Mohon tunggu...
Blasius Mengkaka
Blasius Mengkaka Mohon Tunggu... Guru dan Penulis.

Mencipta wacana bermutu dari sistem berpikir Plato dan Aristoteles. Sarjana Filsafat dari STFK Ledalero sejak tahun 2002 dan seorang guru profesional sejak tahun 2008. Email: mengkakablasius@yahoo.com. --(C)2013-2020.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Yunani Kuno: Keluarga, Mitos dan Legenda

3 Juli 2020   17:30 Diperbarui: 4 Juli 2020   17:00 129 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Yunani Kuno: Keluarga, Mitos dan Legenda
Ibu-anak dan prajurit Yunani kuno. (Gambar: Istimewa).

Apakah semua orang Yunani kuno adalah ilmuwan dan filsuf?  Tentu saja, tidak setiap orang Yunani kuno adalah ilmuwan atau filsuf yang berpengaruh di dunia. Mayoritas orang di Yunani adalah orang biasa yang menjalani kehidupan sehari-hari.

Ayah Gadis Menyediakan Mahar

Orang Yunani kuno berkembang dalam pernikahan. Seringkali pernikahan terjadi bukan karena cinta, tetapi sebagai kesepakatan antara  2 keluarga. Wanita Yunani kuno menikah pada usia sangat dini, yaitu: pada usia 13 hingga 15 tahun. Para lelaki Yunani kuno biasanya menikah pada waktu berumur lebih tua, yaitu: antara 20 dan 30 tahun.

Pernikahan di sana beda dengan orang Indonesia. Di Yunani kuno, ayah gadis harus memberikan mahar sebelum resmi menikah, yaitu: uang atau barang-barang lainnya. Mahar diterima dan dikelola oleh calon suami. Sehingga betapa repotnya ayah sebuah keluarga jika keluarga memiliki beberapa anak perempuan. Sebab mahar setiap anak perempuan harus disediakan oleh ayah dalam keluarga. Sehingga sebagian besar orang tua lebih menyukai satu atau lebih putra dalam keluarga. Makin banyak putera dalam keluarga, makin banyak mahar yang diterima oleh keluarga itu.

Mayoritas orang Yunani kuno tinggal di rumah kayu sederhana. Sehingga tidak tersisa  bekas rumah-rumah orang Yunani kuno sampai saat ini. Dalam banyak gambar di Internet, kita memahami bahwa sisa-sisa dari beberapa kuil masih bertahan hingga hari ini. Meskipun usianya sudah lebih dari 2.000 tahun. Kuil-kuil Yunani kuno dibangun dari batu padat, sehingga masih dikagumi sampai sekarang. Contohnya ialah Acropolis yang terkenal di Athena.

Kondisi ekonomi orang Yunani kuno adalah agak miskin. Banyak makanan di Yunani kuno tidak dapat dikenal. Bahan-bahan makanan, seperti: beras, jagung, kentang, tomat - tidak ada di Yunani kuno. Kebanyakan orang Yunani kuno makan roti atau bubur yang terbuat dari gandum, kacang-kacangan atau lentil, buah-buahan dan produk susu. Hanya  orang kaya saja bisa makan daging, ikan dan sayuran secara teratur.

Banyak Dewa

Agama di Yunani kuno adalah hal sangat penting. Setiap musim dan kehidupan dibagi atas: festival, pemujaan dan ritus. Hal itu dapat dilihat dari fakta bahwa perang pun terputus untuk festival atau ritus tertentu. Agama orang Yunani kuno sangat berbeda dari agama-agama di dunia saat ini. 

Para dewa Titan (para dewa pertama). (Gambar: Istimewa).
Para dewa Titan (para dewa pertama). (Gambar: Istimewa).
Orang Yunani menyembah banyak dewa/i. Setelah masa Protogonoi, para dewa Titan adalah para dewa yang pertama. Para dewa Titan dilahirkan oleh dewa Gaia dan Oranos. Setelah  para dewa Titan, muncullah dewa Zeus (raja dan pemimpin) dengan 12 dewa di bawah kekuasaannya. Masing-masing dewa/i memiliki wilayah tanggung jawab sendiri. Para dewa-dewi Yunani kuno dapat disebutkan, misalnya: Dionisus adalah dewa anggur, Artemis adalah  dewi berburu, dewi Hestia melindungi api di rumah dan dewa Ares adalah dewa perang.

Image caption
Image caption

Orang Yunani kuno berkeyakinan bahwa para dewa/i selalu kembali ke bumi dalam wujud manusia dan mencampuri urusan manusia. Para dewa/i juga sering diceriterakan banyak orang memiliki kualitas perilaku, seperti: kecemburuan, cinta, kemarahan dan balas dendam. Beberapa dewa/i Yunani yang masih kita kenal dalam mitos-mitos Yunani kuno adalah: dewa Zeus dan istrinya dewi Hera, dewi Aphrodite - dewi cinta dan keindahan - dan suaminya dewa Hephaistos, dewa Hermes, dll.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x