Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Ordinary People

Kompasianer of The Year 2019 | Nomine Best in Spesific Interest Kompasianival' 19 | Admin Ketapels | IG agunghan_ | agungatv@gmail.com |

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Selarik Hikmah di Balik Covid-19, Sebegitu Sibukkah Kalian Para Ayah?

26 Maret 2020   23:06 Diperbarui: 27 Maret 2020   14:50 2950 7 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Selarik Hikmah di Balik Covid-19, Sebegitu Sibukkah Kalian Para Ayah?
Ketika sekarang semua dikejutkan dengan wabah Covid-19, mungkin ini pula saatnya bagi para ayah untuk meluangkan lebih banyak waktu bercengkerama dengan keluarga.| Dokumentasi pribadi

Lazimnya para ayah, punya hanya sedikit waktu untuk istri dan anak-anak di rumah. Hal ini berlaku pada (nyaris) semua ayah, di segala lapisan sosial ekonomi pendidikan.

Mulai dari ayah yang petani, ayah pekerja kantoran, ayah pengemudi ojol atau angkutan umum, ayah pedagang, ayah yang bekerja secara mandiri (wiraswasta) dan lain sebagainya.

Tugas dan tanggung jawab pencarian nafkah keluarga, rupanya begitu menyita waktu, tenaga dan pikiran selama seharian.

Ayah berangkat di pagi buta, kemudian seharian bergelut dengan peluh di luar rumah, dan pulang ketika langit berangsur gelap membawa sisa tenaga yang ada.

Saya kagum dengan para ayah yang tangguh, pada pundak mereka begitu sigap memikul beban tak terkira beratnya. Dan untuk hal itu, ayah rela mengorbankan yang dimiliki bahkan dirinya sendiri.

Tak ayal sesampai ayah di rumah, genap sudah tubuh menyandang peluh dan kelelahan. Kemudian hanyut dalam istirahat, istri dan anak-anak tak berani mendekat.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
"Sssst, ayah jangan diganggu."

Buah hati dengan langkah jinjit menengok ke ibu, kemudian balik arah dan ciut nyali selanjutnya urung mendekati ayah sedang terlelap.

Si ayah menanggung kecapekan, sangat butuh waktu istirahat mengembalikan stamina. Menyiapkan diri menyambut hari baru, kembali mengulang seperti hari ini dan kemarin.

Entahlah seberapa panjang waktu hendak dilewati ayah, dengan terus mengulangi hal yang sama seperti layaknya menghembuskan nafas.

------

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x