Mohon tunggu...
Agus Hermawan
Agus Hermawan Mohon Tunggu... -

Pendidik di SMA Negeri 26 Bandung

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Lagi, Curah Deretan Kata di Bandara

30 Juni 2013   11:46 Diperbarui: 24 Juni 2015   11:13 177 1 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Alhamdulillah, setelah sekian lama tidak menjelajah pulau di luar Jawa, saat ini Kalimantan menjadi tujuan saya untuk berbagi seputar kurikulum 2013 dengan kawan-kawan di sana. Pun saat ini saya memiliki waktu beberapa jam sebelum diterbangkan dengan Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-506.

Setelah turun dari pemadu moda Primajasa, istirahat sejenak, mencarai deretan kursi disekitar terminal 2F yang kosong. Nah, ada bangku di ruang tunggu kosong yang muat untuk menitipkan pantat ini agar bisa beraktivitas menulis.

Perjalanan dari Bandung menujuCengkareng pada saat ini rada sulit diprediksi waktu yang dibutuhkan. Kemarin, saya untuk menghadiri resepsi pernikahan memerlukan waktu enam jam agar tiba di Jakarta. Berangkat dari rumah jam dua lebih tiba jam setengah sembilan, padahal undangan resepsi yang digelar disebuah hotel ini waktunya hanya dua jam, 19.00 sampai 21.00. alhamdulillah masih bisa berjumpa dengan mempelai dan keluarganya serta masih sempat mengisi perut yang agak keroncongan.

Kenapa selama itu perjalanan? Di jalan Pasteur kemacetan memerangkap kami. Lolos dari jalan Pasteur, di km 57 hingga 47 macet luar biasa. Rupanya perbaikan tol yang longsor beberapa hari lalu sedang berlangsung. Lolos dari sergapan kemacetan di km 47, otak berpikir mencari hotel dimaksud, keliling-keliling di Jakarta bagi bukan warganya ternyta mumet juga. Hotel sudah namapak di arah kanan, masalhnya bagaimana agar mobil bisa berbalik arah sesuai posisi hotel. Alamak, sekira setengah jam baru dapat arah yang tepat dan akhirnya tiba di depan hotel.

Atas kejadian tersebut, saya yang sudah membeli tiket ke bandara Soetta jam 09.00 untuk tanggal 30 Juni kembali berpikir ulang, jangan-jangan dengan estimasi empat jam dari Bandung bisa ditinggal pesawat. Sekalipun saya tiba dari Jakarta pukul 02.00 dini hari, setelah salat subuh, beres-beres telpon taxi untuk mengantar ke Batu Nunggal dimana markas Primajasa berada. Saya berniat mengganti tiket ke waktu yang lebih cepat. Alhamdulillah masih dapat tiket jam 07.30. sekalipun macet merajalela dengan estimasi plus 1,5 jam, insya Allah takkan terlambat ke bandara.

Eh, ternyata jalanan normal-normal saja. Jam 10.15, saya sudah tiba di Cengkareng, sementara check in jam 12.30. masih banyak waktu untuk dimanfaatkan. Itulah sahabat, prediksi bakalan macet malah-malah normal. Tiba pun kepagian. Tapi seperti pepatah yang saya gagas, jangan sesali tindakan yang sudah diputuskan, ambil saja hikmahnya. Bukan begitu sahabat?

Salah satu hikmah yang saya peroleh adalah dapat menulis satu artikel ini. Bisa jadi arrtikel merupakan awal dari hikmah-hikmah lainnya, semisal, terminal 2F yang nota bene adalah terminal bagi penumpang Garuda Indonesia sekarang tidak sesepi dulu untuk dikatakan ramai. Sekarang terminal ini ramai oleh penumpang, yang lalu lalang, yang makan-minum, yang tidur, yang hanya duduk, dan yang sedang menngantri untuk memasuki ruang check in.

Siapa bilang Indonesia miskin? Hehehe.... Buktinya jalan tol yang menghubungkan Bandung-Jakarta bisa macet. Apabila pemandangan ini dilahat dari atas udara pastilah ribual obil memadati jalan tol. Kayakan? Bayangkan uang yang harus dibayarkan naik pesawat apalagi Garuda Indonesia bukan perkara kecil. Namun yang saya lihat, luar biasa nyaris setiap terminal penuh. Di luar nampak mobilr-mobil, bis-bis, taksi pengangtar sampai berjejal hehehe.... Kayakan? Kaya dari sudut mana? Komentar semoga menghiasi artikel ini. setidaknya hati dan pikiran saya senang, satu artikel dapat dituntaskan di bandara sambil mennggu penerbangan.

Salam Kompasiana.

Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan