HIGHLIGHT

Suka Duka Menjadi Seorang Penulis Pemula

04 Mei 2012 04:37:51 Dibaca :
Suka Duka Menjadi Seorang Penulis Pemula
Omjay di Kompasiana.com

Bila mendengar cerita para penulis hebat, rasanya ingin cepat hebat seperti Mereka. Terkenal dan menikmati royalty buku yang luar biasa. Belum lagi bila meminta mereka untuk menjadi pembicara. Harus jauh-jauh hari memintanya. Ditambah lagi honor pembicara yg sudah terkenal akan jauh berbeda dengan yang belum. Mereka biasanya sudah memiliki manajemen yang baik dan profesional.

Menjadi seorang penulis ada suka dan dukanya. Buat anda yang masih pemula dalam dunia kepenulisan nikmati saja prosesnya. Tidak mudah menjadi seorang penulis. Perlu perjuangan ekstra untuk bisa eksis. Bahkan harus sedikit narsis agar orang tahu kalau kita adalah seorang penulis,

Kebanyakan para penulis pemula ingin cepat sukses dan terkenal. Mereka lupa bahwa untuk bisa menjadi penulis terkenal harus ada karya tulis yang mencerahkan untuk orang banyak. Para pembaca menyukai tulisannya, dan berbondong-bondong pergi ke toko buku untuk membelinya.

Suka duka menjadi penulis pemula sebenarnya banyak sekali. Salah satu yang terasa adalah bila naskah buku ditolak oleh penerbit. Bagi mereka yang mengalaminya, pasti mereka akan kecewa. Namun bila kita menyadari bahwa karya tulis yang dituliskan mengalami banyak kelemahan, maka kita akan segera introspeksi dan memperbaiki naskahnya. Seperti yang saya alami sendiri, ketika naskah ditolak oleh penerbit. Saya segera membaca ulang karya tulis saya, dan meminta beberapa teman yang sehati untuk mengoreksi tulisan saya.

Alhamdulillah setelah proses metamorfosis akhirnya tulisan itu mencapai bentuknya dan kembali saya tawarkan ke penerbit lainnya. Setelah menunggu beberapa lama, barulah ada kabar baik kalau naskah buku saya diterbitkan.

Kegembiraan seorang penulis adalah ketika karya tulisnya diterbitkan tanpa biaya. Artinya karya tulis terbit tanpa keluar satu sen pun dari kantong penulis. Untuk bisa seperti itu tentu karena karya tulis kita memiliki nilai jual di mata penerbit.

Setelah buku diterbitkan, masih ada tugas lagi bagi seorang penulis pemula. Dia harus ikut memasarkan dan mempublikasikan buku-buku yang dituliskannya. Tidak menyerahkan bulat-bulat kepada penerbit untuk memasarkannya. Sementara kita sebagai penulis pemula cuma berleha-leha menunggu hasilnya. Itu sama saja mimpi di siang bolong.

Buku akan menjadi best seller bila dalam waktu singkat laku keras, dan disukai oleh pembaca. Keterlibatan penulis pemula jelas sangat diperlukan untuk mengkampanyekan buku terbarunya. Penulis pemula perlu mengalokasikan waktu untuk menjelaskan isi buku atau berbagi pengalaman sampai buku itu diterbitkan.

Suka duka menjadi penulis pemula sebenarnya masih ada yang lainnya. Lain waktu akan saya bagikan kepada pembaca.

Salam blogger persahabatan Omjay

Wijaya Kusumah

/wijayalabs

TERVERIFIKASI (BIRU)

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?