Habis Filsuf Kampung, Siapa Lagi?

12 Agustus 2012 17:18:18 Diperbarui: 25 Juni 2015 01:53:27 Dibaca : Komentar : Nilai :

Semoga tidak ada lagi tulisan-tulisan model Filsuf Kampung di Kompasiana
walau salah satu trio romo, meminjam istilah Cak Choiron, masih aktif menulis
perilaku beragama kaum muslimin. Berlindung dengan alasan mengkritik perilaku
orang-orangnya, bukan ajaran agamanya. Silakan saja, namun hati-hati agar
tidak terpeleset. Main-main dipinggir kali, siap-siap saja kalau kecebur.

Memang tidak mudah memantau di blog keroyokan yang begitu mudahnya
menampilkan tulisan dengan bermacam-macam topik. Namun dengan kesigapan
kita semua, semoga tulisan-tulisan yang berbau SARAP, istilah dari Mas Erri Subakti
(Suku, Agama, Ras, Antar Golongan dan Pelecehan) dapat segera tereliminasi
dari blog tercinta ini.

Tinggal kita tangani kutu-kutu kupret di kolom komentar yang kadang isinya nggak
kalah SARAP, dengan tulisan-tulisan SARAP. Semoga di bulan puasa ini kompasianer
masih punya energi berlebih menghadapi Si SARAP dan kutu-kutu komentar.
Piss...
Dammam, 12 Agustus 2012

Teguh Suprayogi

/www.warungaqiqah.com

TERVERIFIKASI

Massage Therapist, Reflexologist and 'Tukang Kerokan'...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article