Gayahidup highlight

XL Pass di Negeri Kabel

4 September 2017   23:56 Diperbarui: 5 September 2017   00:00 507 0 0
XL Pass di Negeri Kabel
Dokumen pribadi

Negeri kabel,adalah salah satu julukan yang diberikan pada negara Korea Selatan. Selain terkenal dengan negeri ginseng, ternyata di era digital ini Korea Selatan juga dijuluki negeri kabel karena WiFi yang tersedia di berbagai lokasi, dapat diakses dengan mudah oleh siapapun dan merupakan salah satu akses internet yang tercepat di dunia. Wah, menyenangkan sekali bukan.

Saya berkesempatan mengunjungi Korea Selatan pada awal April lalu dalam rangka liburan. Saya bersama dua rekan saya mengikuti program open trip dari sebuah agen travel.

Hari keberangkatan kami dijadwalkan pada tanggal 1 April 2017, namun, ternyata pada tanggal itu ada sebuah acara yang harus saya ikuti dan mengharuskan saya menyusul rombongan pada hari berikutnya, yaitu tanggal 2 April 2017. Karena saya berangkat sendirian dan harus transit di Malaysia, maka saya harus berkomunikasi dengan agen travel untuk koordinasi penjemputan dan meeting point.

Salah satu yang saya persiapkan adalah paket internet, tentunya untuk menghubungi agen travel karena harus berkoordinasi menyusul rombongan, menghubungi keluarga, update media sosial supaya eksis hehehhe.... dan memantau email kantor. Dari beberapa blog yang saya kunjungi, banyak yang menyarankan untuk menggunakan WiFi airport setibanya di bandara Incheon dan menyewa modem atau WiFi di Korea Selatan selama beberapa hari.

Namun setelah mempelajari lebih lanjut, saya mengurungkan niat karena biayanya lebih mahal. Sebagai pengguna XL, saya akhirnya mengunjungi situs web XL https://xplor.xl.co.id/  untuk mempelajari paket-paket roaming di luar negeri. Akhirnya, setelah membaca penjelasan bahwa XL telah bekerjasama dengan operator di Korea Selatan, yaitu SK Telecom dan paket harga yang masuk akal yakni Rp200.000,00 untuk 7 hari, maka saya memutuskan untuk menggunakan paket XL Pass.

Aktivasinya cukup mudah, tinggal klik *123*747# atau klik *123# - pilih angka 7 (menu info lain) -- pilih angka 1 (menu info kartu XL-ku) - pilih angka 4 (menu Layanan Internasional) lalu ikuti petunjuk selanjutnya. Segera setelah mendapat notifikasi aktif layanan XL Pass, kita dapat cek kembali ke *123# atau cek melalui Call Center XL. Nah, karena saya sudah berlangganan paket HotRod 24 jam sebelumnya, maka saya tidak perlu mengaktifkan lagi paket internet XL lainnya. Saya mengaktifkan XL Pass dan cek paket HotRod 24 jam kira-kira 6 jam sebelum keberangkatan.

Pada waktu transit di Malaysia, saya mencoba chatting dengan teman saya yang sudah berada di Seoul. Tidak ada kendala sama sekali waktu itu. Beberapa jam kemudian saya menginjakkan kaki di bandara Incheon dan langsung disibukkan dengan proses imigrasi sehingga tidak sempat menghidupkan handphone.

Setelah proses imigrasi selesai, saya duduk dan menghidupkan handphone, melihat banyak panggilan masuk tak terjawab dan banyak chat yang belum dibalas malah membuat saya tersenyum lega. Artinya layanan XL berfungsi baik di sini. Pada saat  saya melakukan panggilan dengan rekan dari agen travel yang bertugas menjemput pun, suara kami tetap tersambung dan tidak terputus.

Dokumen pribadi
Dokumen pribadi

Berikut adalah sedikit ulasan singkat saya sewaktu berada di Korea Selatan:

Makanan

Setibanya di Seoul, tentunya saya dan rombongan yang kebanyakan muslim menginginkan makanan halal. Tidak masalah pada waktu siang hari karena tempat makan diarahkan oleh pemandu travel.

Namun masalahnya adalah pada waktu kami mengunjungi tempat wisata banyak sekali camilan atau minuman menggoda disana, yang kadang kami tidak tahu bahannya terbuat dari apa. Pernah suatu kali, saya mengira jika odeng itu adalah campuran daging ayam dan babi, namun ternyata setelah mencari di internet, odeng adalah semacam fish cake (maklum ya J). Saya juga merasa beruntung karena di internet banyak sekali mengulas tempat makan halal di Seoul dan banyak para blogger yang  sudah membagikan lokasi penjual makanan enak, halal dan terjangkau tersebut.

Peta dan jalur subway

Tidak dapat dipungkiri apabila internet memudahkan saya mempelajari jalur track subway di Korea Selatan. Namun ada cerita lucu kami sewaktu akan berbelanja ke pasar oleh-oleh. Menurut salah satu ulasan blog wisata yang menunjukkan foto keramaian pasar, tempat tersebut adalah Dongdaemun Market. Karena mulai jam 7 malam adalah jam bebas, maka kami langsung menuju ke stasiun dekat penginapan setelah menyelesaikan jadwal trip bersama rombongan.

Setelah mempelajari jalur subway di internet, kami bergegas naik kereta ke arah Dongdaemun. Turun dari kereta dan menuju Dongdaemun Market, kami melewati bangunan megah seperti space ship yang ada dalam film bergenre future fiction. Ternyata bangunan itu adalah Dongdaemun Design Plaza. Tidak lupa kami berfoto dulu di depan bangunan tersebut. Setelah mengitari kompleks Dongdaemun market, kami tidak menemukan apa yang kami cari.

Pada ulasan blog yang saya lihat tampak pasar outdoor dipenuhi souvenir dan camilan khas Korea Selatan. Namun ternyata, kenyataannya yang kami lihat adalah pasar indoor seperti ITC dengan harga yang lumayan mahal. Karena lelah dan penasaran, akhirnya kami bertanya di counter tourist center, dan.... petugas menjelaskan bahwa kami salah arah, yang tampak pada foto tersebut adalah Namdaemun market bukan Dongdaemun. Astagaaa... ternyata percaya 100% pada blog juga tidak disarankan lho teman-teman. Akhirnya kami memutuskan esok hari akan mengunjungi Namdaemun market.

Esok harinya kami mempelajari kembali jalur subway yang mengarah ke Namdaemun. Dan akhirnya tibalah kami di pasar oleh-oleh yang sangat ramai, selain murah dan dapat ditawar, pasar ini super lengkap. Mulai dari camilan, souvenir, pernak pernik, bumbu masak, dsb, semua tersedia di sini.

Narsis upload dan lancar berkomunikasi

Bahagia itu sesederhana lancar upload di media sosial sewaktu travelling. Yap, inilah yang saya rasakan. Mulai dari upload video, foto, dan ulasan di media sosial facebook, instagram, dan path semuanya tanpa kendala.

Jaringan terkoneksi lancar dimanapun berada, mulai dari Myeongdong, Istana Korea Selatan, Hanok Village, Dongdaemun, Namdaemun, Namsan, Nami Island, dsb. Bahkan saya menggunakan video call untuk menghubungi keluarga saya yang ada di Solo, Jawa Tengah sewaktu saya berada di Myeongdong District, dan video call tersebut benar-benar memiliki suara dan gambar yang jernih. Untuk group chat dan email juga tidak diragukan lagi, semua lancar mengalir tanpa kendala. Jadi, saya tetap bisa cek email masuk seperti biasa.  Wow, serasa berada di Indonesia.

Banyak yang bertanya mengapa saya tidak memakai jaringan WiFi yang ada disana. Yang pertama, karena jadwal perjalanan kami yang sangat padat dan harus berganti-ganti tempat. Banyak sekali spot foto di Korea Selatan yang menarik dan indah, apalagi pada saat cherry blossom.

Hal inilah yang membuat saya malas untuk berganti-ganti WiFi dan mencari informasi password (banyak lokasi WiFi yang harus memasukkan password secara manual).  Yang kedua, saya pernah mengikuti sharing session tentang keamanan data, di mana pada sharing session tersebut dijelaskan bahwa sangat mudah  bagi hacker untuk masuk ke sistem gadget pribadi seperti handphone, tablet atau laptop jika menggunakan public WiFi seperti di airport, hotel, taman, dsb. Bahkan para hacker tersebut membutuhkan waktu kurang dari 5 menit. Wow! Jadi setelah saya mengikuti seminar tersebut, dan mempertimbangkan bahwa karena di gadget saya terdapat aplikasi perbankan, email dan data lainnya, saya benar-benar membatasi menggunakan public WiFi.

Secara keseluruhan saya puas memakai paket XL Pass dan HotRod 24 jam dan saya merekomendasikan ke teman-teman ataupun saudara saya yang akan bepergian ke luar negeri. Di era digital  seperti sekarang, inilah yang saya butuhkan, menikmati lancarnya terkoneksi  internet XL4GLTE di luar negeri semudah di dalam negeri.

https://xplor.xl.co.id/t5/Paket-Internet/XL-Pass-di-Negeri-Kabel/m-p/58537#M1630