Mohon tunggu...
Agil S Habib
Agil S Habib Mohon Tunggu... Founder Sang Penggagas; Penulis Buku Powerful Life; Seorang Pecinta Literasi; Bisa dihubungi di agilseptiyanhabib@gmail.com

Berkarya dan hidup bersamanya

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Investasi Bodong MeMiles dan Pentingnya Literasi Finansial

11 Januari 2020   11:26 Diperbarui: 12 Januari 2020   20:04 647 8 3 Mohon Tunggu...
Investasi Bodong MeMiles dan Pentingnya Literasi Finansial
ilustrasi investasi. (sumber: shutterstock via kompas.com)

"Yang membuat MeMiles cukup ampuh dalam menarik minat orang-orang adalah terkait klaim kerja sama yang mereka lakukan dengan Google Indonesia." 

Keberadaan investasi bodong di Indoenesia sebenarnya sudah bukan barang baru lagi. Sudah cukup banyak anggota masyarakat kita yang tertipu bujuk rayu investasi hingga membuat mereka kehilangan banyak uang.

Namun jikalau para public figure juga turut terlibat didalam "program" investasi murah dengan reward mewah itu maka bisa jadi investasi itu memiliki sesuatu yang luar biasa. 

Sebagaimana ramai diberitakan baru-baru ini dimana ada beberapa nama artis populer tanah air seperti Judika, Sammy Simorangkir, Ello, Eka Deli, dan lain-lain yang ikut tercatut namanya dalam lingkaran kasus investasi bodong bernama "MeMiles".

"MeMiles" merupakan investasi bodong "model baru" berkedok platform aplikasi Digital Advertising yang memadukan tiga jenis bisnis yaitu advertising, market place, dan traveling.

Investasi MeMiles dikelola oleh sebuah perusahaan bernama PT Kam and Kam yang beroperasi berbasiskan jaringan keanggotaan. 

Aplikasi MeMiles merupakan "alat bantu" untuk "menjerat" calon anggota baru dimana mereka yang berhasil mendapatkan "pengikut" akan memperoleh bonus atau komisi. 

Para member bisa memulai proses investasinya dengan melakukan top up melalui aplikasi MeMiles dengan nominal tertentu. Ada yang melakukan top up dari Rp 50 ribu hingga ratusan juta rupiah. 

Mereka yang melakukan top up dijanjikan imbal hasil yang cukup menggiurkan mulai dari ponsel, sepeda motor, emas, hingga mobil. Tak ayal ratusan ribu orang tertarik oleh janji manis ini dan rela menyetorkan pundi-pundi uang mereka pada investasi ini. 

Sehingga tidak mengherankan jika hanya dalam waktu 8 bulan saja investasi bodong ini sudah mengeruk omzet hingga Rp 750 miliar. Untungnya, pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur berhasil menghentikan praktik ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dua tersangka yang diamankan yaitu KTM (54) dan FS (52) pernah melakukan penipuan yang sama di tahun 2015. Sehingga bisa dikatakan KTM dan FS adalah "pemain lama" yang tidak kunjung jera untuk melakukan "proyek" penipuan berkedok investasi bodong. 

Yang membuat MeMiles cukup ampuh dalam menarik minat orang-orang adalah terkait klaim kerja sama yang mereka lakukan dengan Google Indonesia.

Dengan mengusung aplikasi berbasis periklanan dan mencatut nama Google Adsense didalamnya, maka hal ini menjadi formula yang cukup ampuh untuk "membius" minat para korban agar berinvestasi di MeMiles.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x