HIGHLIGHT

Pengalaman membuat SIM di polres Tangerang

26 Februari 2012 10:40:56 Dibaca :
Pengalaman membuat SIM di polres Tangerang

pengalaman pahit dalam berkendara pengalaman membuat SIM Setelah cari cari sana sini tentang bagaimana cara membuat SIM, akhirnya hari yang saya tunggu tunggu datang juga, tadi pagi saya datang ke Polres Tangerang untuk bikin SIM, Berbekal pengetahuan tentang pembuatan SIM di internet, Mulai dari soal-soal yang biasa keluar ataupun rintangan yang akan dihadapi saat ujian praktek, akhirnya saya memberanikan diri untuk ambil jalur normal (jalur tanpa suap) alias nggak nembak. tapi... Keinginan kuat saya untuk membuat sim adalah hasil dari STNK saya yang ditahan beberapa waktu lalu lantaran saya tak memiliki SIM, mungkin kalau STNK saya tidak ditahan saya tak akan memiliki keinginan kuat untuk membuat SIM. Motor yang saya tumpangi memasuki gerbang Polres Tangerang, terlihat beberapa polisi tengah berjaga, badan mereka tinggi besar,  dan sebagian mereka memegang senapan laras panjang,  hmmm...serem. Seorang petugas penjaga memerintahkan saya untuk melapor. " mau apa mas?" tanya seorang polisi muda " mau bikin SIM pak?"  jawabku " perpanjang atau buat baru?" " baru pak" jawabku " Mau di Bantu nggak, tinggal foto aja, nggak usah tes tes lagi"  Ia menawarkan padaku. " hmmm.. inilah Negaraku Banyak orang baik yang ingin membantu" batinku dalam hati, saya akan tanya-tanya dulu seperti apa sih nembak itu, lagian saya hanya bawa uang nggak banyak, lagian niat sedari awal saya nggak mau lewat jalur cepat, mahal. karena pengalaman temanku yang bikin SIM nya nembak, dia harus merogoh kocek kira-kira 500 ribu untuk membuat SIM. " bisa nego kan pak?" tanyaku penasaran. Akhirnya dua orang polisi mengajakku untuk parkir di antara mobil-mobil. Setelah melepas helm. Salah seorang dari dua polisi ini langsung meminta KTPku, " Nanti dulu pak?, emang harganya berapa?" " 500 ribu, kamu tinggal terima beres, udah sini KTP kamu, nanti kamu tinggal tunggu foto aja". " Wah, pak nggak kemahalan tuh?" " Segitu udah normal dek, saya juga Cuma dapet sedikit, belum bayar di dalamnya, paling saya Cuma dapet 20 rb". " tapi saya kan mahasiswa pak, lagian saya bawa uangnya kurang, apa nggak bisa di kurangin pak?" " dek, buat sim tuh nggak ada istilah udah kerja atau belum, ya kalau mau di bantu silahkan , kalau nggak percaya ke dalam aja sana!" " kalau 500 ribu masih kemahalan pak, saya taunya sekitar 350 ribuan" " ya udah kamu ke dalam aja sana!" " gini aja pak, kalau saya nggak lulus tes, bapak bisa bantu saya?" hehe saya menawarkan hal lain, " wah kalau gitu udah nggak bisa lagi,". Pak polisi tak memaksa saya. Ya sudah, akhirnya saya masuk ke dalam polres, setelah parkir, seorang tukang parkir sekaligus calo menawarkan hal yang sama, hanya ia lebih murah 40 ribu dari polisi yang di gerbang, banyak banget calo sih. Sampai di tempat pemeriksaan kesehatan, seorang polisi yang ada di dalam ruangan itu menawarkan lagi untuk membantu, hanya harganya sedikit lbih murah 450 ribu, aku keberatan, sepertinya semua orang di sini sudah menjadi sekongkol yang hebat luar biasa. Sampai di tempat pembayaran asuransi, hal yang sama terjadi, petugasnya menawarkan untuk membantu. semuanya UUD (ujung-ujungnya duit). Bayangkan kalau jalur resmi harganya seperti ini :

  1. Biaya administrasi pembuatan SIM = 100.000
  2. Surat Kesehatan  = 20.000 ( itu juga kalau belum punya, kalau udah bikin di dokter lain nggak perlu bayar lagi)
  3. Asuransi bhayangkara = 30.000 (opsional)

Jadi totalnya                                              =   150.000 Kalau nembak lewat calo atau polisi                =   450.000 Jadi selisihnya                                                       =  300.000 (lumayan buat ngompa ban motor). Kebanyakan orang yang hendak membuat SIM sudah down terlebih dahulu, merasa tak percaya diri kalau lewat jalur resmi, atau hanya sekedar tak mau repot sebentar, alias harus tes teori dan praktek dulu, ditambah tes nya sedikit sulit, tapi kalau mau baca-baca tentang rambu lalu lintas, pasti bisa jawab, sedangkan dalam tes teori yang di butuhkan adalah fokus dan tak grogi, sebetulnya tak susah susah banget, asal kita yakin kalau kita bisa pasti bisa. Walaupun harus mengulang. hehe Bismillah, biarlah ke depannya gimana yang penting saya coba dulu bikin sim lewat jalur resmi, saya daftar, nggak lama nunggu nama saya di panggil untuk tes teori. Soalnya ada 30, pilihan ganda semuanya, waktu buat ngerjainnya 30 menit. Soal soal ini pasti bisa mudah di jawab bagi orang yang sering memperhatikan rambu rambu lalu lintas plus ngerti maksudnya. Setelah di koreksi, di koreksinya langsung di hadapan saya. Saya mendapat nilai 60 karena berhasil menjawab dengan benar 17 soal kalau tidak salah ( Alhamdulilah) pas untuk tes selanjutnya = tes praktek. saya dan beberapa orang yang lulus teori menunggu untuk tes praktek, tantangan zig-zagnya gambar di atas. sumber gambar : maskurblog.wordpress.com Tesnya hanya naik motor yang sudah tersedia (motornya bagus, motor baru, tarikannya enak banget). Nah peserta diharuskan melewati tiang-tiang berbentuk zig-zag dan mengikuti garis seperti angka delapan, tak boleh menyentuh tiang, kaki tak boleh memijak tanah, dan akhirnya saya lulus lagi. Sedangkan yang bareng saya banyak yang tak lulus. Saya tinggal duduk manis untuk menunggu di foto, saya berpikir coba saya tadi ngambil jalur nembak, pasti jadinya lebih cepet. Tapi jalur resmi juga saya lulus. Saya bisa menyimpan uang 300 ribu saya, Tantangan angka 8 sumber gambar : maskurblog.wordpress.com Pelajaran yang bisa saya ambil adalah, orang orang yang mau bikin sim nggak mau repot nggak mau bolak balik dateng ke polres gara gara nggak lulus ujian, karena mreka nggak yakin dengan kemampuan mereka sendiri, hal seperti inilah yang sangat di manfaatkan oleh oknum oknum polisi yang mau mendapat penghasilan tambahan. Banyak yang menyerah sebelum mencoba, padahal nggak susah susah amat, pelajaran membuat sim ini sangat berarti buatku, kejujuran sangat mahal harganya, bagaimana anak anak sekolah dasar mau jujur, kalau polisi saja banyak yang membantu hal yang  nggak jujur, yang lebih mudah, apapun di mudah mudahkan asal ada pemudahnya, padahal anak anak  keci itu ingin jadi polisi. Dan pelajaran lain yang saya dapat, 90 % dari orang yang mengajukan pembuatan SIM, mereka mengambil jalan pintas dari  pada harus capai capai ikut ujian yang bisa jadi nggak lulus. 10 % dari pembuat sim yang mengambi jalur resmi, mungkin hanya 3 % yang mendapatkan SIM, jadi inget Sabda Nabi" bekerjalah (berusahalan), maka sesungguhnya allah akan memudahkan urusan kita". ini pengalaman saya, bagaimana dengan pengalaman anda? bisa dishare linknya.. trims salam cakra mampir ke blog saya

Cakra Inderasena

/www.perangkap-nyamuk.blogspot.com

warsimi.blogspot.com | seorang mahasiswa sebagai badut | pesan badut ? hihihi 021-94447440
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?