Mohon tunggu...
Hanif Ahmad
Hanif Ahmad Mohon Tunggu... Chef & Penulis Buku Cerita Mang Nata

Menulis Untuk Panjangkan Kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Aku Air adalah Sahabat Untukmu Jakarta

12 September 2019   15:11 Diperbarui: 14 September 2019   15:06 0 0 0 Mohon Tunggu...
Aku Air adalah Sahabat Untukmu Jakarta
Aku Air Untuk Jakarta | dokpri

Air :
Aku air adalah pelayan engkau wahai manusia di bumi,  aku air sangat kagum kepadamu. Aku air bangga jadi bagian yang menghidupkan kemuliaanmu wahai engkau manusia.

Jakarta :
Iya air, bagaimana kami jakarta bisa hidup tanpamu,  engkau adalah  bagian sumber kehidupan yang tak bisa terpisahkan.

Air :
Wahai engkau jakarta,  aku tahu engkau adalah sebuah tempat kami berkumpul sebelum menuju samudra laut nan biru.  Berikanlah kami tempat untuk bisa lewat,  mohon ijin aku lewat. Jangan halangi aku,  tempat aku berdiam sebagai serapan, engkau telah tutup dengan beton dan aspal. Aku air tak bisa diam, aku harus pergi dari tempatku dan tempatmu juga.

Jakarta :
Iya air,  maafkan kami Jakarta. Berilah kesempatan untuk kami agar bisa membagun kesadaran betapa engkau air harus kami pelihara sebaik-baiknya.  Engkau tidak salah air.

Air :
Terimakasih Jakarta,  aku air sudah banyak mendengar tentang engkau yang kesulitan mengendalikan aku saat datang melimpah ke Jakarta.  Aku tidak bermaksud menyakitimu Jakarta, tetapi aku sulit menetap di jalan-jalan yang aku lewati. Beri aku lahan yang subur,  beri aku tumbuhan dengan akar-akar yang menyerapku. Jangan halangi aku oleh tumpukan sampah yang bau, jangan tutupi semua lahan tanah tempat aku meresap ke bumi.

Jakrata :
Baiklah air,  ijinkan aku jakarta berdaya upaya menghidupkan warga kami untuk membuang sampah pada tempatnya, merawat jalan sungai yang engkau lewati, menanam tumbuhan nan hijau. Kami berikan ikan-ikan untuk keceriaamu air.

Air :
Alhamdulillah Jakartaku, aku air bangga dengan kepedulian dan niat yang sungguh-sunguh dari engkau untuk bersahabat dengan Aku

(Air & Jakarta Bicara)