Mohon tunggu...
Aditya
Aditya Mohon Tunggu... Mahasiswa Sosiologi

Sang Pembidik Mimpi, Membidik Prestasi Membangun Negeri.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Rayuan Pulau Reklamasi

3 Agustus 2019   13:11 Diperbarui: 3 Agustus 2019   13:14 0 0 0 Mohon Tunggu...
Rayuan Pulau Reklamasi
Anies sedang menelepon. Dok. Kumparan.

Gubernur DKI Jakarta kembali menuai kontroversi, pasalnya pulau reklamasi yang sempat ditutup Anies kembali dibuka. Pada Pilgub 2017 lalu Anies begitu keras menolak reklamasi dengan alasan reklamasi memberikan dampak buruk kepada nelayan.

Pualu reklamasi sendiri pada dasarnya ialah pulau palsu yang dibangun oleh PT Muara Wisesa Samudra, anak usaha PT Agung Podomoro Land. Ada tiga belas pulau yang hendak dibangun, namun dalam perjalanannya hanya tiga pulau yang pengerjaannya hampir mencapai seratus persen, antara lain yang kini bernama pulau Kita, Maju dan Bersama.

Dok. Liputan6
Dok. Liputan6

Perizinan pulau reklamasi sebenarnya telah diurus jauh-jauh hari sebelum masa Ahok, namun ketika Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta, Ahok mengeluarkan perizinan proyek reklamasi yang berujung pada protes masyarakat.
Anies Baswedan dalam kampanye nya pada Pilgub 2017 lalu ialah pihak yang paling keras dalam menolak proyek reklamasi. Bahkan hal tersebut dijadikan senjatanya untuk menyerang lawan politiknya, sehingga Anies mampu menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta.

Kini Anies melanjutkan kembali proyek pulau reklamasi, ada tiga pulau yang diberi izin untuk melanjutkan pembangunan. Barangkali Anies tak tahan akan rayuan Pulau Reklamasi yang bila dibiarkan mangkrak begitu saja tidak akan membawa penghasilan.

Anies di area reklamasi yg disegel. Dokumen Tempo.
Anies di area reklamasi yg disegel. Dokumen Tempo.
Proyek reklamasi yang dibangun di teluk Jakarta ternyata menjadi buah simalakama, pasalnya ekosistem laut menjadi terganggu sehingga tangkapan nelayan berkurang.
Indonesia sebagai Negara kepulauan Saya kira tak kekurangan lahan untuk membangun, pulau reklamasi bukan pilihan yan tepat di sebuah negara yang masih memiliki banyak lahan.

Sebaiknya dibangun infrastruktur di daerah-daerah yang memiliki objek wisata, dan Indonesia bagian timur aku kira opsi yang tepat untuk dibangun infrastrukturnya dan hal tersebut tentu akan menambah wisman untuk mengunjungi objek wisata di Indonesia bagian timur.