Mohon tunggu...
Tante Paku  A.k.a Stefanus Toni
Tante Paku A.k.a Stefanus Toni Mohon Tunggu... wiraswasta -

Membaca dan menulis hanya ingin tahu kebodohanku sendiri. Karena semakin banyak membaca, akan terlihat betapa masih bodohnya aku ini. Dengan menulis aku bisa sedikit mengurangi beban itu. Salam, i love you full.....

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Kunjungan Kompasianer ke Rumah Atsiri Tawangmangu

24 April 2016   21:45 Diperbarui: 30 April 2016   00:34 728
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 Untuk menindaklanjuti BLOG COMPETITION yang diselenggarakan Komposono (Kompasianer Solo Raya) bekerjasama dengan Museum Rumah Atsiri yang belum di launching ke publik, Kompasiner Solo ingin sekali mengunjunginya, dan pihak Rumah Atsiri pun menyambut dengan gembira, serta menyediakan transportasi dan makan siang di lokasi wisata Griya Tawang, yang juga milik pihak museum itu.

Masih banyak Kompasianer yang merasa buntu idenya saat lomba menulis Museum Minyak Atsiri dipublish, dikiranya tema lomba hanya MELULU menulis tentang keberadaan museum tersebut. Padahal para peserta bisa mengeksplorasi ide kreatifnya untuk menulis hal ihwal yang masih ada kaitannya, misalnya :

1. Sejarah atsiri indonesia
2. Sejarah parfum indonesia
3. Sejarah bangunan dan atsiri rumah atsiri indonesia
4. Pengembangan minyak atsiri ke depan
5. Keberadaan Museum Atsiri untuk ilmu pengetahuan ke depan.

Jadi para peserta yang ingin ikut lomba TIDAK HARUS mengunjungi museum pun bisa menulis, dengan mengumpulkan literatur yang ada (mencari di Arsip Nasional atau koran- koran lama tahun 1961 ke atas).

Tapi berhubung KOMPOSONO atau Kompasianer Solo Raya yang punya gawe, maka banyak anggotanya yang penasaran untuk berkunjung ke sana. Akhirnya kami berangkat pada tanggal 23 April 2016 ke Tawangmangu. Saya tidak perlu menceritakan secara detil seperti biasanya bila sedang Kopdar, tapi foto-foto yang ditampilkan di bawah ini sudah bisa menceritakan kegembiraan dan kesungguhan Kompasianer untuk ikut menulis tentang keberadaan peninggalan sejarah yang terpencil di lereng Lawu ini.

Di Rempah Rumahkarya sambil menunggu teman yang belum datang, mbak Suci Handayani memotret dokumen yang berhubungan dengan keberadaan Rumah Atsiri untuk bahan penulisan nanti. Tentang Rempah Rumah Karya sudah pernah saya tulis di sini : 

http://www.kompasiana.com/290465tantepaku/dari-sampah-berubah-jadi-rempah-rumah-karya_5500ffb1813311971ffa80cf




Baru tiba di Rumah Atsiri, pada lesehan dulu di kantor sementara ada yang sholat dhuhur dan menikmati teh hangat serta ketela goreng yang enak banget, menurut semua yang hadir. Mereka pada bertanya tentang keberadaan Rumah Atsiri ini kepada saya, sebelum bertanya kepada yang lebih berkompeten di tempat itu.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun