Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Nama : Faisal Machmud al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Mengamati dan Diamati

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Artikel Utama

Pengamanan Eksentrik di Kereta Api Kim Jong Un

28 April 2019   21:00 Diperbarui: 29 April 2019   13:10 0 8 5 Mohon Tunggu...
Pengamanan Eksentrik di Kereta Api Kim Jong Un
Foto bertanggal 23 Februari 2019 yang dirilis media Korea Utara pada Minggu (24/2/2019), menunjukkan saat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melambaikan tangan di pintu gerbong kereta yang akan membawanya ke Vietnam, untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.| Sumber: AFP / KCNA via KNS

Meskipun kunjungan Presiden Korea Utara Kim Jong-Un ke Rusia (Vladivostok) telah terlaksana beberapa hari lalu namun masih menyisakan isu hangat di balik kunjungan itu, antara lain adalah hadirnya sejumlah sedan limosin ekslusif buatan Jerman Daimler dan Maybach S600 yang -katanya- bikin pusing pabriknya di Jerman.

Isu hangat lain adalah hadirnya kembali kereta api "misterius" yang mengangkut rombongan Kim Jong-Un. Kereta api seperti apa dipakai Kim Jong-Un yang telah membuat mata (kembali) terkesima seolah-olah sedang menanti kereta api paling hebat sejagat menjelang kedatangan rombongan Presiden Korea Utara di stasiun kereta api Vladivostok 24-4-2019 lalu. 

Pertanyaan umumnya, apakah Kim Jong-Un -seperti ayahnya- takut naik pesawat terbang ataukah ada pesan tertentu? Padahal secara kasat mata jalur kereta api yang panjangnya ribuan kilometer itu sangat rentan dengan berbagai risiko. Tapi mengapa Kim Jong-Un tetap lebih tertarik kereta api ketimbang pesawat terbang.

Sesungguhnya penggunaan kereta api bukan hal yang aneh dilakukan oleh pemimpin Korea Utara (Korut). Tradisi berkunjung ke negara tetangga atau ke kota lain kerap dilaksanakan pemimpin sebelumnya, Kim Jong Il (ayah Kim Jong-Un) bahkan oleh kakeknya Kim Il Sung (15 April 1912- 8 Juli 1994).

Pada 1974 Kim Jong Il (ayah Kim Jong-Un) pertama sekali melaksanakan perjalanan panjang ke negara Eropa timur melalui China dan ketika pulang singgah di Rusia. Setelah itu terjadi beberapa kali perjalanan hingga perjalanan terakhirnya sebelum meninggal dunia sempat berkunjung ke Rusia pada 24/8/2011 tepatnya ke kawasan Ulan-Ude sejauh 4.500 km dari Pyongyang bertemu Presiden Dimitri Medvedev pada saat itu.

Tradisi tersebut juga diteruskan sang anaknya, Kim Jong Un. Kabarnya Kim Jong Un sangat sering menggunakan kereata api dalam kunjungan domestik dan ke beberapa negara. 

Sumber gambar : Capture video RT dan VTV24
Sumber gambar : Capture video RT dan VTV24
Sebut saja ke Vietnam pada 26 Februari 2016 lalu ia rela menghabiskan dua malam dalam perjalanan kereta api sepanjang 4,000 km (2,485 miles) untuk bisa bertemu Presiden Trump dalam pertemuan menindaklanjuti pertemuan Singapura 12 Juni 2018.

Pada 26 Maret 2018 Kim Jong Un menggunakan kereta api ke China dalam pertemuan dengan Presiden Xi Jinping.

Pada 24 April 2019 lalu sebagaimana kita ketahui Kim Jong Un berkunjung ke Rusia untuk pertama kalinya bertemu mitranya Presiden Vladimir Putin di sebuah kota Pelabuhan Vladivotok dekat perbatasan ke dua negara. Dari Pyongyang ke Vladiwostok pemimpin Korut itu menempuh perjalanan sepanjang 800 km menyusuri sisi pantai laut Jepang.

Berdasarkan beberapa informasi yang penulis rangkum dari beberapa artikel, kereta api yang digunakan Kim Jong Un adalah kereta api milik pribadi atau keluarga. Kereta api yang dipakai Kim Jong Un adalah kereta api yang pernah digunakan ayahnya, hanya saja telah dimodifikasi sedemikian rupa terutama pada interior, alat komunikasi dan sistem pertahanannya. Contohnya saat digunakan ayahnya masih berkarpet dan sofa berwarna gading dan coklat kini telah berwarna merah jambu (pink) dan ungu.

Sumber : Economic Time, NY Time, BBC.com. Diolah penulis
Sumber : Economic Time, NY Time, BBC.com. Diolah penulis
Desain warna hijau gelap pada bagian luar kereta dibuat untuk mengacaukan fokus pandangan ke dalam kabin dimana pemimpin Korut itu berada, terutama bagi pihak-pihak yang berniat melaksanakan aksi jahat atau sabotase.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3