Mohon tunggu...
Abanggeutanyo
Abanggeutanyo Mohon Tunggu... Wiraswasta - “Besar, ternyata ada yang lebih besar, sangat besar, terbesar, super besar, mega besar dan maha besar.”

Nama : FM Al-Rasyid ---------------------------------------------------------------- Observe and be Observed

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Epik Perang Suriah akan Berakhir di Kota Deir Ezzor

1 September 2017   23:59 Diperbarui: 6 September 2017   10:51 2916
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar : sputniknews.com/middleeast/2017. Edit abanggeutanyo

Posisi HTS (Hay'at Tahrir al-Sham)  awalnya kelompok paling kuat kini dianggap sebagai kelompok "pembajak"  revolusi Suriah akibat sikap misterius atau tak jelas arah kelompok  jaringan Al-Qaeda tersebut dalam perang Suriah menjadi salah satu sebab gagal fokus revolusi Suriah.

Sikap misterius  kelompok Jabhat al Nusra atau Jabhat Fath al-Sham (JFS)  atau kini  berganti lagi dalam kesatuan Hizbut Tahrir al-Sham atau HTS.  Kelompok  ini paling kuat dan diduga telah "membajak" revolusi  pemberontakan  dibawah payung Tentara Pembebasan Suriah atau FSA. Tak dapat disangkal FSA seakan hanya dijadikan kendaraan atau tunggangan masing-masing kelompok yang  memiliki aneka kepentingan dan tujuan berbeda di dalam pemberontakan  Suriah.

Kampanye perang koalisi AS terhadap ISIS ikut menjadi salah satu peristiwa tidak langsung mempengaruhi akan berakhirnya perang Suriah. Sayangnya meski telah berkontribusi melemahkan ISIS peranan AS kurang mendapat penilaian positif di negerinya sendiri dan khususnya di kawasan Arab akibat dicurigai "bermain" atau mengambil keuntungan dibalik perang melawan ISIS atau konflik Suriah.

Berkurangnya "intimidasi" AS terhadap pasukan SAA dan aliansinya juga menjadi sebab tidak langsung akan berakhirnya perang Suriah. Serangan udara koalisi pimpinan AS terhadap posisi SAA dan aliansinya cenderung hilang dalam sebulan terakhir. Melunaknya sikap AS (politik pemerintahan Trump) pada Iran dan Rusia sedikit tidaknya menjadi indikator akan berakhirnya perang Suriah.

Berkurangnya provokasi Turki dan melunaknya sikap bermusuhan Jordania terhadap pemerintah Suriah ditambah lagi dengan situasi genting di kawasan teluk akibat perpecahan Qatar dengan sejumlah negara Arab mengakibatkan perhatian kepada kubu pemberontak menjadi kacau atau melemah sehingga menjadi salah satu sebab akan berakhirnya perang Suriah.

Di kalangan petempur juga kini mulai terjadi saling tukar tawanan antara SAA dengan FSA dan SAA dengan ISIS. Bahkan SAA dan Hezbollah menjalin kontak  kontroversial dengan ISIS guna mengevakuasi petempur ISIS dan keluarganya dari dataran tinggi Arsal dekat perbatasan Suriah-Lebanon pada akhir Agustus lalu. Kondisi ini dapat dikatagorikan akan mereda ketegangan antara petempur.

Dukungan konsisten dan berkesinambungan dari Rusia dan Iran dalam hal Dana, Persenjataan dan amunisi, Latihan, Intelijen, Propagda melalui media massa, Lobi dan Sumber daya fighter bahkan sampai pada sistim distribusi sangat mumpuni dan berlimpah terlaksana dengan baik meski dalam kondisi sulit apapun termasuk mendapat lebih 50 gempuran angkatan udara Israel dan koalisi AS terhadap SAA dan Hezbollah. Daya tahan dan ketangguhan seperti ini membuat proksi anti Rusia menjadi kurang interes pada perang Suriah karena diduga akan berlarut lebih lama. 

Permainan politik Rusia dalam menjalankan 2 misi berbeda sekaligus  berjalan dengan sangat serius. Di medan perang Rusia menjalankan misi tempur secara agresif namun disisi lain Rusia menjalankan misi-misi  perundingan damai maraton dengan intensif dengan berbagai pihak. Kawasan  De-escalation zone, puluhan gencatan senjata, ratusan kampane damai  serta puluhan perundingan dengan utusan pemberontak digelar di berbagai  negara.

Melihat pada semua tanda-tanda di atas, apakah perang Suriah akan berakhir? Mengacu pada sejumlah indikator  di atas secara langsung atau pun tidak langsung tampaknya ekspektasi itu akan terjadi, kecuali jika tiba-tiba proksi lain melihat momentum bagus dan memanfaatkan seketika untuk meneruskan perang guna mencapai tujuannya.

Kini perhatian tertuju ke kota Deir Ezzour, hal sama diberitakan SDF dukungan AS juga tertarik beradu kecepatan (racing) agar bisa tiba di kota DeZ lebih cepat. Mungkin itulah sebabnya timbul analisa dan anggapan apabila kota DeZ dapat dibebaskan oleh SAA maka secara defacto perang Suriah itu dianggap akan berakhir. Jika itu terjadi kota DeZ akan menjadi saksi peristiwa perang paling sengit di abad modern ini berakhir di kota itu.

Mari kita lihat faktanya hingga akhir tahun ini akan seperti apa. Jika perang Suriah itu terbukti berakhir maka "epik" perang Suriah oleh abanggeutanyo dari satu sisi mungkin juga akan berakhir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun