Cerpen

Yanlik dan Mawar Hitam 2

7 Desember 2018   17:48 Diperbarui: 7 Desember 2018   17:50 77 2 0



BY SUCCUBUS

Hujan datang kemudian. Halaman rumah sedikit becek. Genangan air datang dan masuk ke ruang tamu melalui celah-celah pintu. Atma mencoba menambal muka pintu dengan papan agar genangan air tidak membanjiri ruangan. Saat sedang asik dengan air hujan, tiba-tiba warga begitu ramai lalu-lalang di depan rumahnya.


"Pak, ada apa?"

Atma kemudian bertanya kepada salah satu pemuka wilayah, yang wajahnya begitu panik.

"Bu Wiwik meninggal dengan penuh luka-luka cakaran hewan dan dadanya bolong."

"Bu Wiwik, janda di seberang jalan itu, pak?"

"Iya, Neng."

Agak sedikit ngeri membayangkan tubuh Bu Wiwik luka-luka cakaran hewan. Kemudian mengingat potongan kain daster yang ada di mulut Yanlik. Atma sedikit merinding. Tetapi pikiran busuknya di tepis kemudian.

'Tidak mungkin Yanlik. Dia terlalu manis."

Atma mencoba untuk positif thinking.

Yanlik bangun dari tidur, menghampiri Atma, lalu duduk manja di pangkuannya. Ada sedikit keraguan hinggap ketika mulut Yanlik terdapat bercak darah. Tetapi wajah lucunya mengusir segala pertanyaan dalam benak.

Atma hendak melawat menuju rumah Bunda Wiwik. Tetapi Yanlik melarang, bahkan dengan manjanya mampu membujuk langkah kaki. Akhirnya Atma hanya duduk santai dekat televisi sambil bekerja. Tumpukan kertas kertas kerja semakin membuat Atma lupa makan dan akhirnya suara perut mengingatkan dia untuk segera berhenti. Kemudian memenuhi keinginan rongga tubuh yang memanggil. Tetapi tiba-tiba pria kemarin malam datang. Dia masuk melalui pintu tanpa salam dan membuat mata Atma hampir keluar dari kelopak.

"Sudahlah, Neng! Simpan dulu wajah menyeramkan itu. Ini ada sedikit makanan dan ayolah kita nikmati. Perlu kau tau. Ini makanan halalku yang pertama." Berjalan menuju meja makan.

Atma hanya diam di meja makan. Sedangkan pria itu melayaninya dengan mata yang sedikit aneh.

"Bukalah mulutmu dan kunyah makanan ini."

"Maaf aku sedang tidak napsu."

"Hai! Aku juga tidak napsu denganmu. Hanya makanan ini saja. Percayalah."

Kembali mencoba membuat mulut Atma membuka.

"Hah! Sudahlah. Kasihan juga jengkol itu jika sampai di hinggapi lalat. Tetapi aku hanya ingin kau tau. Mataku juga kelaparan. Dan mungkin kau akan kujadikan rica-rica."

Yanlik mendengar percakapan Atma, kalung mawar hitam di lehernya beraksi, membuat Yanlik berubah menjadi siluman berkepala

Yanlik menghampiri pria itu untuk menerkamnya. Tetapi pria itu kemudian berkata, "hai Lintang! Kau ingin membunuhku?"

Yanlik bergetar kemudian tubuhnya kembali ke asalnya.

"Jadi kaulah pembuat Yanlikku menjadi Lintang?"

"Ya, akulah Gigip. Kekasih Lintang yang sedang menjadi manusia dan menginginkan tubuhmu untuk berkolaborasi dengan Lintang."

"Oh no! Tidakkkkkk. Cukup sudah! Aku hanya milik ...."

"Kau harus merelakan tubuhmu untuk kebangkitan Lintang."

"Tidakkkkkkkk! ROTIEZ tolong akuuuuu."

ROTIEZ yang sedang asik menikmati kopi di RSJ Grogol, sambil memproduksi upil, segera datang memenuhi panggilan Atma. Yang telah membuat telinganya sedikit mengalami pancaroba.

"Cling! Aku di sini. Apa yang harus kulakukan sekarang." ROTIEZ tiba-tiba datang dengan mimik edannya.

"Jadilah gila sekarang! Usir merekaaaaa." Menunjuk kepada Gigip si pria misterius dan Lintang si kalung.

"Ok! Aku gila ...aku menggila ... MENGILAAAAAAAAA."

ROTIEZ serupa orang kesurupan dan membabi buta untuk mengusir Lintang dan Gigip. Sejam kemudian mereka terusir dan ROTIEZ kembali ke asalnya dengan perjalanan di udara.


Tetapi saat Lintang dan Gigip terusir, ada dendam yang membara di dada mereka. Berwarna merah dan berapi. Mereka akhirnya sepakat untuk membuat rencana lebih dahsyat lagi.

Apakah yang akan terjadi kemudian? Entahlah. Hari semakin sore dan mata air mulai tidak sabar membanjiri lingkungan tempat tinggal mereka.

Bersambung ....