Mohon tunggu...
Ash
Ash Mohon Tunggu... Insinyur - Profesional Planner

Think and Create Different...

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Alasan Mengapa Implementasi "Lean" Perlu Dimulai dari "Prod Plan"

9 September 2021   20:21 Diperbarui: 10 September 2021   06:00 247 10 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Konsep lean merupakan salah satu pilar penunjang produktivitas | Sumber gambar: istockphoto

Di dalam teori manajemen kita mengenal istilah PDCA atau Plan, Do, Check, dan Action

Konsep tersebut lebih dikenal sebagai siklus PDCA yang digagas oleh Walter Shewhart dan lantas dikembangkan oleh Wiliam Edwards Deming. 

Siklus PDCA ini merupakan dasar pijakan untuk mengelola suatu proses sehingga berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Di dalam PDCA, Plan menempati urutan pertama dan merupakan landasan awal untuk memulai suatu "perjalanan". 

Segala hal yang berkaitan dengan upaya pencapaian tujuan atau perbaikan terus-menerus (Continuous Improvement) akan selalu dimulai dengan tahap ini. Tahap merencanakan baru kemudian hal itu akan bisa dieksekusi, dievaluasi, hingga kemudian dibuatkan tindakan perbaikan.

Tanpa adanya rencana awal, maka tahapan-tahapan selanjutnya tidak akan bisa dikerjakan dengan sebagaimana mestinya. 

Hal tersebut sekaligus merupakan indikasi bahwa ketika tahapan awal bermasalah, maka tahap selanjutnya pun akan mengalami kondisi serupa. Sama-sama bermasalah sehingga baik buruknya hasil akhir akan sangat ditentukan oleh baik buruknya Plan yang dibuat pada awalnya.

Prinsip "Lean" dan Produktivitas

Dunia bisnis tentunya sudah cukup familiar dengan konsep lean sebagai salah satu metode yang dimaksudkan untuk mengerek produktivitas. 

Produktivitas merupakan salah satu pilar penting yang cukup menentukan kondisi bisnis apakah menjadi sesuatu yang menguntungkan atau sebaliknya. Sehingga dengan penerapan metode tersebut, diharapkan akan mampu mendeteksi untuk kemudian menghilangkan hal-hal yang mengganggu produktivitas tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan