Transportasi

Dear Pak Ahok, Inilah Kenapa Kami Naik Motor

29 Mei 2015   14:52 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:28 86 0 0

hari ini saya mencoba naik motor dari depok menuju menteng. menjalani kegiatan sehari-hari bekerja di Jakarta.

biasanya saya menggunakan jasa Commuter Line, atau biasa disebut krl

saya memang biasa desak-desakan di CL, pagi sore, senin sampai jumat

tetapi rabu 27 mei 2015, CL sangat padat, sehingga sejak kemarin membuat lutut saya, yang pernah retak, sakit sekali.

hari itu saya hanya berdiri dengan satu kaki, karena kereta begitu padatnya.

CL pun tertahan di sinyal masuk manggarai, sangat lama. walhasil kaki saya semakin sakit.

ah, pak Ahok pasti belum pernah rasakan ini, bahkan untuk bernafas lega saja sulit.

bagi kaum wanita, pasti kondisi ini makin risih, kenapa? pelecehan seksual dan copet sangat mudah mendekati mereka.

lalu motor pun menjadi solusi kami agar bisa berangkat kerja dengan nyaman.

macet? ya memang, kami sadar Jakarta makin macet karena kehadiran kami, para bikers.

tetapi coba pak Ahok tengok, kami harus naik apa lagi? naik bis artinya kami haru mengeluarkan ongkos yang lebih karena lokasi kami tidak bisa dicapai dengan hanya 1x naik bis,

transJakarta? pak Ahok pasti tahu bagaimana kami juga khawatir TJ terbakar, mogok (dan kami tidak bisa pindah ke armada lain),

taksi, sangat mahal pak.

satu-satunya yang mungkin adalah naik motor kami yang masih cicilan ini

lalu, benarkah kami akan semakin dibatasi?

kami tentu akan lebih memilih naik mobil pribadi, dapat akses jalan utama, walau macet pun masih ada ac, bisa dengar lagu dari radio, nikmat bukan? tetapi pak, bapak tentu tahu UMK kami tidak cukup untuk membeli mobil. untuk DP rumah pun harus kami kumpulkan bertahun-tahun.

inilah kenapa kami pilih naik motor. karena bapak belum bisa wujudkan transportasi umum yang aman nyaman untuk kami. bapak juga belum bisa naikkan UMK kami.

pak, saya hanya menyuarakan beberapa suara bikers.

bukan protes, tetapi hanya ingin bapak tahu, alasan kami memilih motor.