Mohon tunggu...
Ade Ira Cahyanti
Ade Ira Cahyanti Mohon Tunggu... A nurse

life is about how useful you are

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Saya Sudah Disuntik Vaksin Covid-19!

24 Januari 2021   17:22 Diperbarui: 25 Januari 2021   10:00 487 18 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saya Sudah Disuntik Vaksin Covid-19!
ilustrasi vaccine covid (sumber:pixabay.com)

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan terhadap suatu penyakit. Pemberian vaksin (imunisasi) dilakukan untuk mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi penyebab penyakit-penyakit tertentu

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, saat ini pemerintah mulai memberikan vaksinasi kepada sebagian masyarakat sesuai dengan prioritas dan kriteria tertentu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. 

Vaksin Covid-19 di Indonesia perdana diberikan kepada bapak presiden kita, yaitu Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 13 Januari 2021 dan dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat indonesia melalui siaran televisi.  

Kebetulan, saya merupakan salah satu orang yang sudah menerima vaksin pertama Covid-19 pada hari Jumat, 22 Januari 2021 lalu dan mendapatkan jadwal untuk vaksin kedua pada 5 Februari 2021 mendatang. 

Vaksin yang saat ini diberikan adalah vaksin Sinovac yang sudah mendapat izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dipastikan halal dan suci oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Vaksin sinovac dibuat dengan platform atau metode virus yang telah dilemahkan (inactivated virus). Saat virus dimatikan lalu partikelnya dipakai untuk membangkitkan imun tubuh sehingga tubuh bisa belajar mengenali virus penyebab Covid-19, SARS-COV-2, tanpa harus menghadapi risiko infeksi serius.

Ilustrasinya kurang lebih seperti ini

Anggap saja virus Covid-19 adalah sekelompok penjahat yang selama ini suka membunuh, dan masyarakat di sebuah kampung diibaratkan imun tubuh kita, serta vaksin ini adalah bagian dari anggota kelompok penjahat yang sudah dilumpukan atau mati (dibunuh). 

Saat seorang penjahat yang sudah dilumpukan atau dibunuh (tak berdaya) dipamerkan ke suatu kampung, masyarakat kampung akan berbondong-bondong melihat dan mempelajari serta mengingat dengan jelas ciri-ciri dari si penjahat tersebut agar suatu saat apabila kelompok penjahat (yang hidup) masuk ke kampung, masyarakat sudah memiliki trik untuk menyerang dan bertahan serta menghindari bahaya pembunuhan. 

(Masyarakat kampung berkata "wahh ini bahaya, bisa meresahkan seluruh penghuni kampung kita, ayo kita ingat baik-baik.")

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x