Serahkan Pada Ahlinya...

22 Desember 2012 05:39:10 Dibaca :

"Jika diserahkan suatu suatu perkara kepada bukan ahlinya, maka tunggulah tibanya hari kiamat" Tentu kita sependapat hanya ahli nuklir yang berkompeten "berbicara" masalah pernukliran, hanya kontraktor yang berkompeten "berbicara" urusan membangun suatu bangunan, hanya insinyur pesawat yang berkompeten "berbicara" dan berkata "menurut saya" soal bagaimana membuat pesawat. Kalau ada alim ulama, bahasa arabnya fasih, hapal Al-Quran dan puluhan ribu hadist, paham serta menguasai ilmu usul fiqih, dan berbagai ilmu agama lainnya, akan tetapi ulama ini ingin merumuskan bikin pesawat yang aman dan handal, ikut nimbrung bagaimana membikin reaktor nuklir yang canggih, bahkan ngeyel mempertahankan pendapatnya, dan berani berkata "menurut saya" bangunan yang kuat dan tahan gempa bla...bla..bla... Semua orang akan mengatakan, ini ulama bicara bukan pada tempatnya, walau ia seorang ulama. Perhatikan!!! padahal ulama ini berbicara masalah perkara dunia (soal pesawat dan nuklir), itu saja sudah ditentang oleh semua orang yang waras. Lalu bagaimana dengan jaman sekarang, banyak orang berani bicara, bahkan hobi memberi komentar, berkata,"menurut saya" tentang permasalahan-permasalahan agama, hukum-hukum Allah, tentang akhirat, padahal nol besar dalam bidang agama. Jika ada Profesor Ahli Nuklir, Doktor Fisika atau Advokat bicara tentang fiqih agama, padahal tidak paham literatur keagamaan, maka ini adalah Profesor atau Doktor yang tak tahu diri dan tidak ngaca diri. Silakan berkata,"menurut saya" ...akan tetapi hendaknya ngaca sebelum menyatakan demikian... Dammam, 22/12/2012 #muhasabah

Teguh Suprayogi

/www.warungaqiqah.com

TERVERIFIKASI (BIRU)

Therapist di Saudi Arabia
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?