Mohon tunggu...
Ladislaus Sengkoen
Ladislaus Sengkoen Mohon Tunggu... Pengusaha muda

Membaca dan menulis adalah Hobby ku.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Presiden Jokowi Mengamuk Para Menteri Karena Tidak Ada Progres dalam Menangani Pandemi Covid-19

29 Juni 2020   20:55 Diperbarui: 29 Juni 2020   21:05 54 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Presiden Jokowi Mengamuk Para Menteri Karena Tidak Ada Progres dalam Menangani Pandemi Covid-19
Presiden Jokowi (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden RI Joko Widodo ( Jokowi) memberi teguran keras dan arahan tegas dalam rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta pada tanggal 18 Juni 2020. Namun baru di rilis atas izin Deputy bidang Protokol, Pers dan media sekretariat RI Bey Triadi Machmudin, agar diketahui oleh publik.

Presiden Jokowi geram terhadap kinerja para menteri dalam menangani kasus Covid-19, Presiden mengancam akan rishuffle bawahannya yang bekerja biasa - biasa saja. Tak hanya itu Presiden juga menegaskan bahwa Ia pertaruhkan reputasi politik nya demi menyelamatkan 267 juta rakyat Indonesia di masa krisis ini.

Dalam pidatonya di hadapan para menteri dan awak media, Jokowi mengatakan bahwa "kita yang berada di sini bertanggungjawab terhadap 267 juta penduduk rakyat Indonesia. Tolong di garis bawahi. Dan perasaan kita tolong sama, jangan menganggap biasa saja atau menganggap ini normal".

Selanjutnya orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan " ini bahaya sekali jika kita menganggap ini normal, dan saya melihat masih banyak sekali yang menganggap ini normal. Kita harus satu perasaan karena jika satu saja yang berbeda perasaan maka sangat berbahaya".

Jadi tindakan - tindak kita, keputusan - keputusan kita dan juga kebijakan kita harus dalam suasana krisis. Jangan beranggapan jika ini sudah dalam new normal. Ini sangat berbahaya. Lanjutnya.

Jokowi juga dengan nada tinggi di hadapan para menteri mengatakan, jangan menggunakan hal - hal yang biasa di masa krisis dan management krisis sudah berbeda semuanya.

Beliau juga meminta kepada para bawahannya, "kalau perlu kebijakan Perpu dan kebijakan Perpres saya siap keluarkan, atau  saudara - saudara punya peraturan menteri keluarkan untuk menangani negara, karena kita memiliki tanggungjawab kepada 267 juta rakyat kita".

Presiden Jokowi pun merasa jengkel terhadap para menteri yang tidak memiliki perasaan dalam suasana krisis ini.

Seperti yang di contohkan dalam bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19 telah di anggarkan Rp 75 triliun, Namun baru dikeluarkan sekitar 1.53%. beliau berharap uang - uang itu cepat di keluarkan dan di bagikan merata dan juga tepat sasaran kepada rakyat Indonesia.

Presiden juga menyingung tentang anggaran itu segera di keluarkan  sehingga men - trigger ekonomi, pembayaran tunjangan para dokter, pembayaran tenaga medis dan  membeli peralatan medis cepat terealisasi dengan baik. Selanjutnya bantuan Bansos kepada masyarakat juga cepat di keluarkan, dan jika ada masalah segera lakukan tindakan di lapangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN