Jangan Menyerah (Menarilah Bersama Badai)

12 Mei 2012 00:30:13 Diperbarui: 04 April 2016 14:16:36 Dibaca : Komentar : Nilai :
Jangan Menyerah (Menarilah Bersama Badai)

Masalah hidup tak berhenti Seakan berpusar dalam badai yang abadi Hari ini dapat inspirasi yang indah sekali dari sebuah gambar dengan kutipan di facebook.

(www.facebook.com/TheGratitudeWall)

Ekspresi gadis kecil dalam gambar itu yang menikmati menari bersama hujan tanpa khawatir sedikitpun adalah ekstasi.
Mungkin saja dia sedih, tetapi derai hujan menghiburnya.
Mungkin saja dia menangis, tetapi hujan menyamarkannya.

H. Mutahar dengan lagu Syukur dan Ryan D’Masiv dengan lagu Jangan Menyerah bagiku adalah makna terdekat dari kutipan yang tertulis dalam gambar tersebut.

“Dari yakin ku teguh, hati ikhlasku penuh. Akan karuniaMu. ……………….
Syukur aku sembahkan, kehadiratMu Tuhan.” (Syukur/ H. Mutahar)

“Tak ada manusia Yang terlahir sempurna Jangan kau sesali Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah Dapatkan cobaan yang berat Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa”
(Jangan Menyerah/ Ryan D’Masiv)

Rasanya rugi jika setiap momen dalam hidup yang singkat ini tidak dinikmati. Momen apapun itu. Menikmatinya dalam ikhlas, dalam syukur, tanpa pernah menyerah. Seperti mereka dibawah ini yang ikhlas tanpa pernah menyerah meski hidup diatas batu dan tanah tandus. Kerasnya perjuangan mereka, hidup di lingkungan yang kurang mendukung untuk kebesaran, tetapi karena mereka hidup disitu, mereka menari bersamanya.

1336782063681636906
Mozaik 1 (Wuala Tomaguni)
1336782166388132760
Mozaik 2 (Wuala Tomaguni)
13367822431044657034
Mozaik 3 (Wuala Tomaguni)
1336782304713459439
Mozaik 4 (Wuala Tomaguni)
13367823452499787
Mozaik 5 (Wuala Tomaguni)

Jangan menyerah….jangan menyerah...... Kutahu kau mendengarkan disana ditengah perjuanganmu. Menarilah dan tersenyumlah, meski air mata di pipimu. Hujan akan menghapuskannya untukmu.

[Wasuponda, 13 Mei 2012 - Wuala Tomaguni]

Hans Deni Wuala

/wualatomaguni

TERVERIFIKASI

Pembelajar kehidupan yang mencoba terus menerus untuk mengerti diri sendiri. Berambisi untuk menjalani hidup yang lebih besar dari diri sendiri.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Featured Article