Mohon tunggu...
Adi Bermasa
Adi Bermasa Mohon Tunggu... Jurnalis - mengamati dan mencermati

Aktif menulis, pernah menjadi Pemimpin Redaksi di Harian Umum Koran Padang, Redpel & Litbang di Harian Umum Singgalang, sekarang mengabdi di organisasi sosial kemasyarakatan LKKS Sumbar, Gerakan Bela Negara (GBN) Sumbar, dll.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Membangkitkan Kembali Kejayaan "Kota Tua Bersejarah" Air Bangis

3 Februari 2019   21:35 Diperbarui: 3 Februari 2019   21:48 93
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hj. Nevi Zuairina saat mengunjungi Kabupaten Pasaman Barat. (FACEBOOK NEVI ZUAIRINA)

KOTA tua bersejarah, Air Bangis (Aia Bangih), yang berlokasi di pertengahan pantai barat Sumatra, tepatnya di Kabupaten Pasaman Barat, hampir persis sama dengan Kota Ambon, Provinsi Maluku. Sementara, pelabuhan Teluk Tapang yang ada di sana juga diibaratkan dengan Bandara Patimura meski fungsinya berlainan.

Kondisi geografisnya persis sama, begitu pula jaraknya dari ibukota. Menuju Teluk Tapang dari Air Bangis harus melalui jalan lingkar sepanjang perbukitan pinggir pantai. Begitu juga menuju Bandara Patimura dari Ambon mesti melalui jalan pebukitan pinggir pantai.

Berada di Air Bangis penulis seakan berada di Ambon Manise. Luar biasa kenangannya. Meski Teluk Tapang entah kapan dimanfaatkan sebagai pelabuhan laut internasional. Mempercepat penyelesaian pembangunan pelabuhan Teluk Tapang sama artinya dengan membangkitkan kembali kejayaan Air Bangis di era milenial saat ini.

Air Bangis dul begitu mendunia perannya di zaman kejayaan Eropa menguras kekayaan ranah Minangkabau ini. Air Bangis adalah salah satu pelabuhan laut kolonial di pantai barat, sama halnya dengan Tiku Pariaman, Telukbayur, dan Muaro Sakai Pesisir Selatan.

Jalan darat dari segala arah di Sumbar dari dan ke Air Bangis saat ini sudah semakin bagus. Namun, pelabuhan Air Bangis seakan tertinggal. Kita di era milenial sekarang jelas punya tanggungjawab moral membangkitkan kembali kejayaan Air Bangis. 

Pemerintah mesti berusaha maksimal mempercepat penyelesaian Pelabuhan Teluk Tapang. Lebih cepat tentu lebih baik. Sehingga, 'generasi perintis Teluk Tapang' bisa juga hendaknya 'menikmati' kesibukan Air Bangis dan sekitarnya tatkala kapal asing merapat memuat beragam hasil ekpor yang akan dikirim ke luar negeri.

Peran semua pihak untuk menyukseskan pembangunan pelabuhan Teluk Tapang sangat diharapkan. Kita tak mengharapkan pembangunan pelabuhan ini terlunta-lunta karena beragam problema. Marilah kita sama-sama berbuat sesuai peran masing-masing demi kejayaan negeri ini, termasuk Teluk Tapang yang kita idam-idamkan.

Semua ketertinggalan yang masih menyungkup kota tua ini perlu 'dikeroyok' untuk mengatasinya. Termasuk kebersihan lingkungan dan perawatan fisik bangunan yang sudah selesai dikerjakan perlu lebih dimaksimalkan. 

Sebab, terlihat jelas beragam fasilitas yang dibangun dengan biaya besar seperti tidak terawat. Seperti lokasi rekreasi tugu yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kota Air Bangis sama sekali tidak terawat. Sampah berserakan. WC entah di mana. Tempat sholat pun tak jelas. Bangunan sederhana pinggir laut compang-camping. Menyedihkan.

Pasar Air Bangis yang ramai setiap hari Sabtu kini tak begitu indah lagi terlihat. Jalan raya jadi rebutan tempat berjualan. Parkir kendaraan tak diatur. Begitupula kawasan rekreasi komplek wisma pemerintah di pinggir pantai yang seperti dibiarkan apa adanya. Lantai tergurajai dan sangat berbahaya. Bahkan wisma yang berusia lama seakan dikelola ala kadarnya saja.

Air Bangis yang sepintas terlihat kesejahteraan warganya cukup baik dengan rumahnya yang bagus- bagus, namun rakyat seakan dibiarkan saja membangun apa adanya. Buktinya, jarak minimal bangunan dari pinggir jalan tak jelas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun