Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru dan Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. Sarjana Filsafat dari STFK Ledalero sejak tahun 2002 dan seorang guru profesional sejak tahun 2008. Email: mengkakablasius@yahoo.com. --(C)2013-2020.

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Louis Taolin, Tokoh di Balik Deklarasi Balibo yang Sangat Terkenal

21 Oktober 2020   05:39 Diperbarui: 21 Oktober 2020   05:52 37 7 0 Mohon Tunggu...

Kapten Louis Taolin adalah keponakan dari El Tari. Pamannya Mayjen El Tari adalah Gubernur Provinsi NTT (1966-1978). Nama Louis Taolin sebagai tokoh penting di balik Deklarasi Balibo adalah sangat terkenal. Peran Taolin telah banyak diulas oleh media-media asing. Louis Taolin adalah seorang agen dari dinas rahasia militer Indonesia BAKIN pada tahun 1974/75. Louis Taolin yang saat itu berpangkat Kapten salah satu pasukan utama dalam operasi dinas rahasia Komodo. 

Dalam sejarah Orde Baru, nama Louis Taolin adalah legenda yang amat dihormati. Dia dipercayakan sebagai salah satu dari perwira yang paling pertama mendarat di Timor-Timur. Perannya yang paling terkenal dalam sejarah  ialah kesuksesan mempersiapkan aneksasi Timor Portugis. 

Louis Taolin adalah salah satu putra Raja Insana di Kabupaten Timor Tengah Utara, sebuah kerajaan di Timor Barat Indonesia.  Ayahnya Raja Taolin adalah sahabat baik dari ayahku Mathias Meko. Raja Taolin mempercayakan ayah membangun istananya di Insana. 

Di tahun 1974/1975, Louis Taolin menjabat sebagai Direktur Urusan Khusus di Staf El Tari. Setelah Revolusi Bunga di Portugal pada tahun 1974, Taolin menerima tanggung jawab besar atas "Timor Portugis" dari BAKIN. 

Pada awalnya Louis Taolin sebagai staff BAKIN menyamar sebagai pengusaha yang sering keluar masuk Timor Portugis. Dengan urusan demikian, BAKIN memiliki kepentingan bisnis di Timor Portugis. 

Dalam urusannya sebagai bisnisman di Timor Portugis itulah, Louis Taolin bekerja sebagai penghubung untuk Associao Popular Democrtica Timorense (APODETI). Partai itupun didanai Indonesia di Timor Portugis. Louis Taolin menganjurkan agar APDETI bergabung dengan Indonesia agar dapat menikmati kemerdekaan. Selain APDETI, Taolin juga menghubungi Jose Martins yang kemudian menjadi presiden Klibur Oan Timor Asuwain (KOTA).

Louis Taolin juga menemui Jose Ramos-Horta, Duta Besar FRETILIN berkunjung ke Jakarta pada tahun 1974. Saat itu Taolin menemani Ramos Horta selama dua minggu penuh. Hal ini menunjukkan bahwa Louis Taolin sudah biasa ke Dili dan mengenal para pemimpin Timor Portugis di sana. Dalam pelbagai kunjungan ke Dili, Taolin pernah mendampingi misi resmi Kolonel Sugianto dan Kolonel Suharto Pitut pada April 1975 ke Dili. Misi itu berhasil bertemu dengan Gubernur Portugis Mario Lemos Pires dan perwakilan dari partai FRETILIN, Unio Democratica Timorense (UDT) dan APODETI.

Pada awal bentrokan antara ABRI/Polri, banyak tentara Indonesia menyamar sebagai pejuang UDT. Mereka mulai menduduki daerah perbatasan Timor Portugis pada bulan Oktober 1975. Kasus yang segera menarik perhatian dunia internasional adalah kasus tewasnya lima wartawan Barat yang menyaksikan masuknya tentara di kota perbatasan Balibo Vila. Setelah tewasnya 5 wartawan barat, Louis Taolin bersama dengan Kolonel Daden, seorang perwira menengah Indonesia terbang ke Balibo.

Tetapi peran paling menonjol dalam sejarah Timor-Timur masuk ke wilayah Indonesia ialah saat Louis Taolin bersama Aloysius Sugiyanto menyusun Deklarasi Balibo yang ditandatangani di bawah tekanan para tokoh partai Timor-Leste yang menentang FRETILIN.  

VIDEO PILIHAN