Mohon tunggu...
abdul hapid
abdul hapid Mohon Tunggu... Lainnya - penulis musiman

hanya menulis ketika ada tuntutan saja maaf aku berbeda dengan kalian

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

KKN Tematik Membangun Desa di Bidang Ekonomi

2 Agustus 2021   01:54 Diperbarui: 2 Agustus 2021   01:57 49 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
KKN Tematik Membangun Desa di Bidang Ekonomi
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pandemic Covid-19 yang tengah melanda di seluruh dunia dan tak terkecuali Indonesia ini pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok. Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya virus tersebut menyebar hingga di hampir seluruh penjuru dunia. Pun tidak pandang bulu, mulai dari negara kecil hingga negara besar, rakyat kecil hingga para pejabat, turut merasakan dampak dari virus covid-19 ini.

Covid-19 pertama kalinya dilaporkan di Indonesia adalah pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus. Kemudian, data 31 Maret 2020 menunjukkan kasus yang terkonfirmasi berjumlah 1.528 kasus dan 136 kasus kematian. Tingkat mortalitas Covid-19 di Indonesia sebesar 8,9%, angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. (Susilo (dalam Sumarni, 2020, hlm. 47)).

Pandemic ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan saja namun pada sektor pendidikan juga ekonomi juga merasakan dampak dari pandemik Covid-19 ini. 

Tidak sedikit dari para pelaku UMKM dan para pengusaha yang terdampak dari adanya covid-19 ini mengalami pemunduran pada pendapatannya bahkan tidak sedikit yang terpaksa harus gulung tikar. 

Maka dari itu dimasa revolusi industry 4.0 para pelaku UMKM harus bisa mengikuti perubahan dan perkembangan zaman dimana pada hari ini segala sesuatu harus dilakukan dengan jarak jauh serta dalam jaringan untuk menghindari terjadinya penularan virus Covid-19 yang semakin berbahaya maka para pelaku UMKM dituntut harus bisa go digital. 

Menurut Jacky Musry, Executive Vice President International Council for Small Business (ICSB) Indonesia tentang UMKM 4.0, adalah mereka (UMKM) harus menjadi profesional, produktif, kreatif dan be entrepreneurial. Keempatnya harus saling terkait. 

Para pelaku UMKM era 4.0 tersebut juga akan lebih diarahkan pada digital, tidak lagi bermain pada tataran konservatif, tetapi harus dapat melihat peluang digital sehingga dapat menyasar pasar yang lebih luas (Amri, 2020, hlm. 124). Sehingga, ketahanan ekonomipun tetap kuat walaupun di tengah pandemi sekalipun.

Namun pada kenyataan dilapangan sangat disayangkan masih banyak dari para pelaku UMKM yang masih belum terbiasa dengan perubahan zaman yang mana harus serba digital seperti saat ini yang sedang terjadi. Akhirnya banyak dari para pelaku UMKM yang kurang bisa memanfaatkan kesempata yang ada karena belum bisa beradaptasi dengan perubahan perkembangan zaman.

Digitaliasasi dalam dunia UMKM sangat diperlukan adanya karna akan sangat mendukung UMKM untuk membuat produk yang berkualitas dan penjualan yang memuaskan. Pada KKN kali ini saya mencoba membantu para pelaku UMKM dan warga sekitar tempat tinggal saya untuk bisa sedikitnya melek terhadap teknologi dan perubahan yang ada.

Pada program KKN kali ini saya mengajak para pelaku UMKM dan beberapa warga yang ekonominya terambat akibat dari adanya pandemic ini untuk memanfaatkan teknologi digital untuk keprluan penigkatan ekonomi. 

Saya memfokuskan peningkatan ekonomi bagi para pelaku UMKM dan warga sekitar pada bidang pemasaran. Hal ini saya ambil karena pada saat ini segala sektor harus serba digital untuk bisa mengikuti perubahan dan perkembangan zaman maka saya memfokuskan pada pemasaran melalui platform penjualan online seperti lazada untuk bisa membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas ekonominya.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x