Wiji Wahyuni
www.kompasiana.com/wijiwahyuni.com
TERVERIFIKASI
| Tulisan | : | 41 artikel |
| Komentar | : | 102 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
“Menghitung hari detik demi detik…”, pinjam syair Menghitung Hari-nya KD. Menghitung hari,kira-kira 21 hari lagi tanggal 1 April 2012. Saat pemerintah mulai menaikkan harga BBM ...
Sejak lama diam-diam aku mengagumi kehidupan tetanggaku. Mereka pasangan suami istri yang masih muda dengan 2 anak yang masih duduk di Sekolah Dasar. Sang suami seorang ...
Pagi-pagi sekali aku berjalan-jalan di sekitar rumah. Menikmati dinginnya pagi yang sedikit berkabut. Indahnya hidup di desa. Masih banyak pepohonan besar nan rindang,hamparan rumput hijau,hijaunya ...
Lahir,besar dan tinggal di kota santri membuatku terbiasa hidup dalam nuansa Islami. Salah satu nuansa Islam yang melekat dalam diriku adalah jilbab yang identik dengan ...
Masa kanak-kanak adalah saat-saat berlebaranku yang tak terlupakan. Setiap hari raya Idul Fitri selalu ramai-ramai bersama teman-teman sebaya berkunjung ke rumah tetangga sekampung tanpa terkecuali. Biasanya ...
Sebagai orang Indonesia,tahukah anda terasi dan sambal terasi? Pernahkah anda merasakan nikmatnya? Indonesia memang kaya akan kuliner yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sambal adalah salah ...
1 Februari 2011 “Anak kamu berapa?” “Baru 1, kamu sendiri berapa?” “Aku belum menikah.” Dia terkejut, tampak rona tak percaya di wajahnya. “Yang benar? Jangan bohong, ah!” “Bener, swear!” Tanpa pernah kusangka ...
Aku mempunyai beberapa murid SMP yang meminta les privat padaku. Aku lebih senang memposisikan diriku sebagai teman untuk mereka, bukan sebagai guru dengan murid. Mereka bisa ...
Hari Minggu kemarin aku melintasi kota Mojokerto. Seperti biasa, di perempatan menjelang Terminal Kertajaya lalu lintas mulai agak macet. Kulihat lampu hijau sudah menyala dari ...
“Tak ada yang lebih membahagiakan untukku selain melihat orang yang aku cintai bahagia, meski aku tak pernah menjadi bagian dari kebahagiaan itu.” Kubaca lagi tulisan tangan ...