Buku Dukungan JIL Untuk Halalkan Maksiat ?

06 Mei 2012 03:41:41 Dibaca :
Buku Dukungan JIL Untuk Halalkan Maksiat ?

Catatan terkecil : Ashwin Pulungan

Saya belum membaca buku tersebut, akan tetapi saya bisa menjangkau permainan apa yang sedang berlangsung dari ramainya pembahasan tentang sosok wanita yang terasuk-maksuk pemahaman salah tentang liberalisasi serta Islam. Sejarah si wanita inipun kita belum mengtahui secara rinci tentang siapa dia sebenarnya dan historis apa yang telah dijalankan dalam hidupnya. Tentang kekagumannya serta kedekatannya dengan Salman Rushdie  (seorang yang telah menghina Rasulullah SAW) tentu bisa kita mengambil garis merah tentang siapa dia sebenarnya serta siapa dibelakangnya. Kedangkalan buku "Allah, Liberty and Love" membuat pembaca merasa hambar serta enggan untuk memahaminya.

Irshad Manji (IM) adalah sosok wanita yang sangat dicekoki pemikiran Barat secara kulitnya dan tidak melihat secara keseluruhan konsep nyata Islam dalam keseharian dinegara-negara muslim. Buku yang dibuatnya adalah sebagian dari keselarasan niat jahat kelompok asing Freemason untuk merusak Islam dari dalam. Pembakaran Al Qur'an di dalam Gereja di Florida AS oleh Pastor Terry Jones, momentum WTC 9/11 yang dibuat, adalah bagian dari scenario mereka, majalah Playboy, termasuk IM. Komunitas Salihara, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) Jakarta, BANSER, YLBHI, ELSAM, LBH Jakarta, Kontras, dan Jaringan Islam Independen mengadakan lounching dan bedah buku yang berjudul Allah, Liberty and Love di Teater Salihara, Jakarta, Jumat (4/5/2012) LSM ini termasuk kuda-kuda tunggang yang saya maksud dibawah.

Hati-hati permainan kelompok freemason di NKRI ini. Mereka membuat dan mencipta kuda-kuda tunggang melalui LSM -Ormas bentukan dan bantuan dana mereka. LSM miskin ini tentu mau saja karena ada gula-dana dari kapitalisasi Internasional freemason. LSM miskin ini dibayar murah serta dijadikan boneka mereka untuk menelan secara buta paham Demokratisasi dan Leberalisasi serta WTO design Freemason. LSM dan Ormas ini akan menjadi KACUNG mereka di NKRI untuk menimbulkan perpecahan dikalangan muda anak bangsa. Target mereka adalah kehancuran NKRI yang dimulai dari pola pikir yang bertentangan dengan agama serta nasionalisme di Indonesia.

Apa lagi IM adalah tokoh Lesbianism dan didalam bukunya mencoba untuk menghalalkan secara halus essensi tersirat paham tersebut.  Lesbian dan Homosex sangat melanggar hukum agama (hukum agama kekuatan hukumnya diatas UUD 1945). Ingat peristiwa nyata pada zaman Nabi Luth kota Sodom yang dibalik oleh Yang Maha Kuasa serta hancur lebur dan sirna seketika kehidupan dikota Sodom.

Hai generasi muda, jangan terpancing permainan murahan ini, mari kita galang persatuan dan kesatuan untuk memakmurkan NKRI melalui program nyata pola rancang peningkatan nilai tambah untuk setiap komoditas SDA dari NKRI dengan teknologi serta penelitiannya bagi kemakmuran dan kejayaan bangsa dan negara kedepan.

Salam, mari mandiri dalam ekonomi dan teknologi agar lepas dari kungkungan serta dikte asing.

Bebaskan NKRI dari pemborosan waktu bertengkar dalam hal kecil dari schenario asing.

13362908032023818885
Apa urusannya Irshad Manji ke Indonesia ? Pasti ada apa-apanya yang ditujukan kepada ummat Islam NKRI. www.metrotvnews.com
133825851738372204
Salman Rushdie si Penghina Islam menjadi idola dan Inspirator Irshad Manji

Ashwin Pulungan

/www.didikbangsaku.blogspot.com

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Semoga negara Indonesia tetap dalam format NKRI menjadi negara makmur, adil dan rakyatnya sejahtera selaras dengan misi dan visi UUD 1945.
Pendidikan dasar sampai tinggi yang berkualitas bagi semua warga negara menjadi tanggungan negara. Tidak ada dikhotomi antara anak miskin dan anak orang kaya semua warga negara Indonesia berkesempatan yang sama untuk berbakti kepada Bangsa dan Negara. Janganlah dijadikan alasan atas ketidakmampuan memberantas korupsi sektor pendidikan dikorbankan menjadi tak terjangkau oleh mayoritas rakyat, kedepan perlu se-banyak2nya tenaga ahli setingkat sarjana dan para sarjana ini bisa dan mampu mendapat peluang sebesarnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang produktif dan bisa eksport.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?