Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Salahkah "Mengendorse" Saham?

11 Januari 2021   07:00 Diperbarui: 11 Januari 2021   09:39 307 28 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Salahkah "Mengendorse" Saham?
Ilustrasi pergerakan harga saham| Sumber: Thinstock via Kompas.com

Beberapa waktu yang lalu, Raffi Ahmad dan Ari Lasso mendapat "sentilan" dari Bursa Efek Indonesia setelah sebelumnya mereka membagikan pengalamannya dalam berinvestasi saham

Dalam sharing pengalaman tadi, keduanya mengaku memperoleh untung yang lumayan besar dari hasil investasi saham MCAS (PT M Cash Integrasi Tbk). 

Meskipun terkesan biasa dalam investasi saham, namun sharing tersebut malah menimbulkan kehebohan tersendiri di tengah masyarakat. Kedua artis tadi diduga melakukan "endorse" terhadap saham MCAS, yang kemudian berdampak pada pergerakan harga sahamnya. 

Maklum, setelah mereka berbagi cerita tentang keuntungan investasinya, harga saham MCAS kemudian melejit 8% pada perdagangan tanggal 5 Januari kemarin. Kenaikan harga tadi dinilai sebagai "anomali", mengingat tidak ada aksi korporasi apapun yang dilakukan perusahaan. 

Raffi Ahmad/ Sumber: kompas.com
Raffi Ahmad/ Sumber: kompas.com
Atas kejadian tersebut, Bursa Efek Indonesia kemudian meminta klarifikasi dari manajemen MCAS terkait dengan dugaan "endorse" tersebut. 

Manajemen MCAS menjawab dengan tegas bahwa mereka sama sekali tidak menggunakan jasa influencer manapun untuk mempromosikan saham tersebut. Alhasil, sharing yang diberikan oleh Raffi Ahmad dan Ari Lasso tidak ada hubungannya dengan MCAS. 

Tidak lama kemudian, Raffi Ahmad pun memberikan klarifikasi serupa bahwa ia tidak mendapat fee apapun dari MCAS sewaktu membagikan pengalaman investasinya. Ia berkata hanya ingin sekadar sharing tanpa bermaksud mengajak orang lain untuk membeli sahamnya.

Menyoal Endorse Saham

Endorse| Sumber: meetingplay.com
Endorse| Sumber: meetingplay.com
Walaupun sudah berlalu, namun peristiwa itu masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang cukup mengganggu pikiran saya: "Apakah salah kalau ada seseorang yang mengoleksi saham tertentu, lalu menceritakan pengalaman investasinya tersebut, seperti yang dilakukan oleh Raffi Ahmad dan Ari Lasso? 

Apakah salah jika ada seorang analis yang membedah prospek saham tertentu, dan kemudian merekomendasikannya kepada masyarakat lewat blog, medsos, atau Youtube? 

Apakah salah apabila ada investor kondang yang membuat pernyataan di media massa tentang saham yang baru saja dibelinya, sehingga hal itu menyita perhatian banyak orang?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN