Mohon tunggu...
Farid Muadz Basakran
Farid Muadz Basakran Mohon Tunggu... Advokat

Advokat & Konselor Hukum I Pendiri BASAKRAN & GINTING MANIK Law Office sejak 1996 I MPM PP Muhammadiyah I Hotline : +62816 793 313

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Mengapa Angka Kekerasan Seksual terhadap Anak Tinggi di Kabupaten Bogor?

15 Maret 2017   18:08 Diperbarui: 16 Maret 2017   06:55 873 3 1 Mohon Tunggu...
Mengapa Angka Kekerasan Seksual terhadap Anak Tinggi di Kabupaten Bogor?
Sumber foto : dokumen pribadi D pelaku kejahatan seksual terhadap SR

Masih ingat kasus pembunuhan dan perkosaan terhadap balita LN (2 tahun 4 bulan) di Desa Girimulya Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor pada Mei tahun 2016 yang lalu ? Korban balita LN menjadi korban 2 (dua) tindak pidana  sekaligus yakni tindak pembunuhan terhadap anak dan perkosaan terhadap anak. Aksi biadab tersebut, terjadi pada Minggu 8 Mei 2016sekitar pukul 09.00 WIB. Pelakunya adalah Budiansyah (26 tahun) yang tidak lain adalah tetangga korban.  

Saat itu, korban tengah bermain bersama keponakan tersangka di rumah tersangka. Keponakan tersangka dan korban seusia. Saat itu, mereka tengah menontontelevisi. Lalu tersangka mengajak korban ke dalam kamarnya.Setelah masuk dalam kamar, tersangka mencoba membujuk korban agar bisamembelainya. 

Namun, korban menolak. Diduga pelaku kesal sehingga korbandibunuh. Mengetahui korban tidak bergerak, pelaku panik. Setelah bersih-bersih, pelakumenyembunyikan korban di dalam lemari. Besoknya, Senin 9 Mei 2016 sekitar pukul18.00 WIB, pelaku membuang tubuh korban di kebun tidak jauh dari rumahnya.

Pada Januari 2017 ini, penulis dan INSAN KARIM CENTER Sentra Konseling dan Bantuan Hukum untuk Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, mendapatkan lagi seorang korban kekerasan seksual atau perkosaan anak yakni SR yang baru berusia 13 tahun ketika meminta bantuan penulis. SR menjadi korban kekerasan seksual oleh suami dari bibinya di wilayah Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. 

SR menjadi korban kekerasan seksual sejak duduk di kelas 5 SD atau satu setengah tahun sebelum aksi bejat pelaku DR diketahui. SR sendiri merupakan anak korban broken marriage orang tuanya. Sehingga sejak kecil SR sudah tinggal di rumah neneknya bersama bibi dan suaminya yang menjadi pelaku aksi bejat tersebut.  

Sejak duduk di kelas 5 SD tersebut sudah sekitar 15 kali pelaku melakukan aksi bejatnya dan dilakukan ketika neneknya pergi ke sawah dan bibinya keluar rumah untuk sekedar menjual pulsa kepada tetangga, selain mengalami kekerasan seksual, korban juga mengalami kekerasan fisik berupa penyiksaan dan kekerasan psikis berupa ditakut-takuti korbannnya apabila melaporkan kepada lingkungan sekeliling.  

Banyak temuan penulis selama tahun 2016 di wilayah Kabupaten Bogor menyangkut kejahatan seksual terhadap anak antara lain kasus kejahatan seksual terhadap siswi SD di Kecamatan Cisarua, kejahatan seksual terhadap anak perempuan kembar dan kejahatan seksual paman terhadap keponakannya di Kecamatan Tamansari, dan masih banyak lagi kasus-kasus lain yang terungkap yang sudah dilaporkan dan enggan dilaporkan oleh korban dan/atau orang tuanya kepada pihak Polri setempat. Penulis belum mendapatkan angka yang pasti mengenai angka kejahatan seksual terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Bogor hingga diturunkannya tulisan ini. 

***********

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebut Kabupaten Bogor sebagai wilayah yang termasuk zona merah kasus kekerasan terhadap anak. Kabupaten Bogor masuk kategori darurat kekerasan anak.

"Catatan Komnas PA pada 2016 terjadi 625 kasus dan dalam skala nasional paling dominan kasus kekerasan anak terjadi diwilayah Jabodetabek. Trennya selalu naik. Bogor memasuki zona merah bersama DKI Jakarta dan Bekasi," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait dalamkunjungannya ke Mapolres Bogor, Selasa (7/3/2017) kemarin.

Arist menyebut, kasus kekerasan yang dialami oleh bocah perempuan berinisial K (4), warga Cikeas, Gunung Putri, KabupatenBogor, merupakan salah satu bukti bahwa kekerasan terhadap anak di wilayahKabupaten Bogor masih tinggi. Karena dua bulan sebelumnya, kata Arist, kasus kekerasan terhadap anak kandung yang berujung kematian juga dilakukan oleh pasangan suami-istri di Gunung Putri.

"Beberapa waktu lalu juga kita dengarterjadi di lokasi yang sama di Gunung Putri, kemudian di Citereup, lalu diSentul dan lain-lainnya. Jadi (Kabupaten) Bogor ini selain kekerasan seksual,kekerasan fisiknya juga tinggi," terang Arist Merdeka Sirait usaimengunjungi Tersangka JJ yang telah menganiaya anak tirinya hingga tewas.

"Kasus-kasus kejahatan itu dilakukan olehorang terdekat, seperti di Gunung Putri ini misalnya. Jadi itu parameterpertama sebenarnya mengapa Bogor itu masuk garis merah kasus kekerasan terhadapanak, dan itu bisa dilihat dari data di Polres Bogor di mana banyak korbannya adalahanak-anak dan banyak juga pelakunya adalah anak-anak," imbuh Arist.

Arist berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor dapat berperan aktif secara kongkrit untuk melakukan gerakan-gerakan untuk mencegah terjadinya kekerasan anak di wilayah Kabupaten Bogor. 

"Yang ingin saya sampaikan ke Bupati Bogor adalah bahwa bagaimana sekarang ini harus dibangun gerakan-gerakan perlindungananak yang dimulai dari kampung-kampung, karena Gunung Putri ini kan kampung.Jadi gerakan kekerabatan yang mulai hilang ini kita bangun kembali, itu kalaubicara bagaimana kita memutus mata rantai kasus kekerasan terhadap anak yangterjadi di wilayah Kabupaten Bogor ini," kata Arist. 

"Karena apa, karena seperti yang terjadi kemarin itu (kasus kekerasan terhadap K), tetangga itu tidak tahu, tidak peduli apa yang terjadi pada korban di dalam rumah, seharusnya ada pencegahan, salingmengingatkan," imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kabupaten Bogor disebutkan adasekitar 139 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di wilayah Kabupaten Bogor.Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2015 sebanyak 84 laporan dan 61 laporan sepanjang tahun 2014.

Seperti diketahui, Ketua Komnas PA melakukankunjungan ke Polres Bogor untuk mengkonfirmasi langsung kepada JJ, tersangkakasus penganiayaan terhadap K Isabel Putri, yang merupakan anak tirinyasendiri. Kekerasan tersebut menjadi penyebab kematian K. Bocah berusia 4 tahuntersebut meninggal dengan tubuh penuh luka. 

Data yang dilansir oleh Komnas Perlindungan Anak dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bogor tersebut baru menunjukkan angka kasus kekerasan terhadap anak secara umum, belum termasuk data dan angka yang pasti mengenai angka kekerasan seksual terhadap anak. Kalaupun ada data resmi kejahatan seksual terhadap anak, hal itu belum menggambarkan kondisi faktual mengenai kekerasan seksual terhadap anak yang sesungguhnya. 

***************

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN