Mohon tunggu...
Advertorial
Advertorial Mohon Tunggu... Akun resmi Advertorial Kompasiana

Akun resmi Advertorial Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Konvensi Humas Nasional 2018: 4.0 Bukan Tentang Teknologi Saja, Tapi Juga Budaya

13 Desember 2018   09:42 Diperbarui: 13 Desember 2018   10:09 149 2 0 Mohon Tunggu...
Konvensi Humas Nasional 2018: 4.0 Bukan Tentang Teknologi Saja, Tapi Juga Budaya
sumber: Perhumas

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, membuka hari kedua acara Konvensi Nasional Humas 2018 dengan tanggapan bahwa beradaptasi dengan teknologi tidak cukup untuk menghadapi era 4.0, tetapi juga perlu didukung dengan perubahan dalam budaya.

"Teknologi dapat dibeli, tapi bagaimana dengan sikap, dengan budaya kerja manusia? Ini harus diantisipasi, mengenai budaya kerja," ungkap Ngakan.

sumber: Perhumas
sumber: Perhumas
Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia kita sudah diambil alih oleh teknologi. Hal ini yang menjadikan era 4.0 sangat penting. Beberapa bulan yang lalu, Presiden RI sudah meluncurkan program Making Indonesia 4.0. Semenjak itu, agenda 4.0 sudah menjadi agenda nasional. 

Oleh karena itu, seluruh komponen bangsa, termasuk humas, harus mendukung program nasional tersebut untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Bentuk dukungan itu dapat melalui penyampaian pesan positif untuk Indonesia.

Terkait fungsi humas sendiri, sudah melihat perubahan dari revolusi-revolusi industri sebelumnya. Di revolusi pertama, humas menggunakan media 'konvensional' atau media 'offline'. Di revolusi kedua, humas beralih ke media online

Revolusi 3.0 melihat peningkatan dalam penggunaan media sosial. Dengan adanya media sosial, masyarakat turut menjadi pemberita, dan bebas beropini. Perubahan di era 3.0 ini yang membuat peran humas semakin penting di era 4.0 ini, karena jika opini tersebut tidak berdasarkan data dan fakta, maka humas tidak dapat membangun bangsa yang kuat. 

sumber: Perhumas
sumber: Perhumas
Untuk menanggapi hal tersebut, humas dapat menggunakan teknologi yang kian berkembang ini untuk membuat kegiatan humas lebih efektif, transparan, dan real time. Artinya, fungsi humas sekarang adalah untuk melakukan literasi kepada masyarakat dengan opini yang berdasarkan data dan fakta.

"Humas itu garda terdepan untuk menjaga bangsa. Fungsi ini fungsi mulia dan harus dibekali dengan skill-skill, apalagi dengan teknologi baru," lanjut Ngakan.

Humas juga dapat mengambil inspirasi dari praktek humas di negara lain. Di Cina sendiri, Humas 4.0 digaungkan dengan penggunaan robot. Robot-robot ini dapat menulis berita dengan sangat cepat. 

Namun, apakah fungsi humas dapat diambil oleh robot sepenuhnya? Jawabannya adalah tidak, karena sebagian besar fungsi humas membutuhkan unsur-unsur yang tidak dapat dilakukan atau tidak dimiliki oleh robot itu sendiri. Contohnya, ketika seorang humas menyampaikan suatu pesan, maka membutuhkan etika, atau code of conduct yang berlaku. Humas juga mebutuhkan intuisi, feeling, dan tingkat tanggung jawab yang tinggi. Penyampaian pesan juga memerlukan empathy, terutama untuk pesan-pesan sensitif, serta pertimbangan strategis atau perencanaan kedepannya.

Akan tetapi, teknologi juga akan membantu humas dalam melaksanakan fungsinya, terutama hal-hal yang terkait logic (AI), connectivity (IoT), dan phsycial content (VR, augmented reality, 3D printing). Humas harus dapat manage teknologi, karena yang menciptakan teknologi tersebut juga manusia guna mempermudah pekerjaannya, bukan untuk menggantikan mereka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x