Mohon tunggu...
Aditya Pratama
Aditya Pratama Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Aku cinta Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Menjadi Masyarakat Madani untuk Indonesia yang Lebih Maju

1 Desember 2021   18:51 Diperbarui: 1 Desember 2021   18:54 123 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Sebelum mengenal lebih dalam tentang masyarakat Madani, alangkah baiknya kita mengenali apa itu arti dari masyarakat Madani terlebih dahulu. Masyarakat Madani sendiri memiliki arti suatu masyarakat yang memiliki adab dalam membangun suatu kehidupan. Masyarakat Madani menurut saya sendiri adalah masyarakat yang peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Masyarakat Madani juga dapat dikatakan sebagai masyarakat yang ingin berprogress dan berpandangan yang lebih maju dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam kehidupan di era seperti sekarang ini, memang kita semua manusia dituntut untuk mengerti dan memahami segala macam perbedaan dan perubahan yang ada di dunia ini. Hal yang paling terlihat adalah perubahan segala macam teknologi yang ditandai dengan munculnya smartphone. Pada era sekarang ini semua manusia seperti diwajibkan untuk mempunyai smartphone ini. Semua aspek kehidupan dan kebutuhan manusia termuat di dalam sebuah benda kecil tersebut.

Peralihan teknologi yang menjadi serba instan dan cepat ini terkadang menjadi membingungkan bagi sebagian masyarakat. Seperti halnya para orangtua yang biasanya mengalami kebingungan dalam mengoperasikan smartphone ini. Di era sekarang ini kita seperti dituntut untuk memahami dan peka terhadap perubahan-perubahan ini. Jika kita kurang mamahami dan kurang peka terhadap suatu perubahan, maka bisa saja kita kurang atau tidak mengetahui berita dan kondisi terkini dalam masyarakat.

Sebagai contohnya, sebelum adanya smartphone ini saat kita mau membeli sebuah baju, kita harus pergi ke tempat penjual baju tersebut. Berbeda dengan saat kita sudah mengenal smartphone dan berbagai fitur yang ada di dalamnya, kita tidak perlu berlama-lama menuju tempat penjual baju untuk membeli baju yang kita inginkan. Kita hanya tinggal menuju platform yang menyediakan toko baju tersebut tanpa harus pergi ke tokonya, belanjaan kita sudah dapat dipastikan terkirim dan sampai dengan benar menuju alamat rumah kita.

Selain itu, pada zaman sekarang ini tv sudah mulai ditinggalkan, para masyarakat berganti pada smartphone. Semua acara yang ada di televisi sekarang kurang menarik dan kurang menghibur, sehingga para masyarakat beralih pada smartphone yang memiliki fitur lebih simpel dan fleksibel serta dapat menghibur para penggunanya. Dalam penggunaan smartphone sendiri juga harus berhati-hati. Bisa saja smartphone ini mendorong masyarakat ke dalam hal yang bersifat negatif. Maka dari itu pentingnya memahami dan bersikap selektif serta bijak dalam memilih dan menanggapi berbagai perubahan yang ada supaya terhindar dari berbagai macam pengaruh negatif yang ditimbulkan dari smartphone ini.

Di Indonesia sendiri kita sebenarnya memerlukan masyarakat yang seperti ini. Seperti ini dalam artian memilik sikap kepekaan yang tinggi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.  Dari perubahan-perubahan ini, para masyarakat di Indonesia diharapkan dapat memiliki pandangan yang menjadikan sebuah perubahan tersebut membawa kebaikan pada kehidupan mayarakat. Namun apakah masyarakat Indonesia bisa disebut sebagai masyarakat Madani? Jawabannya adalah mungkin iya. Masyarakat Indonesia bisa disebut sebagai masyarakat Madani karena menurut saya, keadaan masyarakat Indonesia ini sedang berproses  ke arah yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan.  

Seperti halnya perubahan pada diri sendiri yaitu tentang kemiskinan. Kemiskinan ini tidak dapat diatasi semisal sifat dan diri kita tidak memiliki niatan untuk merubah pola dan tata hidup kita. Sebenarnya kemiskinan ini dapat di atasi dengan cara bersinergi antara pemerintah dan sifat dari diri kita untuk bergerak maju ke arah yang lebih baik. Meskipun faktanya pemerintah sudah berusaha membantu semaksimal mungkin untuk memberantas kemiskinan, tetapi kemiskinan masih saja sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini tidak berlaku pada kemiskinan saja, melainkan berlaku pada semua permasalahan yang terjadi, baik itu dalam lingkup yang besar ataupun yang kecil. Seperti contoh dalam lingkup yang kecil adalah kebodohan atau kurangnya pengetahuan. Kurangnya pengetahuan ini juga sama kasusnya dengan kemiskinan.

Tetapi di zaman sekarang ini untuk merubah kurangnya pengetahuan sedikit berbeda dengan zaman dahulu. Jika zaman dahulu untuk menambah dan menangani kurangnya pengetahuan dapat diselesaikan dengan rajin-rajin bersekolah dan membaca buku. Namun di saat sekarang ini mungkin dua hal tersebut kurang efektif menurut saya. Dari dua hal tersebut perlu ditambahkan dengan sarana dan prasarana yang mendukung juga, apalagi ditambah dengan kondisi yang sekarang ini musimnya virus covid19 yang sudah merubah sebagian sistem kehidupan masyarakata tak terkecuali sistem pendidikan.  

Hal ini berhubungan dengan perubahan dan penguasaan terhadap teknologi yang semakin maju. Maka dari itu jika kita tidak dapat mengimbangi kelajuan teknologi yang begitu cepat ini, maka kita akan tertinggal dalam berbagai hal. Apalagi ditambah dengan kondisi yang seperti sekarang ini, yaitu covid19 yang menambah kesulitan dan perubahan-perubahan yang lebih cepat lagi.

Mungkin dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan terhadap para masyarakat tentang pentingnya mengubah mindset untuk kehidupan yang lebih baik bisa menjadi sebuah solusi supaya masyarakat yang memiliki pemikiran keras dan kolot termotivasi dan melakukan hal yang lebih baik bagi kehidupan mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan