Mohon tunggu...
Mutya
Mutya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hai saya Mutya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pudarnya Senyum di Era Pandemi

10 Agustus 2022   08:00 Diperbarui: 10 Agustus 2022   08:07 44 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Senyum adalah ibadah, ungkapan yang sering dilontarkan oleh sebagian orang. Oleh karena itu senyum sering dipakai sebagai sapaan untuk sesama, mengekspresikan suasana hati, atau ungkapan rasa bahagia. Dikutip dari https://bobo.grid.id/read/083100475/orang-indonesia-dikenal-ramah-di-mata-dunia-ternyata-ini-alasannya, masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang ramah dimata dunia dibandingkan dengan negara lain, banyak turis yang berkunjung ke Indonesia maupun menetap, mengatakan setiap mereka bertatap mata atau melakukan kontak mata dengan orang Indonesia, kebanyakan dari orang Indonesia akan balas dengan senyuman, sikap yang lain seperti ketika lewat di depan orang yang lebih tua harus menunduk karena menunjukkan rasa sopan, dan menyapa orang lain yang bahkan tidak dikenal ketika berpapasan. Hal itu merupakan beberapa contoh bentuk peran senyum di dalam kehidupan masyarakat.
 
Di Era pandemi covid 19 mewajibkan masyarakat menggunakan masker. Hal tersebut menghambat salah satu interaksi sosial ini. Masyarakat cenderung mengganti senyuman dengan hanya menundukkan kepala atau melambaikan tangan, karena mungkin mereka merasa sia-sia jika tersenyum di balik masker. Sebenarnya hal tersebut salah, gerakan pada wajah kita tetap terlihat saat tersenyum meskipun menggunakan masker. Kerutan pada mata menunjukkan bahwa senyum sedang kita tunjukkan di balik masker. Tetap menebarkan senyum harus dimulai dari diri sendiri, banyak manfaat yang dapat diambil dari tersenyum, seperti meningkatkan imun tubuh seperti membuat wajah rileks, mengurangi stres karena saat tersenyum tubuh akan terhindar dari rasa cemas dan khawatir, serta awet muda karena wajah akan terlihat lebih cerah dan bahagia.
 
Apa yang terjadi jika kita jarang tersenyum? Banyak dampak negatif jika kita jarang tersenyum, contohnya suasana hati kita akan buruk sepanjang hari, orang lain akan menganggap kita jutek atau sombong, dan mungkin orang lain akan menghindar. Jika senyum memiliki banyak manfaatnya mengapa kita tidak selalu tersenyum dikondisi yang tepat, dan hilangkan wajah cemberut atau jutek. Penggunaan masker akibat pandemi jangan menjadikan budaya ramah ‘senyum’ ini pudar, karena senyum bagian dari ibadah yang artinya kita menebarkan kebahagiaan kecil lewat senyuman pada orang lain. Kebahagiaan itu menular begitu pun senyuman.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan