Mohon tunggu...
Agsa Bagaskara
Agsa Bagaskara Mohon Tunggu... Operator - Seminaris

Dimas anjayy mabar professional!!!

Selanjutnya

Tutup

Nature

Pembelajaran Sekolah dan Ancamannya terhadap Kehidupan Manusia

12 September 2022   22:36 Diperbarui: 12 September 2022   22:39 42 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Nature. Sumber ilustrasi: Unsplash

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pohon telah banyak membantu kehidupan kita. Banyak aspek kehidupan kita yang dapat berdiri tegak berkat bantuan dari pepohonan. Rumah pada umumnya menggunakan kayu sebagai bahan pembangunannya; banyak peralatan, seperti meja dan kursi, dibuat dengan kayu sebagai bahan dasarnya; kertas yang selalu kita pakai dalam dunia kerja dan persekolahan dibuat dari pohon-pohon berkambium; kita menghirup oksigen yang dihasilkan dari pepohonan, dan masih banyak lagi. Manusia hingga sekarang ini masih bergantung pada pepohonan untuk menyokong kehidupan mereka. Namun, tahukah anda bahwa ketergantungan kita terhadap pepohonan ini dapat mengancam kehidupan kita sendiri?

Mari sejenak kita beralih ke dunia persekolahan. Seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya bahwa sistem pendidikan kita masih bergantung pada penggunaan kertas sebagai media pembelajaran. Sayang, penggunaan kertas di sekolah kerap kali tidak optimal; kertas-kertas yang masih bisa terpakai kerap terbuang begitu saja seperti kertas ulangan dan surat-surat. Kertas baru juga kerap dipakai pada urusan-urusan persekolahan yang hanya sesaat membutuhkan kertas seperti ulangan. Saya telah melakukan penelitian kecil pada salah satu instansi sekolah asrama bernama Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan. Dari data per Agustus 2022 yang sudah saya dapatkan, setidaknya Seminari Mertoyudan membutuhkan 50 rim kertas dalam sebulan untuk keperluan persekolahan dan asrama, sedangkan satu batang pohon pada umumnya menghasilkan 16 rim kertas. Dari fakta ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Seminari membutuhkan kurang-lebih 3 batang pohon yang ditebang setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan kertasnya. Lalu, apa hubungannya dengan keselamatan jiwa manusia?

Jika kita analisis lebih mendalam lagi, satu pohon akasia (salah satu pohon yang menjadi bahan pembuatan kertas) dapat menghasilkan 143,33 kg oksigen dalam sehari, yang mana jumlah produksi ini dapat menunjang kebutuhan oksigen 165 orang dalam sehari. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa dalam sebulan, setidaknya ada 495 orang yang terancam tidak terpenuhi kebutuhan oksigennya untuk memenuhi kebutuhan kertas di Seminari. Perlu diingat juga bahwa data ini baru terdapat dalam satu instansi persekolahan, sedangkan di Indonesia sendiri terdapat 300.000 lebih instansi persekolahan, belum lagi dengan perusahaan-perusahaan dan kegiatan lainnya yang membutuhkan kertas. Hal ini perlu menjadi keprihatinan kita bersama, mengingat adanya nyawa manusia yang terancam karena kebutuhan kertas kita. Lalu, adakah cara untuk mengatasi hal ini?

Saya katakan bahwa tidak ada cara untuk mengatasi hal ini, namun setidaknya ada cara untuk mengurangi risiko nyawa terancam yang ditimbulkan oleh kebutuhan kita akan kertas. Kita perlu melakukan penghematan kertas lewat tindakan sehari-hari kita. Kita perlu menggunakan kertas seoptimal mungkin dengan cara menggunakan kedua sisi kertas, jangan hanya satu sisi lalu dibuang begitu saja. Selain itu, instansi persekolahan diharapkan menggunakan kertas buram dalam urusan-urusan jangka pendek seperti ulangan dan latihan soal. Selain itu, sampah kertas juga harus dipisahkan dari jenis sampah yang lain agar dapat dikumpulkan dan didaur ulang menjadi kertas baru lagi maupun menjadi kertas buram. Kita harus senantiasa ingat bahwa setiap tindakan kita akan berdampak bagi kita sendiri dan alam. Keselamatan jiwa banyak orang dan anda sendiri berada di tangan anda!

Source:

https://akuinginhijau.org/2009/12/01/fakta-kertas/

https://www.forestdigest.com/detail/942/kebutuhan-oksigen-manusia

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/06/23/berapa-jumlah-sekolah-di-indonesia

Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan