Mohon tunggu...
Agus Puguh Santosa
Agus Puguh Santosa Mohon Tunggu... Guru Bahasa Indonesia

Menulis adalah jalan mengenal sesama dan semesta.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Literasi Pendongkrak Martabat Bangsa dan Profil Pelajar Pancasila

26 September 2020   16:05 Diperbarui: 26 September 2020   16:17 27 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Literasi Pendongkrak Martabat Bangsa dan Profil Pelajar Pancasila
Sumber Foto: Dokumentasi pribadi melalui tayangan Zoom Webinar Puspeka Kemendikbud RI

Pada tanggal 8 September di setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Aksara Internasional. Dengan semangat itu pulalah Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud RI mengangkat tema "Gerakan Literasi untuk Mewujudkan Pelajar Pancasila" melalui webinar ke-10, Sabtu, 12 September 2020. Cinthya Kamil selaku pembawa acara berhasil mengajak para peserta webinar untuk bertahan hingga di penghujung kegiatan.

Berkaitan dengan tema besar yang diangkat, Kepala Pusat Penguatan Karakter Hendarman dalam paparannya menjelaskan bahwa Profil Pelajar Pancasila nantinya akan menjadi sasaran akhir dari seluruh kebijakan yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, seperti tertuang dalam Permendikbud No. 22 tahun 2020.

Narasumber pertama dalam webinar ini adalah Rina Heryani yang berprofesi sebagai penulis/penyair sekaligus Pengawas SMP Kota Cimahi. Doktor bidang studi Bahasa Indonesia ini menyampaikan kiat-kiat meliteratkan pelajar Pancasila. Menurut Rina, literasi merupakan pondasi dari semua kegiatan pembelajaran yang bisa memberikan arahan bagi kemajuan semua tujuan pendidikan. Hal tersebut sangat mendukung pernyataan UNESCO dalam deklarasinya yang menegaskan bahwa literasi merupakan hak asasi manusia yang fundamental.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, pemerintah melalui Kemendikbud RI tetap mengadakan PDR (daring, luring, maupun blended learning) agar para pelajar kita tidak tertinggal. Dalam literasi, kemampuan berbahasa dan berpikir lebih diutamakan.

Pembicara berkompeten lainnya adalah Aminudin Aziz selaku Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Melalui materi bertajuk "Bahasa, Pikiran, dan Pembentukan Karakter Pelajar Pancasila," Aminudin mengawali penjelasannya dengan membahas taksonomi berbahasa yang diulas secara menarik. Melalui penjelasan yang disampaikannya, kita dapat mengetahui bahwa istilah-istilah dalam bahasa daerah di Indonesia mempunyai kekayaan begitu rupa berkaitan dengan penyebutan suatu benda atau keadaan dengan aneka kondisi yang tidak kita jumpai dalam bahasa Inggris.

Di bagian lain penjelasannya, Aminudin sempat mengulas bagaimana gejala bahasa musiman pernah terjadi di Indonesia dalam beberapa kurun waktu, diantaranya: fenomena bahasa Ali Topan, bahasa prokem, fenomena Debby Sahertian, bahasa alay, hingga fernomena terkini 'anjay' yang sempat menjadi bahan perdebatan di media sosial.

Dalam webinar seri ke-10 ini, kaum muda diwakili oleh Judah Purwanto, salah satu siswa berprestasi di ajang debat internasional, yang pada 2020 ini menjadi Top 10 Best Speaker di World Schools Debating Championship. Judah membahas materi berjudul "Literasi Berbicara".

Alumnus Sekolah Pelita Harapan ini membagikan pengalamannya dalam keikutsertaannya pada berbagai lomba debat dalam bahasa Inggris. Judah membagikan sejumlah tips agar kita dapat menjadi pembicara yang percaya diri, diantaranya: fokus dengan pesan, meskipun kita tidak terlalu pandai berkata-kata; berbicara dengan baik sekaligus mendengar dengan baik; dan tidak pernah berputus asa.

Narasumber yang tidak kalah menarik adalah Ivan Lanin yang merupakan pegiat literasi dan pendiri Narabahasa. Dengan tema "Pemilihan dan Pemilahan Informasi", Ivan secara gamblang menjelaskan 10 keterampilan berkomunikasi yang harus kita miliki di era digital saat ini.

Melalui rangkaian webinar ke-10 ini, terdapat 3 profil pelajar Pancasila yang berkaitan erat dengan tema-tema yang diangkat oleh para pembicara, diantaranya: berkebhinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN