Mohon tunggu...
Adolf Isaac Deda
Adolf Isaac Deda Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Seorang sarjana teknik yang tertarik pada dunia finance, civil engineering, traveling dan sosial issue. Menulis hanyalah hobi sekalian refreshing. Email :yeftaadolf@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Ayam Goreng Rasa Kerupuk, Tips Menghindari Miskomunikasi Pedagang Kuliner dan Pembeli

13 Juni 2021   15:05 Diperbarui: 13 Juni 2021   15:22 142 29 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ayam Goreng Rasa Kerupuk, Tips Menghindari Miskomunikasi Pedagang Kuliner dan Pembeli
Dokumen Pribadi_ilustrasi warung makan di tengah kota

Just Sharing....

Teringat satu pengalaman sepulang kerja, mampir ke sebuah warung lalapan di pinggir jalan. Biar malam ngga keluar lagi untuk membeli makanan di luar. 

"Makan di sini, apa dibungkus?" tanya si abang pedagang

"Bungkus aja Mas," jawab saya. 

Sejurus kemudian saya duduk di mejanya. Sambil menunggu, buka -buka HP sebentar. Ngecek email kantor, agenda training minggu ini, hingga menjawab WA yang masuk. 

25 menit kemudian, pedagang kuliner itu menghampiri tempat saya duduk dan menaruh pesanan di atas meja. Sudah terbungkus dalam kantong kresek hitam. 

"40 ribu semuanya Mas...sudah ayam kampung goreng, lalapan, sambal sama nasinya," katanya menjelaskan. 

Tadinya mau cari ikan goreng, tapi stok nya sudah habis. Ya sudahlah, tak yang di laut, yang di darat ajalah. Sekali -kali ngga papa lah meski melanggar kesepakatan sama diri sendiri untuk  menghindari makan daging ayam. 

Saya pun pulang. Namun sesampainya di rumah, manakala hendak menyantap, saya agak kesal.

Sambalnya enak,nasinya cukuplah. Tapi kenapa ayam gorengnya crispy banget. Saking crispinya digoreng sampai kering, hanya menyisahkan daging sedikit. 

Dalam hati, saya pesan ayam goreng, bukan pesan kerupuk. Pembeli mau makan dagingnya, bukan kriuk-kriuknya. Emang semua orang sama seleranya? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN