Mohon tunggu...
Afa Fadila
Afa Fadila Mohon Tunggu... Mahasiswa - Prodi : Pendidikan Islam Anak Usia dini

STOP WISHING START DOING!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Desain Pembuatan APE

1 November 2021   21:40 Diperbarui: 1 November 2021   21:44 3010 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Penggunaan alat permainan edukatif dalam pembelajaran anak berfungsi sebagai media dan sumber pembelajaran. Melalui pembelajaran dengan menggunakan alat permainan memberikan wawasan ilmu sekaligus memberi pengalaman yang nyata kepada anak. Alat permainan edukatif sudah ada sejak zaman nenek moyang dan terus digunkanan dan dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman. Alat permainan pada saat ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi yang ada.

Meskipun banyak alat permainan edukatif yang dijual secara bebas di berbagai toko mainan kusus anak, tetapi terkadang  keterbatasan dana serta ketepatan ukuran dan syarat mainan sebagai APE menjadi salah satu kendala. Oleh sebab itu, orang tua maupun guru diharapkan dapat berkreasi dengan merancang dan membuat alat permainan edukatif sendiri dengan menggunakan berbagai bahan yang mudah ditemui di lingkungan sekitar. Keterampilan membuat alat permainan edukatif perlu dikuasai, sehingga keterbatasan dana bukan lagi menjadi kendala dalam mengembangan potensi anak usia dini.

Pembuatan alat permainan edukatif membutuhkan desain khusus yang disesuaikan kebutuhan dan usia anak. Pembuatan alat permainan edukatif untuk anak hendaknya memenuhi beberapa syarat teknis dan estetis. Berikut penjabaran menganai dua syarat pembuatan alat permainan edukatif di lembaga pendidikan formal, diantaranya:

Syarat secara Edukatif

  • Alat Permainan Edukatif (APE) dibuat sesuai dengan program kegiatan pembelajaran (kurikulum yang sedang berlaku).
  • Alat Permainan Edukatif (APE) dibuat sesuai dengan didaktik-metodik, maknanya APE dapat digunakan sebagai alat bantu keberhasilan proses pembelajaran, mendorong aktivitas serta kreativitas anak yang sesuai dengan kemampuan atau sesuai dengan tahap perkembangannya.

Adapun syarat secara teknis yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

  • Rancangan APE harus sesuai dengan tujuan dan fungsi sarana, untuk menghindari terjadinya kesalahan konsep. Contohnya dalam pembuatan balok bagunan yang perlu memperhatikan ketepatan bentuk dan ukuran yang akurat, dengan tujuan agar tidak mengalami kesalahan konsep.
  • APE harus dapat digunakan dalam mengembangkan berbagai aspek, meskipun untuk tujuan tertentu. Sebab tidak menutup kemungkinan jika APE dapat digunakan untuk pengembangan lebih dari satu aspek.
  • Bahan yang digunakan dalam pembuatan APE sebaiknya yang mudah ditemui di lingkungan sekitar, bisa dengan membeli atau menggunakan barang bekas/sisa.
  • Bahan-bahan yang digunakan perlu diperhatikan, seperti tidak mengandung unsur yang dapat membahayakan anak. Contohnya tidak tajam, tidak beracun, dan lain sebagainya.
  • APE yang dibuat hendaknya tahan lama dan kuat.
  • APE hendaknya dapat digunakan dengan mudah, memberikan kesenangan bagi anak, sebagai sarana ekperiman dan eksplorasi.
  • APE semestinya tidak hanya dapat digunakan bersama namun juga dapat digunakan secara individual dan klasikal.

Selain syarat edukatif dan syarat secara teknis, masih terdapat satu syarat lagi yaitu syarat secara estetika, dianaranya:

  • Bentuk dari rancangan APE harus elastis dan ringan, agar mudah dibawa kemana-mana oleh anak.
  • Ukuran harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak (tidak terlalu besar maupun terlalu kecil).
  • Pemberian warna harus nervariasi dan menarik.

APE dibuat melalui beberapa prosedur yang dapat dilakukan oleh guru/orang tua, yaitu sebagai berikut:

  • Guru perlu mempelajari dan menguasai rencana program pembelajaran terutama perihal berbagai kemampuan yang harus dicapai oleh anak.
  • Guru melakukan analisis terhadap program pembelajaran dengan tujuan mengetahui keterkaitan antara kemampuan yang akan dicapai anak berbentuk kegiatan dan sarana yang diperlukan.
  • Guru/ orang tua perlu memeriksa kelengkapan alat permainan, seperti kelengkapan setiap jenis dan jumlah yang dibutuhkan.
  • Guru/orang tua perlu memeriksa fungsi alat, seperti masih dapat berfungsi atau tidak.
  • Guru/orang tua perlu mengamati kebutuhan sarana yang diperlukan saat melaksanakan kegiatan pembelajaran.
  • Hal selanjutnya yaitu merencanakan pembuatan APE dan melaksanakannya.

Rancangan pembuatan alat permainan edukatif perlu melalui beberapa langkah, meliputi:

  • Analisisi program pembelajaran atau kurikulum
  • Identifikasi alat
  • Identifikasi alat permainaan yang dibutuhkan
  • Merancang alat permainan
  • Proses pembuatan alat permainan

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dimengerti bahwa pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk anak usia dini perlu memperhatikan beberapa syarat seperti, syarat secara teknis dan estetis. Selain itu juga harus memperhatikan dan melalui berbagai prosedur serta langkah-langkah pembuatan. Jenis alat permainan dapat dibuat dengan berbagai macam sesuai dengan kebutuhan serta bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kreativitas dan inovasi menjadi salah satu hal terpenting yang perlu dimiliki oleh seseorang yang ingin menciptakan alat permainan edukatif, dengan tujuan menghindari kendala dalam perencanaan serta pembuatan alat permainan.

Penggunaan bahan pun dalam pembuatan APE menjadi hal terpenting yang perlu diperhatikan. Hal ini disebabkan, bahan-bahan yang digunakan harus disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak. Misalnya pada anak yang berusia 2-4 tahun belum cocok untuk diberikan mainan dengan bahan berbulu, karena dikhawatirkan ada bulu atau debu yang menempel akan terhirup oleh anak dan berdampak pada kesehatannya. Selain bahan yang berbulu, bahan yang terlalu keras dan tajam juga tidak diperkenankan untuk anak. Ukuran alat permainan juga perlu disesuaikan dengan usia anak. Anak usia bayi tidak boleh diberikan alat permainan yang berukuran kecil, sebab anak pada usia ini cenderung masih memasukkan berbagai benda kedalam mulut sebagai bentuk eksplorasi. Pemilihan cat yang akan digunakan untuk alat permaina tidak boleh yang mengandung racun. Warna-warna yang digunakan juga harus bervariasi dan mencolok. Wrna-warna yang mencolok selain dapat membuat anak tertaik tetapi juga dapat menstimulus spek kognitifnya. Alat permainan edukatif juga dapat digunakan oleh anak berkebutuhan khusu. Akan tetapi desain alat permainan perlu disesuaikan dengan klasifikasi gangguan dan tingkatan yang dialami oleh anak.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan