Mohon tunggu...
Agus Oloan
Agus Oloan Mohon Tunggu... Membaca adalah kegemaran dan Menuliskan kembali dengan gaya bahasa sendiri. Keharusan

Pengajar yang masih perlu Belajar...

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Sisihkan Uang Jajanmu! Inspirasi Sang Nenek Cerdaskan Finansial Anak

29 Juli 2018   23:11 Diperbarui: 29 Juli 2018   23:31 664 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sisihkan Uang Jajanmu! Inspirasi Sang Nenek Cerdaskan Finansial Anak
Upaya Mendukung Literasi Keuangan, Anak Sejak Dini Diajarkan Untuk Menabung. sumber gambar: www.female.com

Menabung, kegiatan untuk menyisihkan sebahagian uang yang dia punya di tempat aman, nyaman dengan tujuan tertentu, dan dalam waktu yang tertentu untuk tidak diambil. Tujuan dari menabung ini tentunya sangat mulia, dimana kita harus mampu membuat perkiraan dan perencanaan matang untuk tidak mengambil uang tersebut demi sesuatu tujuan.

Tentunya menabung ini bukanlah sesuatu yang gampang, harus penuh kebulatan tekad untuk mampu tidak tergoda dan secara berkelanjutan menyisakan sebahagian uang untuk ditabung. Kegiatan menabung tentunya tidak lepas dari peranan orangtua yang mengajarkan anaknya untuk menabung, dan kegiatan ini juga diturunkan dari orangtuanya orangtua kita. Begitulah seterusnya hingga era kekinian.

Saya ingat waktu anak-anak, ketika kakek, nenek, maupun famili berkunjung kerumah dan kebiasaan hingga sekarang adalah ketika akan pulang dari rumah yang dikunjungi, biasanya mereka kasih uang ke anak-anak kita. Itu sudah kebiasaan yang sangat sulit untuk diubah hingga era kekinian.

Nah, biasanya orangtua saya akan bilang, "Sini uangnya biar ditabung!", ketika sang nenek atau paman sudah pulang.

Dan memang orangtua sudah menyiapkan celengan untuk membiasakan budaya menabung sejak dini, sebab ada pepatah mengatakan, "Alah bisa karena biasa", artinya pekerjaan menabung itu menjadi suatu kebiasaan baik, ketika telah dilaksanakan secara iklas dan penuh kesadaran.

Menabung Untuk Masa Depan

Inspirasi menabung tertuang juga dalam Gerakan Literasi Nasional yang sedang digalakkan oleh pemerintahan sekarang, jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti memperkuat upaya pembentukan budaya literasi.

Ya, literasi berasal dari kata literatus, artinya orang yang belajar. Makna luasnya, kemampuan seseorang untuk memahami dan mengolah informasi, lebih dari itu, kemampuan untuk mengenali dan menggunakan segala potensi dalam dirinya, didapat tidak hanya lewat membaca dan menulis, tetapi juga lewat pengalaman yang dia dapat.

Jenis literasi ada literasi dasar dan inilah yang harus diajarkan kepada anak-anak kita sejak dini untuk membentuk karakter baik sehingga menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing. Ada enam komponen literasi dasar yang harus dikenalpak kepada anak sejak dini, yaitu: bagaimana menerapkan keterampilan inti untuk kegiatan sehari-hari.

Kemampuan literasi dasar tersebut, yaitu: kemampuan baca-tulis-berhitung, sains, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keuangan, budaya, dan kewarganegaraan.

Nah, diharapkan anak mulai mengenal konsep uang, mulai belajar tentang investasi, memahami tentang pinjaman, pajak, dan asuransi. Anak mulai belajar memahami pengelolaan keuangan rumah tangga. Itulah isi dari tahapan pendidikan tentang uang (financial literacy) sesuai dengan usia anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN