Mohon tunggu...
Adhe Unyu
Adhe Unyu Mohon Tunggu... Administrasi - Ibu rumah tangga

As simple as me Menyukai musik Ibu dari satu anak yang luar biasa😘😘

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Artikel Utama

Pasar Poncol yang Tetap Menonjol

18 April 2017   10:12 Diperbarui: 18 April 2017   20:57 11237
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pasar poncol. Merdeka.com

Surganya Barang Bekas

Siapa yang tidak tahu Pasar Poncol yang letaknya persis di samping stasiun kereta api Senen, Jakarta Pusat. Dari mulut ke mulut kalo bicara soal barang bekas orang akan menyebut ke pasar poncol saja selain pasar ular (paul) di Jakarta Utara dan Taman Puring (tampur) di Jakarta Selatan. Karena rumah saya di daerah Rawamangun Jakarta Timur tentu pasar poncol yang terdekat dan saya biasa ke sini sejak masih gadis dulu, gengsi? 

bahkan stick golf bisa anda jumpai disini (dokpri)
bahkan stick golf bisa anda jumpai disini (dokpri)
Tidaaaaak, dulu waktu masih menimba ilmu di kelas yang isinya perempuan semua, tentu setiap hari harus ganti gaya, tapi karena ayah saya hanya seorang polisi saya tak bisa beli barang baru apalagi bermerk. Untuk mengatasi itu seusai jam mata pelajaran biasanya saya mampir ke sana untuk "ngubek-ngubek" pakaian yang murah meriah, biasa lah ya cewek harus pintar-pintar memadu padankan atasan dan bawahan. 

Zaman dulu pernah dapat sepuluh ribu tiga potong hahahha, sampai di rumah saya rendam dengan air panas terlebih dulu baru kemudian dicuci dengan sabun. Besoknya pasti di kelas ada yang nyeletuk, cieee baju baru... keren loch, beli di mana, mau dong dan segala rupa, saya hanya senyum-senyum dan tentu tak bilang itu beli di mana hahahhaha. Untuk gaya gak harus mahal kok ! 

Harta Karun yang Tersembunyi

kalau anda beruntung barang buatan Jerman juga ada disini (dokpri)
kalau anda beruntung barang buatan Jerman juga ada disini (dokpri)
Jika melintasi jalan Bungur yang biasa kita jumpai adalah alat-alat pertukangan dan berat, sejauh mata memandang dan sepanjang jalan raya itu di sisi kiri dan kanan berjejer kios-kios yang sangat berdempetan dan sempit mulai dari alat listrik, sparepart motor, lampu, alat elektronik, triplek kayu dan ukiran nama, mesin pemotong rumput, dan bor. 

Tapi jangan salah jika anda berjalan lagi masuk ke dalam gang di situlah "harta karun" tersembunyi. Anda mau cari apa? Semuanya ada mulai dari peralatan rumah tangga, baju, komputer dan laptop, telepon genggam, peralatan olahraga, musik, kompresor diesel, klakson mobil "om telolet om", kursi kantor, alat kecantikan untuk salon, sampai mobil jeep tua juga ada disini. 

Bahkan jika beruntung anda bisa dapatkan barang-barang antik zaman dulu seperti kaset-kaset lawas, koper tua, kamera, kaleng jadul dan masih banyak lagi. Seperti saya dapat kipas angin merk nasional yang masih bagus, kran air dan shower merk toto, jigsaw merk bosch, blower berkekuatan super kencang, tas laptop merk envy besar, anting, gelang dan aksesoris rambut untuk anak-anak bila didandani menggunakan kebaya, semuanya dihargai dengan sangat miring alias murah meriah, yang saya sebutkan tadi tentu tidak dalam kurun waktu satu kali belanja. 

Dulu saya sendirian tapi setelah menikah tentu bersama suami belanjanya agar lebih aman, apalagi bisnis kami berdua juga gak jauh-jauh dari barang bekas ini serta senang merakit-rakit peralatan elektronik. Disini sebenarnya tak hanya barang bekas, barang baru juga ada, tinggal kitanya saja mau cari yang mana terserah. 

Tips Belanja di Pasar Poncol

Karena letaknya yang di pinggir jalan dan di dalam gang kadang harus membuat kita harus berjongkok ketika melihat-lihat, dan juga tidak ada tenda bila sedang hujan tentu basah, apabila sedang panas matahari tak akan malu-malu menyengat kulit kita, kecuali yang di dalam gang itu disertai dengan atap, tetapi pengap, walau tak kebasahan dan kepanansan tapi yang pasti akan berkeringat, maka dari itu sebaiknya :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun