Selaras Rasa dan Karsa dalam Ilmu dan Akhlak Mulia

23 September 2011 10:13:56 Dibaca :


Sabtu, 24 September 2011, saya diundang untuk menyampaikan tausyiah oleh Badan Penyelenggara sekolah yayasan wanita kereta api (YWKA) di Bandung. Rencananya saya dijemput di tol Jatibening oleh salah satu panitia untuk sama-sama berangkat ke kota Bandung. Namun ternyata acaranya di Jakarta, tepatnya di rumah makan  Handayani Matraman, Jakarta Timur.


Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka acara pertemuan silaturahim idul fitri yang akan dihadiri oleh kepala sekolah, guru, dan karyawan TK, SD, dan SMP YWKA Jakarta. Diperkirakan ada sekitar 100 orang yang akan hadir dalam pertemuan silaturahim ini, sekaligus oleh pengurus yayasan Ibu Dra. Roele Triretnowati.




Panitia menaruh harapan agar saya dapat memberikan materi  yang bertalian dengan tugas para tenaga pendidik, dan kependidikan yang mengemban amanah mencerdaskan anak didik agar tumbuh kembang menjadi generasi  muda yang memiliki wawasan keilmuan dan berakhlak mulia, sehingga seluruh insan persekolahan (termasuk pengurus) senantiasa dapat menjadi teladan dalam keseharian, santun tutur kata, dan perilaku. Silih Asah, Asih, dan Asuh kepada sesama.




Adapun tema tausyiah kali ini adalah "SELARAS RASA, DAN KARSA DALAM ILMU DAN AKHLAK MULIA". Sebuah tema yang sangat baik, dan diminta dikembangkan oleh saya selaku nara sumber agar mampu mengkomunikasikannya dengan baik kepada para hadirin.


Terus terang saya bukan ustadz atau guru agama yang mengerti benar tentang seluk beluk masalah  ilmu agama, dan akhlak mulia. Saya hanyalah guru TIK SMP Labschool Jakarta yang kesehariannya mengajarkan materi teknlogi informasi dan komunikasi atau TIK. Juga dosen mata kuliah kewirausahaan di STMIK Jakarta. Tentu menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk mampu menyampaikan tema di atas dengan baik, dan semoga bermanfaat untuk semua hadirin yang hadir.


Sebenarnya nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh teladan untuk menjadi pemimpin yang baik kepada kita semua sebagai umatnya. Beliau memiliki sifat kenabian yang terdiri dari Sidiq (jujur), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya), dan Fathonah (cerdas). Dengan sifat kenabian itu beliau telah banyak memberikan contoh kepada kita untuk menjadi pemimpin atau khalifah yang bermanfaat untuk orang banyak, dan berakhlak mulia. Tidak  cepat terpancing emosi, sehingga mampu menjadi makhluk yang sabar.


Makhluk yang sabar adalah makhluk yang mampu menahan emosinya ketika akan marah. Di situlah sebenarnya sehebat-hebatnya manusia yang telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah Muhamad SAW. Senantiasa menyambung tali silaturahim dan mampu memaafkan orang yang berbuat tidak  baik kepada dirinya.Itulah akhlak terbaik Rasulullah yang menjadi panutan kita sebagai umatnya.



Nabi Muhammad senantiasa berkata jujur, dan tidak pernah berbohong. Bangsa Arab pada saat itu menjulukinya "al-amin". Orang yang berkata benar, terhormat, dan dapat dipercaya omonganya. Oleh karena itu, setiap kali Nabi Muhammad berbicara, banyak orang yang takjud dan sangat hormat dengan kejujuran beliau dalam menyampaikan pendapat atau berkata-kata. Hampir dalam setiap perkataannya tidak pernah marah atau benci kepada seseorang. Sifat seperti inilah yang semestinya harus dimiliki oleh para guru kita. Mampu berkata baik atau diam, dan senantiasa mengajak para peserta didiknya untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Guru harus mampu berkata dan bertindak jujur kepada para peserta didiknya. Satu kata antara perkataan, dan perbuatan.


Nabi Muhammad SAW menyampaikan hal-hal baik yang harus dilakukan oleh manusia didunia, seperti memiliki kerendahan hati dan membuang jauh baju kesombongan yang berada di dalam diri. Bahkan beliau pernah menyampaikan untuk senantiasa berguru atau berilmu pengetahuan sampai ke negeri China. Dengan begitu akan banyak umat Islam belajar berbisnis, dan memiliki pengetahuan luas tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dipelajari di negeri China.


Jadi tidak ada pesan rasulullah untuk belajar ke negeri Amerika. Beliau berpesan," Tuntunlah ilmu ke negeri China" atau belajarlah dengan orang China yang berada di benua ASIA. Orang china itu terkenal dengan pandai berdagang, sangat ahli di bidangnya (pakar), dan mampu mengembangkan bisnis kewirausahaan yang mandiri. Sekaligus mampu mempertahankan bela diri dengan ilmu kungfunya yang hebat.Lihatlah para bintang film china seperti Bruce Lee, Jet Lee, dan Jecki Chan.


Di kala orang Indonesia bergantung kepada  jejaring sosial seperti twitter dan facebook, bangsa China mampu membuat sendiri jadi dirinya. Mereka memiliki jejaring sosial tersendiri, dan tidak latah untuk ikut-ikutan memakai produk Amerika. Rasa percaya diri mereka sebagai bangsa sangatlah kuat, dan menjadi contoh bagi negara lainnya. Merekapun mampu mengembangkan teknologinya sendiri, dan mampu meniru produk bangsa lain yang harganya jauh lebih murah dari produk aslinya.


Orang china terkenal dapat dipercaya dan menjaga hubungan baik dengan pelanggannya. Oleh karenanya sifat amanah atau dapat dipercaya yang dimiliki oleh nabi Muhammad sangat dirindukan oleh umat yang berakhlak mulia. Sebab saat ini kita kesulitan mencari pemimpin yang dapat dipercaya. Kalaupun ada seringkali belum sesuai dengan kenyataan di lapangan, dan kita masih melihat para pemimpin kita omongannya kurang didengar rakyat. Pada akhirnya, pemimpin yang seperti itu agak sulit untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakatnya.


Sebagai seorang pendidik, tentu kita harus mampu menanamkan kejujuran dan kepemimpinan untuk anak didik kita. Mereka harus kita latih dengan penuh keteladanan dan contoh-contoh yang baik. Adanya tawuran antar pelajar saat ini seperti yang terjadi di SMAN 6 Jakarta dengan wartawan adalah contoh nyata bahwa kejujuran dan kepemimpinan belum menjadi fokus utama kita. Mereka harus dilatih jujur, dan mandiri. Mampu mengembangkan minat dan bakatnya. Oleh karena itu tentu mereka sangat memerlukan guru profesional yang layak dan mampu membimbing mereka dengan baik. Guru yang amanah dan dan mampu dipercaya untuk membangun karakter peserta didknya menjadi manusia unggul yang luar biasa. Seorang guru tangguh berhati cahaya.


Pembelajaran haru dilaksanakan dengan suasana menyenangkan, dan siswa merasakan happy berada di dalamnya. Para guru yang menyampaikan ilmunyapun diliputi rasa keihlasan hati yang tinggi. Tanpa happy dan keikhlasan hati, agak sulit materi masuk ke otak siswa. Perlu strategi tersendiri agar suasana pembelajaran berjalan komunikatif dua arah. Guru dan siswa harus sama-sama belajar, dan pembelajaran tidak lagi bersumber kepada guru tetapi kepada siswa. Guru harus mampu menjadi manager dan fasilitator dalam pembelajaran yang menyenangkan.Dengan demikian peran guru yang dominan di kelas menjadi terkurangi dan terjadilah apa yang disebut "active learning". Sebuah pembelajaran yang membuat para peserta didik aktif dalam belajar.


Sifat amanah adalah kemampuan untuk mampu mengemban kepercayaan agar dapat bertugas sesuai dengan harapan masyarakat. Sifat amanah ini terkadang menjadi kurang terjadi karena lemahnya kejujuran dan korupsi yang dilakukan secara berjamaah. Pada akhirnya, mereka yang jujur menjadi terpinggirkan, dan mereka yang tidak amanah atau tidak jujur justru diberi tempat untuk melakukan niat-niat jahat sehingga merugikan uang negara. Kalau dibiarkan seperti itu, negara akan hancur, karena dipimpin oleh mereka yang tidak jujur. Kasus Gayus dan Nazarudin adalah contoh yang tidak baik  di negeri ini, dan membuat kita belajar dari kasus mereka. Sesuatu yang dimulai dari ketidakjujuran, maka akan menuai petaka yang berkepanjangan.


Oleh karenanya pemimpin yang memiliki amanah yang baik dia akan cerdas, dan berusaha sekuat tenaga untuk memakmurkan rakyatnya agar mampu berdikari, dan tidak bergantung kepada orang lain. Pemimpin cerdas adalah pemimpin yang mampu mencari solusi dan mau turun langsung ke bawah mencari tahu akar permasalahan.


Para guru harus mampu menjadi pemimpin yang amanah dihadapan para peserta didiknya. Dengan begitu ada figur atau imam yang dijadikan tolak ukur para peserta didik dalam bertindak.Para guru harus mampu menciptakan para pemimpin masa depan yang berakhlak mulia melalui ilmu yang idsampaikannya.  karena itu, guru yang baik tidak hanya mengajar saja, tetapi dia mampu untuk mendidik.


Pemimpin yang cerdas basanya kreatif, dan akan mampu melakukan kreativitas untuk mengembangkan daerah yang dipimpinnya menjadi lebih baik dan maju. Perlu terobosan dan inovasi tiada henti agar apa yang dilakukan mampu menyenangkan semua pihak. Khususnya dalam penyiapan SDM unggul yang berkarakter. Dengan begitu akan lahir manusia Indonesia yang unggul dan mampu untuk berkompetisi dengan bangsa lainnya di dunia.


Guru harus cerdas dan memiliki budaya membaca dan meneliti yang kuat. Dengan banyak membaca, maka para guru akan mampu menulis dan mengikat ilmunya. Itulah yang dimaksudkan dengan selaras rasa dan karsa sehingga ilmu dan akhlak mulia dapat terjaga dengan baik. Kecerdasan dan kualitas seorang guru akan berpengaruh banyak kepada kecerdasan peserta didiknya. Guru yang cerdas akan melahirkan peserta didik yang cerdas pula apabila dalam menyampaikan proses keilmuannya berjalan dengan baik. Tidak melulu catat buku sampai abis, tetapi berusah payah untuk menjadi guru kreatif dan bukan kognitif. Guru Kognitif cenderung texbook dan kurang berinovasi. Biasanya guru seperti ini malas membaca buku, dan jarang sekali membeli buku baru.


Selain transfer ilmu, guru juga harus mampu menanamkan akhlak mulia kepada para peserta didiknya sehingga mereka mampu menjadi manusia yang berkarakter jujur, dapat dipercaya, bertanggungjawab, dan cerdas. Pendidikan karakter sebenarnya ada dalam diri seorang guru yang berakhlak mulia. Bila dia mampu mengembangkan dirinya untuk mampu menjadi tauladan bagi peserta didiknya, saya yakin akan lahir para generasi penerus bangsa yang sangat cinta kepada tanah airnya, dan berusaha keras untuk memajukan negerinya.


Akhirnya sifat kenabian yang telah dicontohkan oleh rasul Muhammad harus menjadi pembelajaran buat kita semua untuk  mampu menjadi manusia atau pemimpin  yang unggul  dan berakhlak mulia dengan memegang teguh sifat sidiq, tabligh, amanah, dan fathonah (STAF). Dengan begitu akan terlahir generasi penerus bangsa yang hebat, dan mampu untuk mengembangkan dirinya menjadi manusia yang berkarakter dan memiliki kepekaan sosial kepada sesama. Guru harus mampu menyiapkan para calon pemimpin masa depan yang bertanggung jawab, cerdas dan memiliki keluasan ilmu yang tinggi, dan mendalam. Oleh karena itu mari kita pegang terus ajaran agama kita dengan berpegang teguh kepada ajaran al-quran dan al hadist. Dua pegangan utama umat  Islam yang harus senantiasa dijaga agar mampu menjadi selaras rasa dan karsa dalam ilmu dan akhlak mulia. Semoga kita semua dapat mencontoh perilaku nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.


Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Wijaya Kusumah

/wijayalabs

TERVERIFIKASI (BIRU)

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?