Jangan Menyerah, Menarilah Bersama Badai

12 Mei 2012 00:30:13 Diperbarui: 18 Juni 2016 18:43:25 Dibaca : Komentar : Nilai :
Jangan Menyerah, Menarilah Bersama Badai
13367818461140790388

Masalah hidup tak berhenti Seakan berpusar dalam badai yang abadi Hari ini dapat inspirasi yang indah sekali dari sebuah gambar dengan kutipan di facebook.

(www.facebook.com/TheGratitudeWall)

Ekspresi gadis kecil dalam gambar itu yang menikmati menari bersama hujan tanpa khawatir sedikitpun adalah ekstasi.
Mungkin saja dia sedih, tetapi derai hujan menghiburnya. Mungkin saja dia menangis, tetapi hujan menyamarkannya.

H. Mutahar dengan lagu Syukur dan Ryan D’Masiv dengan lagu Jangan Menyerah bagiku adalah makna terdekat dari kutipan yang tertulis dalam gambar tersebut.

“Dari yakin ku teguh,hati ikhlasku penuh.Akan karuniaMu.……………….
Syukur aku sembahkan,kehadiratMu Tuhan.” (Syukur/ H. Mutahar)

“Tak ada manusia yang terlahir sempurna 
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat 
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa”
(Jangan Menyerah/ Ryan D’Masiv)

Rasanya rugi jika setiap momen dalam hidup yang singkat ini tidak dinikmati. Momen apapun itu. Menikmatinya dalam ikhlas, dalam syukur, tanpa pernah menyerah. Seperti mereka dibawah ini yang ikhlas tanpa pernah menyerah meski hidup diatas batu dan tanah tandus. Kerasnya perjuangan mereka, hidup di lingkungan yang kurang mendukung untuk kebesaran, tetapi karena mereka hidup disitu, mereka menari bersamanya.

1336782063681636906
1336782063681636906
Mozaik 1 (Wuala Tomaguni)
1336782166388132760
1336782166388132760
Mozaik 2 (Wuala Tomaguni)
13367822431044657034
13367822431044657034
Mozaik 3 (Wuala Tomaguni)
1336782304713459439
1336782304713459439
Mozaik 4 (Wuala Tomaguni)
13367823452499787
13367823452499787
Mozaik 5 (Wuala Tomaguni)

Jangan menyerah….jangan menyerah......
Kutahu kau mendengarkan disana ditengah perjuanganmu.
Menarilah dan tersenyumlah, meski air mata di pipimu.
Hujan akan menghapuskannya untukmu.

[Wasuponda, 13 Mei 2012 - h@nsdw]

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article