Hidup Sehat Tanpa Virus (Islam) Liberal

31 Mei 2012 09:36:53 Dibaca :

Sebenarnya tulisan ini akan kuberi judul : Nongkrong di WC Lebih Menyehatkan Daripada Debat dengan Kaum Liberal. Tapi dengan segala pertimbangan akhirnya judul diatas yang muncul.

Ini adalah sikap pribadi saya terhadap sepak terjang kaum liberal di Indonesia khususnya.



Seperti yang kita tahu solusi hidup sehat ada beberapa faktor, seperti olah raga yang teratur, menjaga makanan yang diasupnya dengan teratur serta gizi yang berimbang, lalu istirahat yang cukup, serta hindari stres. Bagi para muslim penting untuk menambah solusi hidup sehat dengan menghindari paham (islam) liberal. Buang jauh-jauh sampah pembawa penyakit hati dan otak ini.



Ada beberapa alasan kenapa harus membuang jauh-jauh paham ini.

Yang pertama dari sisi AQIDAH : Kaum Liberal mengaku sebagai Islam, bahkan mengklaim sebagai kaum Aswaja juga. Mereka menyusup ke berbagai kalangan Islam seperti NU atau Muhammadiyah untuk menjustifikasi perbuatan nyleneh mereka. Kepada kalangan NU menjual dagangan Islam Kultural dengan mengusung Islam yang Indonesia, bukan mengindonesiakan Islam.

Di Muhammadiyah dagangan mereka Islam Progresif, mengusung pembaruan dan modernitas, menafsirkan Islam sesuai selera orang di jaman ini, dan di kalangan kaum muda menjual dagangan Islam yang Bebas, kebebasan tanpa batas dalam menafsirkan Islam.



Yang kedua secara SYARIAT : Kaum Liberal dengan vulgar berupaya menghalalkan perkawinan sesama jenis, kaum homo dan kaum lesbian. Tanpa malu menyerukan umat agar menerima Homo dan Lesbian. Menentang dengan jelas larangan Allah SWT ini.



Yang ketiga : Meragukan keontetikan Al Quran sebagai Kitab Suci, dengan dalih di samping Mushaf Ustman, terdapat Mushaf tandingan di jaman Sahabat, seperti Mushaf Ali, Anas, Ubay dan sahabat lainnya.



Dan masih banyak paham-paham nyleneh mereka yang wajib di jauhi oleh kaum muslim seperti pluralisme, menolak pembubaran ahmadiyah, menolak penerapan Syariat Islam dan menjadikan Piagam Madinah sebagai rujukan Pluralisme, padahal Piagam Madinah justru rujukan Pluralitas dalam naungan Syariat Islam. Di jaman itu dengan Piagam Madinah masyarakat muslim dengan non muslim hidup berdampingan dengan damai. Pada saat yang sama masyarakat non muslim tunduk dan patuh pada hukum syariat Islam di negara Madinah yang di pimpin Rasulullah.



Itulah beberapa alasan kenapa kita harus membuang jauh-jauh paham (Islam) Liberal ini. Insyaallah itu semua akan membuat hidup kita lebih sehat, baik jasmani atau rohani. Sungguh dedengkot kaum mereka orang-orang yang sombong, bagaimana mungkin kemana-mana membawa kotoran di dalam perut mereka, begitu beraninya mereka pada Allah yang menciptakan mereka. Aku sungguh takut mengikuti jejak mereka, karena pernah mengalami sakit, yang membawaku usus-ku di operasi dokter karena tidak bisa kentut dan BAB. Cukuplah ini sebagai pelajaran bagiku. Wahai kaum (islam) liberal jadilah manusia-manusia yang pandai bersyukur, kalian saat ini masih diberi kesehatan yang baik, bagaimana jika mengalami seperti yang pernah saya rasakan, tidak bisa kentut dan BAB...?!



Semoga Allah menjauhkan diri kita dan keluarga dari pemahaman yang ngawur dan nyleneh ini...





wallahu 'alam bishowab..





Teguh Suprayogi

/www.warungaqiqah.com

TERVERIFIKASI (BIRU)

Massage Therapist, Reflexologist and 'Tukang Kerokan'...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?