Mohon tunggu...
abiyyu latif nur rahman
abiyyu latif nur rahman Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Sukailah membaca meskipun hanya melalui web

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pemuda Kompeten dalam Manajemen Finansial

19 Mei 2022   21:12 Diperbarui: 19 Mei 2022   21:23 119
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pemuda di Indonesia tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya Uang. Tentu saja uang dapat digunakan untuk mencapai hasrat kesenangan duniawinya saja. Akan tetapi pernahkah mereka diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk memanagement keuangan pribadinya sendiri. 

Tentunya pemuda saat ini lebih tertarik dengan lifestyle di mana sebuah gaya hidup dengan menggunakan model terkini agar tidak ketinggalan jaman mereka mati matian untuk mengumpulkan uang demi membeli barang yang branded agar bisa dipandang lebih stylish dan lebih dianggap keren daripada teman-temannya.

Tahukah anda bahwasanya kehidupan memiliki peranan penting dalam mengatur keuangan dalam segi menyaring barang mana yang bermanfaat untuk kita (kebutuhan primer) setelah itu kita memikirkan apa yang kita inginkan itu bisa bermanfaat untuk kita (kebutuhan sekunder). 

Management keuangan inilah yang penting agar para pemuda tidak terkecoh dengan trend serta harus menyisihkan uang sakunya demi membantu ekonomi orang tua ketika orang tuanya tidak memiliki keuangan yang cukup untuk memberikan kebutuhannya.

Sehari hari, kebutuhan kita sudah dipenuhi oleh orang tua entah itu dari segi kelayakan tempat tinggal, makanan yang halal dan sehat tentunya agar jasmani serta ruhani terawat dengan baik. Lalu bagaimana dengan pemuda yang telah bekerja??.tentunya harus membantu keuangan orang tua bukan?? Tentu saja hal ini boleh dan diperlukan untuk pemuda yang telah bekerja. 

Siskanlah uang beberapa bagian untuk orang tua, untuk kebutuhan diri sendiri (jangka pendek) untuk kebutuhan selanjutnya (jangka panjang). 

Maka dengan membagi keuangan kita telah mengatur keuangan yang kompeten dalam penerapannya dimana kita harus mempunyai harta cadangan yang mungkin saja digunakan kita dalam keadaan kita untuk berobat saat kita sakit atau digunakan untuk memperbaiki fasilitas kita seperti transportasi yang sedang terkendala dengan mesinnya. 

Beberapa bagian mengenai pemuda yang kurang kompeten dalam mengatur keuangannya. 

1. Boros

2. Membeli barang yang di inginkan

3. Mementingkan penampilan (style) 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun