Mohon tunggu...
MyDe VKBA
MyDe VKBA Mohon Tunggu... Praktisi Parawisata

Saya Perempuan Humanis

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Generasi Milenial Tidak Kehilangan Nilai-nilai Hidup dan Kehidupan

7 September 2018   00:26 Diperbarui: 7 September 2018   00:46 473 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Generasi Milenial Tidak Kehilangan Nilai-nilai Hidup dan Kehidupan
Dokumentasi Lessons Learned in Life

Akhir-akhir ini, pada percakapan sosaial, sering terdengar bahasan serta keluhan mengenai adanya penurunan nilai-nilai hidup dan kehidupan pada generasi muda. Keluhan tersebut, utamanya datang dari mereka yang dikategorikan sebagai 'generasi old,' dan yang menjadi 'tertuduh' adalah mereka yang disebut 'generasi milenial.'

Apa memang seperti itu? Apa memang generasi milenial tidak peduli atau pun kehilangan nilai-nilai hidup dan kehidupan? Padahal, nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan keseluruhan tampilan diri, sikap, kata, perbuatan manusia sesuai sikonnya. Nilai-nilai hidup dan kehidupan manusia biasanya dipengaruhi oleh masukan-masukan dari luar dirinya sejak kecil.

Nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan; atau salah satu unsur kebudayaan adalah nilai-nilai hidup dan kehidupan? Kedua-duanya tidak dapat dipisahkan karena mempunyai kaitan erat. Jika kebudayaan dimengerti sebagai hasil cipta manusia untuk memperbaiki, mempermudah, dan meningkatkan kualitas diri; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan. Akan tetapi, jika kebudayaan dimengerti sebagai keseluruhan kemampuan [pikiran, kata, dan tindakan atau perbuatan] manusia; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan unsur-unsur kebudayaan yang digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan sesuai sikonnya, [Sumber].

Jadi, jika nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan keseluruhan tampilan diri, sikap, kata, perbuatan manusia sesuai sikonnya; serta nilai-nilai hidup dan kehidupan manusia biasanya dipengaruhi oleh masukan-masukan dari luar dirinya sejak kecil, maka sebetulnya yang terjadi adalah perbedaan dan perubahan pandangan antara 'generasi old dan milenial.' Hal tersebut akibat dari berbagai perkembangan dan perubahan yang terjadi secara global dan merata.

Perkembangan dan perubahan tersebut, karena kemajuan informasi dan tekhnologi menerobos masuk ke dalam 'proses tumbuh kembang' anak-anak, remaja, dan pemuda/i era kekinian; sekaligus mempengaruhi serta merubah pola pikir dan cara pandang mereka. Perubahan tersebut, seringkali, tanpa filter, mereka ekspresikan atau tampilkan keluar melalui sikap, kata, dan perbuatan atau tingkah laku. 

Pada saat bersamaan, generasi old (dengan warisan didikan masa lalu atau lama) yang melihat  ekpresi tersebut merasa atau pun menilai bahwa 'Sang Milenial' itu telah 'berlaku' kurang sopan, seadanya, atau pun tidak menghormati orang (yang lebih) tua.

Di sini, yang terjadi adalah benturan antara warisan nilai-nilai hidup dan kehidupan (yang) lama dengan (yang) baru; satunya ada pada generasi old, dan lainya di kalangan milineal. Keduanya, seakan saling berlawanan, padahal sama sekali tidak.

Jadi, karena bukan merupakan sesuatu yang saling berlawanan, maka nilai-nilai hidup dan kehidupan pada generasi old dan milenial bisa saling melengkapi satu sama lain. Sehingga Generasi Old mengisi kekurangannya, sementara itu Si Milenial tidak melupakan atau pun membuang nilai-nilai yang diwariskan ke/padanya.

Hal itu hanya bisa terjadi jika adanya interaksi lintas generasi. Interaksi tersebut bisa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan keluarga (misalnya saling kunjung antara kakek/nenek dan cucu), piknik atau wisata bersama, makan malam keluarga, pesta ulang tahun, dan lain sebagainya.

Ade Ferdijana | Indonesia Hari Ini

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x