Mohon tunggu...
Adrian Paul Marbun
Adrian Paul Marbun Mohon Tunggu... profesional -

Bankir di salah satu Bank BUMN. Trainer, Mind Provocateur. Minat pada Selling, Persuasion, NLP, Mind Trick and Reading.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

"Generasi Internet" Mari Kenali Generasi Ini

29 Maret 2015   18:42 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:50 346
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Begitu banyak perubahan di masa kini yang mau tidak mau membuat generasi sekarang menjadi generasi yang semakin cepat menjadi matang dan terlibat dalam merubah jaman dalam umur sedini mungkin. Salah satu perubahan yang paling penting yang merubah generasi saat ini adalah perkembangan dunia informasi lewat internet dan media lainnya yang menghubungkan pihak yang satu dengan lainnya serta kemudahan mengakses informasi.

Profesor Bauerlein dalam buku Growing Up Digital (Don Tapscott) menyimpulkan beberapa hal terkait generasi yang kita sebut Generasi Internet. Generasi ini dikatakan saling terhubung dan dapat mengerjakan banyak hal sekaligus, otonom namun tergantung kepada teman sepergaulan, tidak melakukan lompatan besar ke depan dalam kecerdasan manusia, dan mereka berpikir global.

Tidak diragukan generasi muda sekarang telah mempelajari ribuan hal baru, mereka mengunggah, mengunduh, menjelajah dan mengobrol, mengirimkan tulisan dan rancangan mereka. Kabar buruknya generasi muda mulai kehilangan kemampuan belajar menganalisis sebuah teks yang kompleks, menyimpan fakta di kepala, mendalami sebuah keputusan kebijakan, belajar dari sejarah, atau mengeja kata dengan benar (jangan tersinggung bagi yang merasa).

Kaum muda (Generasi Muda) mulai tidak mengakui tanggung jawab mereka kepada masa lalu, mulai terlihat proses yang terendat-sendat pada proses peralihan menuju kedewasaan dan keanggotaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Perlu juga menjadi catatan bahwa kaum muda telah menghasilkan karya-karya yang laris dalam kritik-kritik sosial dan menjadi komentator sosial yang berpandangan umum lagi terkenal, namun sikap menentangnya begitu menonjol sehingga kita semua harus mendengarkannya.

Apa kebenaran yang ada pada tulisan di atas? Menyedihkan sekali gambaran tentang generasi ini, seandainya informasi ini benar melebihi 80 persen ,masa depan kita pasti akan suram.

Namun ada sisi positif yang diberikan oleh generasi baru ini yang berlawanan dengan kesimpulan diatas, karena generasi ini bersifat global sehingga mereka lebih kompetitif, lebih cerdas, lebih gesit, dan lebih toleran terhadap keberagaman dibanding pendahulu mereka, peduli pada keadilan dan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, mudah melibatkan diri pada aktivitas sosial yang keren atau kampanye yang keren (ups…). Jadi kalau mau libatkan generasi ini harus paham dulu nilai apa yang sedang trend dan cara mengkomunikasikannya kepada mereka (pelajaran penting buat yang ingin kampanye secara gaul). Masyarakat pemilih muda (17 - 35 tahun) mendominasi suara untuk pemilihan hampir di semua kota). Wah melebar wacana tulisan saya, tak apalah mumpung sudah mendekati 2014.

Perlu digarisbawahi banyak kaum dewasa atau generasi sebelumnya banyak yang tidak suka kepada kultur kaum muda dan medianya. Generasi sebelumnya defensif (terancam oleh sesuatu yag baru dan tidak mereka pahami). Namun jika diperhatikan ada satu yang memang masuk pada ranah negatif ketika generasi ini melakukan suatu kesalahan serius dan kebanyakan tidak menyadarinya, yaitu mereka memberikan informasi pribadi kepada situs jaringan sosial, padahal membahayakan kerahasiaan pribadi mereka di masa mendatang (ingat ini jamannya persepsi diagungkan, lebih baik jadikan media sosial sebagai personal branding rekan muda sekalian-saran saya).

Beberapa gambaran umum Generasi Internet (Generasi terkini) yang luar biasa pengaruhnya ini (mari adaptasi diri Anda):

Dalam Pekerjaan

Generasi internet menjalankan pekerjaan secara kolaboratif, meruntuhkan hirarki yang kaku dan memaksa organisasi memikirkan kembali cara merekrut dan memberi kompensasi, cara mengembangkan dan mengelola bakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun