Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

Kompasianer of The Year 2019 | Nomine Best in Spesific Interest Kompasianival' 19 | Admin Ketapels | IG agunghan_ | agungatv@gmail.com |

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Setiap Ayah Ditakdirkan Tangguh? [Review Buku "Ayah Tangguh" ]

5 Juli 2020   15:06 Diperbarui: 5 Juli 2020   16:06 141 8 1 Mohon Tunggu...

"Apakah ayah setuju ketika  mendengar kata rumah maka benak kita akan membayangkan tempat di mana ada cinta, kehangantan, kenangan menyenangkan juga tempat unuk selalu kembali pulang?" Prolog buku Ayah Tangguh -- Dandy Birdy

Saya pribadi, ketika diperkenankan-NYA menghadiahi rumah untuk istri dan anak-anak. Tekad yang kali pertama muncul di benak ini, adalah bahwa rumah ini musti menjadi tempat yang nyaman.

Artinya rumah yang selalu dirindukan penghuninya, untuk segera pulang dan berkumpul. Merasakan hawa rumah, yang tidak ada dan tidak didapatkan di manapun.

Saya ingat kalimat diucapkan istri, setiap pulang dari bepergian yang menginap satu dua hari. Setelah meletakkan koper isti pakaian kotor, istri kerap mengucapkan. "Memang beda rasanya, kalau sudah di rumah sendiri"

Rumah yang dibeli dengan jerih keringat, yang setiap barang dan sudutnya, telah disentuh dan diberi ruh pemiliknya. Dan  si ayah, memegang tampuk kendali itu. Karena di pudaknya kepemimpinan negara mini dipercayakan.

Membaca buku "Ayah Tangguh" karya Dandy Birdy, saya seperti diajak menekuri diri sendiri. Menguliti semua sikap, yang (sebagai ayah) telah saya lakukan sepanjang berumah tangga.

"Kamu laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena Allah telah melebihkan sebagian  mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)".  QS An-Nisa ; 34

dokpri
dokpri
-----

Kompasianer, menjadi ayah memang butuh proses, dan proses bisa dipengaruhi latar belakang si ayah. Kompasianer bisa mendapatkan beberapa tipe ayah, pada Bab I - Disharmoni Keluarga.

Ada tipe ayah "Si Anak Mami", "Si Penyiksa", "Si Pelit", kemudian ada tipe ayah "Si ATM", "Si Ambisius", "Si Pemarah" dan "Ayah Virtual".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x