Nil Maizar Sang Pencerah

26 Mei 2012 17:13:57 Dibaca :
Nil Maizar Sang Pencerah



supersoccer.co.id
Stramaccioni: Indonesia Sangat Kompetitif
Ary Wibowo | Hery Prasetyo | Sabtu, 26 Mei 2012 | 22:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Andrea Stramaccioni, mengaku senang dapat menjalani dua laga di Jakarta melawan Liga Selection dan Indonesia Selection dalam rangkaian "Inter Milan Tour 2012". Meskipun dapat memenangi dua laga tersebut, menurut pelatih berusia 36 tahun ini kedua lawannya itu adalah tim yang sangat kompetitif.


Di laga pertama pada Kamis (24/5/2012), "I Nerazzurri" berhasil mengalahkan Liga Selection yang sebagian besar berisikan sejumlah pemain muda, dengan skor 3-0. Sementara laga Sabtu (26/5/2012) malam ini, Javier Zanetti dan kawan-kawan mampu menundukkan tim Indonesia Selection yang dihuni sejumlah pemain senior dengan skor 4-2.


"Saya senang, pertandingan ini adalah bukti nyata bahwa kami melawan tim-tim yang sangat kompetitif. Mereka (Indonesia) berusaha bermain sekuat tenaga. Ini adalah laga yang sangat indah," ujar Stramaccioni saat melakukan jumpa pers seusai pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/5/2012).


Pernyataan Stramaccioni itu memang bukan tanpa alasan. Meski unggul cepat ketika laga baru berjalan lima menit, Indonesia Selection sempat menyamakan kedudukan, sebelum ahirnya babak pertama dalam kedudukan 2-1 untuk Inter.


Inter dapat menambah keunggulan dua gol di babak kedua, tapi Indonesia tak menyerah hingga menit-menit akhir. Laga pun ditutup dengan skor 4-2 untuk kemenangan Inter, setelah Yoshua Pahabol mencetak gol di menit ke-92.


"Saya tidak melihat kelemahan, baik di Inter maupun Indonesia. Kedua tim bermain sangat baik. Total sembilan gol dari dua laga menunjukan pertandingan ini sangat kompetitif. Kami sangat senang bermain di sini (Jakarta)," ungkap Stramaccioni.


Kapten Inter, Javier Zanetti, sependapat dengan Stramaccioni. Pemain berusia 38 tahun tersebut menilai, melawan Indonesia adalah laga yang sangat menyenangkan. Tim "Merah Putih", kata dia, merupakan tim yang hebat.


"Inter dan Indonesia adalah tim hebat. Ini merupakan pengalaman hebat dan sangat menyenangkan bagiku," ungkap pemain asal Argentina ini.


Laga melawan Indonesia Selection ini adalah pertandingan terakhir rangkaian tour Inter di Indonesia. Empat gol tim berjuluk "La Beneamata" itu ditorehkan Coutinho (menit ke-5, dan 42), Giampaolo Pazzini (60,73). Sementara dua gol tim "Garuda" dicetak dua pemain asal Papua, Patrich Wanggai (14) dan Yoshua Pahabol (92).



http://bola.kompas.com/read/2012/05/26/22540648/Stramaccioni.Indonesia.Sangat.Kompetitif


===========================================



.


Saya tak pernah membayangkan, bahkan memprediksi apapun dengan pertandingan antara TimNas dengan Intermilan, boleh dikata bumi dengan langit. Semua faktor sepakbola, sebagai tim, skill, Permainan, Kebersamaan Tim, Pelatih, dan Pengelola Tim.


Tak ada sama sekali terbetik dalam pikiran untuk menaruh harapan sekecil apapun, yang ada hanya kemasygulan kalau terjadi pembantaian tanpa perlawanan, yang justru akan menjadi bumerang bagi dunia sepakbola Indonesia, mengingat masih carut marutnya kondisi dan situasi serta atmosfir persepakbolaan Indonesia saat ini.


Kenyataan adanya Liga Sempalan, Kompetisi di luar kendali PSSI, yang telah menghadirkan ketidak percayaan sementara masyarakat terhadap kemampuan TimNasional, hanya karena adanya terpecahnya ikon2 pemain sepakbola yang terpisah di dua kutub yang berbeda. Bahwa PSSI walaupun sudah demikian rupa memberi kelonggaran serta kerendahan hati untuk mempersilahkan ISL kembali ke rumah PSSI, dengan menjadikan dirinya ada dalam kendali PSSI.


Implikasi keluarnya ISL dari naungan PSSI menjadi tidak sederhana, karena telah menghadirkan ketidak pastian semua bidang yang menyangkut sepakbola terutama liga profesional. Walaupun relatif tak berpengaruh terhadap program2 lain diluar liga profesional. Terbukti program2 PSSI berjalan lancar tak ada masalah dengan federasi2 sepakbola negara lain, maupun AFC/FIFA.


Oleh karena itu buat saya, permainan yang di tampilkan dengan kondisi dan latar belakang TimNas seperti itu, jelas tidak akan bisa di harapkan memberikan perlawanan yang baik, apalagi menampilkan permainan yang baik dan menggairahkan. Jauh panggang dari api. Kondisi sangat darurat menyelimuti situasi TimNas.


Sementara Nil Maizar sendiri, sudah lama tidak di Jakarta, sekitar hampir 1 bulan, menghadiri pelatihan sebagai pelatih di jerman, dan di teruskan mendampingi pemain mengikuti pertandingan al Nakbah di Palestina. Sementara pemain2 TimNas sendiri juga sebagian besar terikut dalam turnamen tersebut, termasuk Tibo, Okto, selebihnya belum ada tambahan pemain dari yang telah di panggil menjadi anggota Timnas.


Menjadi satu tim saja baru berkumpul 2 hari sebelumnya, di jakarta, bahkan ada beberapa pemain yang baru ada sehari sebelum pertandingan persahabatan ini. Latihan bersama hanya di lakukan sekali saja, dan lebih banyak digunakan untuk diskusi tentang simulasi2 dan variasi2 permainan. Hal ini tentu akan sangat mudah bagi pemain2 senior, tetapi tak mudah bagi pemain2 yunior, yang nota bene sudah dicanangkan akan menjadi tumpuan harapan TimNas masa depan. Latihan tanpa bersama bermain dalam satu Tim sangat naif dan sangat berani mengambil posisi optimisme untuk pertandingan,apalagi yang di hadapi adalah Tim Juara Champion Eropa tahun 2010.


Disini kejeniusan Pelatih Nil Maizar terlihat, keberanian untuk melakukan dan menjalankan pertandingan dengan optimisme tinggi dan mampu memompa semangat seluruh pemain dengan kepercayaan diri yang tinggi, tanpa rasa pesimis dan minder terhadap lawan yang seolah bumi dan langit.


Luar biasa, tidak tahu apa yang dikatakan Nil Maizar kepada mereka, sedemikian sehingga hasilnya adalah satu Tim yang solid dan seolah sudah menjalani latihan bersama dalam waktu yang cukup.


Memasukkan Ikon TimNas masa lalu yang sangat tepat, Bima Sakti sebagai Kapten, Kurniawan, aboy dan Hari adalah merupakan salah satu bukti kejeniusan Nil Maizar. Sekilas dia hanya bilang, bahwa semua posisi akan di berikan kepada pemain seperti apa yang mereka lakoni selama ini di Tim Klub nya masing2. Artinya dia hanya mengandalkan instincnya untuk memadukan Tim yang harus benar2 padu, hanya dengan sekilas melihat karakter masing2 pemain dalam bermain di klub. Keberanian memilih pemain dengan paduan tertentu adalah kelebihan luar biasa Nil Maizar.


Saya sampai kini, belum pernah melihat dan mendengar kehebatan pelatih manapun di Indonesia yang pernah mengalami kondisi dan situasi yang sangat darurat seperti itu. Sekalipun itu Pelatih asing. Tentu dengan hasil yang demikian maksimal. Baru Nil Maizar yang bisa dan mampu berhasil menjalaninya dengan sukses.


Saya bisa membayangkan andaikan ada waktu yang cukup, pasti akan memperoleh TimNas yang sangat baik, dengan sentuhan permainan, dan rumus2 permainan yang terlatih, operan2 dan posisi2 yang terencana, pasti kita benar benar akan memperoleh suatu TimNas yang Kompetitip dan mampu menembus di tingkat Asia.


Sejelek apapun Tim Intermilan, dengan Tim yang lengkap, termasuk legendaris Zanetti, dan Cambioso, milito, susah akan bisa mengimbangi permainan mereka, dan andaikan itu terjadi, itu akan sangat jelas terlihat di lapangan. Justru yang terjadi adalah sebaliknya, Mereka sangat senang memperoleh lawan yang baik, dengan catatan mereka tidak tahu bahwa kita menyiapkannya dengan kondisi sangat darurat.


Maka, mulai sekarang, tidak ada alasan apapun yang meragukan akan masa depan sepakbola kita, terutama kesiapan pelatih pelatih kita yang di tunjukkan Nil Maizar, Aji Santoso, Widodo c putro, tentu akan memacu pelatih2 muda untuk tidak ragu dan ikut serta terjun menggeluti menjadi Pelatih.


Trimakasih Nil Maizar, dan juga tak lupa kepada Mas Danurwendo, yang sangat baik memberikan masukan kepada Nil Maizar. Sudah tepat ramuan pemainnya untuk kondisi darurat seperti ini.  Telah sukses berhasil menampilkan TimNas yang bermutu, dan yang paling penting Berkarakter kuat.


TimNas yang berkarakter kuat, Kepribadian pemain yang kuat dan mental spiritual yang kuat, akan menampilkan permainan dengan karakter yang kuat. tak mudah untuk dikalahkan, tak mudah menyerah, tak akan berhenti berusaha sebelum peluit usai di bunyikan.



Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !


.


Jakarta 28 Mei 2012


.


Zen Muttaqin


.



Zen Muttaqin

/zen-muttaqin

TERVERIFIKASI (HIJAU)

AKU BUKAN APA-APA DAN BUKAN SIAPA-SIAPA. HANYA INSAN YANG TERAMANAHKAN, YANG INGIN MENGHIDUPKAN MATINYA KEHIDUPAN MELALUI TULISAN-TULISAN SEDERHANA.HASIL DARI UNGKAPAN PERASAAN DAN HATI SERTA PIKIRAN. YANG KADANG TERLINTAS DAN MENGUSIK KESADARAN. SEMOGA BERMANFAAT.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?