Mohon tunggu...
Adriyan Sayed
Adriyan Sayed Mohon Tunggu... Praktisi Pasar Modal & Keuangan

"Sharing Investasi, Bisnis dan Keuangan, berbagi Ilmu mengharap Ridha Allah Swt..."

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Teori Korelasi Negatif Obligasi terhadap Suku Bunga, Butuh Baharuan di Era VUCA

13 Februari 2020   01:22 Diperbarui: 13 Februari 2020   08:36 33 0 0 Mohon Tunggu...

Jaman now, istilah anak Milenial saat ini adalah ungkapan yang menyiratkan makna kekinian atas baharuan dari segala aspek-aspek kehidupan, mulai dari Digitalisasi dengan era 4.0 nya, yang diwarnai dengan online style penduduknya, ada lagi teknologi laser dalam bidang medis yang digunakan dalam pembedahan.

Begitu pula dengan teknologi hujan buatan yang digunakan dalam pemadaman kebakaran hutan, kendaraan yang bersileweran di jalanan juga sudah dominan dengan teknologi matic nya, belum lagi tawaran tur "jalan-jalan ke Bulan" yang ditawarkan oleh Golden Spike salah satu perusahaan yang didirikan oleh mantan petinggi NASA.

What going mike?? Saya jadi ingat logat teman bule saya waktu masih stay LN, kalau dia tiba tiba bingung dengan sesuatu.

Yah, sedikit intermezo saya gambarkan dengan beberapa contoh di atas, namun seperti itulah kehidupan global saat ini, kita sedang berada di pusaran globalisasi yang tidak bisa terelakkan lagi, suka atau tidak, hal itu sudah menjadi Sunnatullah di penghujung kehidupan yang fana ini. 

Seperti yang diceritakan oleh Rasulullah saw, ketika melakukan isra mi`raj, beliau melihat wanita tua yang semakin bersolek, kira kira demikianlah gambaran kehidupan dunia saat ini, semakin tua, semakin menjadi 😊

Kembali ke laptop, kombinasi atas berbagai perubahan (shifting) membuat kita sesaat tertegun, begitu cepatnya perubahan perubahan itu terjadi. Sehingga kita mau tidak mau dituntut untuk awareness menyikapi perubahan di sekitar kita apapun profesi kita.

VUCA atau volatility, unconsistantly, complexityambiguity adalah kondisi dimana terjadi ketidak pastian dan membingungkan

Semua bisa terjadi secara tak terduga dan di luar dari prediksi. Tak terkecuali di bidang ekonomi.

Campbell (1997) dalam teorinya, menyatakan bahwa harga obligasi dan tingkat suku bunga perbankan memiliki korelasi negatif, hal itu benar. Namun seiring berjalannya waktu dengan diwarnai berbagai isu dan fenomena di bidang ekonomi, khususnya perekonomian dunia, di antaranya ialah isu perang dagang (trade war) antara Amerika Vs China, diperparah lagi isu Corona, menyebabkan teori Campbell menjadi kurang absolut lagi. Kenapa? Karena saat ini perekonomian dunia berada dalam dimensi yang sangat sensitif dan saling mempengaruhi tanpa jarak dan waktu.

Mari kita flashback apa yang terjadi pada bulan Juli, September dan Oktober 2019 terkait keputusan penurunan suku bunga yang dilakukan The Fed dengan memangkas FFR nya rerata 25 basis poin menjadi 1.5 - 1.75 hingga akhir tahun 2019.

Lalu apa korelasinya dengan obligasi? Sejatinya jika suku bunga perbankan turun, maka harga obligasi akan naik. Kenyataannya, pada periode yang disebutkan di atas, khususnya bulan Agustus 2019 harga US treasury (obligasi pemerintah Amerika) tenor 2 tahun memeliki spread yang berdempetan dengan suku bunga The Fed, yaitu di range 2-2.5%  yang membawa pada titik keseimbangan positif, Sekaligus terjadinya inversi imbal hasil (yield) antara US treasury  tenor 10 tahun dengan tenor 2 tahun. 

Artinya apa? Ini menyiratkan bahwa investor khawatir tentang masa depan perekonomian Amerika jangka pendek terkait ancaman resesi ekonomi khususnya, dan perekonomian dunia pada umumnya. Yang tercermin dari pergerakan yield obligasi 2 tahun Amerika yang biasanya rendah, dan yield obligasi 10 tahun yang biasanya tinggi, tapi saat itu posisinya justru terbalik alias bertolak belakang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN