Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru dan Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. Sarjana Filsafat dari STFK Ledalero sejak tahun 2002 dan seorang guru profesional sejak tahun 2008. Email: mengkakablasius@yahoo.com. --(C)2013-2020.

Selanjutnya

Tutup

Digital

Tiga Ekstrem Ini Terjadi Apabila Sekolah Tanpa Literasi Digital

20 September 2020   03:56 Diperbarui: 27 September 2020   05:22 55 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tiga Ekstrem Ini Terjadi Apabila Sekolah Tanpa Literasi Digital
Layanan data di internet butuh banyak kemudahan. (Foto: Istimewa).

Banyak orang mencari bacaan-bacaan untuk mendapatkan petunjuk hidup yang baik agar mereka bisa hidup dengan beradab. Jika banyak hal negatif terjadi di dunia maya, seperti: berita-berita hoax, orang belum berani melakukan literasi digital dan belum menginvestasikan uangnya untuk literasi digital.  

Berita-berita di dunia internet belum dijamin benar. Apalagi literasi digital membuang banyak uang dengan hasilnya tetap nihil, apalagi bagi pendidikan yang terletak di daerah terpencil. Di daerah terpencil, sistem pendidikan bertujuan untuk memberadabkan manusia, juga masih gagal. Para siswa/i mencari bacaan-bacaan di dunia digital untuk mendapatkan petunjuk hidup agar menjadi orang-orang beradab.

Tiga Ekstrem

Literasi bukan hanya sebatas teori saja. Literasi membutuhkan praktek nyata di sekolah. Jika literasi di sekolah tidak berjalan dengan baik maka kepala sekolah, guru dan siswa/i akan terjebak dalam 3 ekstrem berikut:

Pertama, keputusan dibuat dengan mengandalkan emosi yang dalam hal ini ialah kemarahan. Suasana sekolah menjadi penuh dengan saling memarahi satu sama lain. Kepala sekolah memarahi para guru dan para siswa/i. Para guru memarahi siswa/i. Siswa/siswi saling memarahi satu sama lain. Dalam pembagian tugas baik kepada guru dan kepada siswa/i bukannya pengetahuan yang diandalkan tetapi perasaan suka atau tidak suka, marah atau senang. Emosi atau kemarahan adalah bagian terendah dalam pertimbangan intelektual manusia. Sehingga penyelesaian masalah dengan emosi atau kemarahan tidak akan tuntas dan menimbulkan percekcokan berkepanjangan. Bagian tertinggi dari tingkat pertimbangan manusia adalah filsafat pendidikan. Melalui kajian filsafat pendidikan, persoalan diselesaikan secara bijaksana, bukan hanya mengandalkan penelitian dan kajian ilmiah, tetap berdasarkan pertimbangan filsafat.

Kedua, tanpa literasi, pemimpin atau kepala sekolah mengandalkan kemarahan untuk memecat dan memotong gaji. Manejer atau kepala sekolah yang buruk hanya suka memecat dan memotong gaji, tetapi ia tidak memiliki pandangan tentang masa depan. Seorang manejer atau pemimpin yang buruk selama pemerintahannya ia akan lebih cepat memecat dan memotong gaji para pejabat, tetapi ia tidak memiliki pandangan pribadi untuk masa depan. Ini terjadi karena seorang pemimpin tidak punya literasi yang baik pada masa lalunya. Jika pada masa lalu, seorang pemimpin hanya berkutat para perusahaan dan militer tanpa literasi akan sangat berbahaya. Seorang pemimpin yang didukung oleh banyak orang ternyata tidak memiliki rekam jejak literasi di masa lalu, jumlah ini adalah mayoritas di Indonesia.

Ketiga, jika literasi tidak berkembang baik di sebuah sekolah maka kajian-kajian oleh pihak sekolah selalu menggunakan kajian yang bersifat mementingkan golongan, parpol dan konflik kepentingan pemimpin setempat, seperti: gubernur, bupati dan kepala dinas. Dalam pembagian tugas atau penentuan jabatan, pengelola sekolah menggunakan paradigma pertimbangan politik individu yang bersangkutan. Jika pilihan politik individu yang bersangkutan memihak figur kepala daerah atau parpol tertentu, maka individu itu diperioritas untuk menjabat sedangkan jika tidak maka individu itu tidak dipilih.

Literasi adalah Tuntutan Mutlak

Jika pertimbangan pengelola dilakukan berdasarkan literasi, maka ilmu pengetahuan lebih diperioritaskan. Ilmu tidak memihak salah satu golongan atau parpol. Ilmu adalah jalan tengah untuk menyelesaikan masalah di mana semua pihak mendapatkan kepuasan. Ilmu menemukan faktor penyebab dan menyelesaikan masalah serta ilmu merumuskan pengertian-pengertian umum untuk dijalankan dan dilaksanakan.

Audio visual di internet. (Foto: Istimewa).
Audio visual di internet. (Foto: Istimewa).
Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat. Penguasaan enam literasi dasar yang disepakati oleh World Economic Forum pada tahun 2015 menjadi sangat penting tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orang tua dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

Keberliterasian dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia. Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global.

Literasi Digital Butuh Blog

Orang tanpa literasi adalah orang kurang cakap. Orang kurang cakap cnderung mengandalkan: pertama, kemarahan atau emosi secara mencolok, kedua, fanatisme berlebihan terhadap golongan, agama, sukisme dan parpol tertentu. Literasi digital membuat orang seimbang dan matang secara emosional dan bersikap bijaksana dalam pertimbangan politis. Seorang manejer atau kepala sekolah yang buruk adalah manejer yang tidak berliterasi. Ia akan tampak selalu marah dengan hanya selalu memecat dan memotong gaji karyawan serta tidak punya visi masa depan.

Literasi digital terjebak oleh pertukaran uang sebagai bisnis ekonomi dalam dunia digital. Anda bisa bayangkan jika semua sekolah dan instansi pemerintahan sampai ke tingkat desa memiliki Website berbayar, maka ilmu pengetahuan akan berkembang. Hanya saja peredaran bisnis uang akan berjalan lancar jika semua orang melek huruf dan rajin menggunakan internet.

Ooredoo Tawarkan Sejuta Kemudahan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x