaannya sendiri yaitu Persib Bandung, merupakan kekecewaan yang baru terjadi selama Persib Bandung mengikuti kompetisi Liga Indonesia, yaitu di Liga 1 GO-JEK Traveloka, karena sebagian bus Persib sendiri menjadi amukan bobotoh sendiri, selain menyerbu turun ke lapangan setelah pertandingan usai, dan mungkin raport merah hubungan antara Bobotoh yang merupakan Suporter Persib Bandung dengan Manajemen dengan jajarannya kurang begitu baik, sehingga sepanjang Liga 1, banyak insiden-insiden yang terjadi.